Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Bingkisan Misterius


__ADS_3

Sekejam-kejamnya ibu tiri. Masih lebih kejam persaingan di dunia perbisnisan. Segala macam cara akan dihalalkan demi mendapatkan apa yang diinginkan.


Penolakan kerja sama tak jarang berimbas dari keselamatan pemilik perusahaan, sehingga mereka membutuhkan perlindungan ketat dari para bodyguard.


Dan hal itu pula yang dialami oleh Keanu. Teror, sampai ancaman pembunuhan selalu datang silih berganti kepadanya. Baik itu di kantor maupun di kediamannya.


Apakah Keanu merasa takut? Maka jawabannya adalah tidak!! Tak ada rasa takut dalam kamus hidupnya, Keanu tak pernah takut pada apapun atau pada siapapun. Dan teror kembali mengusik ketenangannya, kali ini teror itu datang melalui sebuah paket.


"Hentikan!!" seru Keanu ketika salah satu bodyguard-nya hendak membuka paket misterius tersebut.


"Tuan Muda," pria itu berseru lalu membungkuk pada Keanu.


"Biar aku sendiri saja yang membukanya. Kalian mundur lah,," pinta Keanu pada beberapa pria berjas hitam tersebut. Keanu tak bisa menempatkan mereka dalam bahaya. Jadi dia lebih baik mengambil resiko besar dari pada menempatkan mereka dalam bahaya.


Salah satu anak buah Keanu menatapnya dengan cemas. "Tapi, Tuan Muda. Bagaimana jika bingkisan itu berisi alat pelledak dan semacamnya?! Bisa-bisa keselamatan Anda sendiri yang terancam," ucap pria berjas itu. Dia benar-benar cemas dan takut.


Keanu mengangguk. "Kau benar, nyawaku memang berharga. Tetapi nyawa kalian juga sangat berharga, bagaimana dengan nasib keluarga kalian jika sesuatu yang buruk sampai terjadi salah satu dari kalian bertiga atau mungkin ketiganya? Mereka pasti sangat sedih dan kehilangan, apalagi kalian adalah tulang punggung keluarga!!" ucapnya panjang lebar. Mereka pun menjadi terharu.


Sekejam-kejangnya Keanu. Tetapi dia masih memiliki hati nurani, Keanu tak akan mengorbankan orang lain yang tidak bersalah hanya untuk melindungi dirinya.


Dia memang mau bayar mereka untuk bekerja bukan memakan gaji buta, tapi tetap saja Keanu tak mungkin membiarkan keselamatan mereka dalam bahaya.


"Kalian mundur lah," pinta Keanu dengan suara dingin dan datar.


Dengan sedikit ragu-ragu. Keanu membuka bingkisan misterius itu. Dalam hatinya dia hanya bisa berdoa supaya isi di dalamnya tak berbahaya, apalagi sampai mengancam nyawa. Keanu membuka bingkisan itu dan..


DUARRR...

__ADS_1


Bingkisan itu meledak, dan ledakannya yang keras sampai ke telinga Aster yang baru ingin menutup matanya. Buru-buru dia berlari kearah balkon untuk melihat apa yang terjadi. Ketika melihat kebawah, betapa terkejutnya Aster saat melihat Keanu yang sedang memegangi sisi wajahnya yang berlumur darah.


Tanpa membuang banyak waktu. Aster pun bergegas menghampiri Keanu dan memastikan keadaannya. "Keanu, apa yang sebenarnya terjadi? Ledakan apa itu tadi? Dan kau.... kau terluka," ucapnya dengan keras. Dia menatap laki-laki itu dengan cemas.


Keanu membalas tatapan Aster yang sorot matanya menyiratkan kesedihan. "Jangan menatapku seperti itu, aku tidak apa-apa." Ucapnya meyakinkan. Jelas-jelas dia tidak baik-baik saja.


"Kau buta ya?! Tidak apa-apa bagaimana, jelas-jelas kau tidak baik-baik saja. Sebaiknya kita pergi ke rumah sakit, aku cemas cidera yang kau alami serius." Ucap Aster sambil mengunci manik kiri Keanu.


Tangan Keanu yang digunakan untuk menutupi sisi wajahnya yang terluka tampak berlumur darah. Dan darah itu berasal dari mata kanannya yang mengalami cidera. Saat ini mata kanan Keanu terasa sangat perih, sampai-sampai sulit di buka.


Takut sesuatu yang fatal terjadi pada mata kanannya. Akhirnya Keanu menuruti saran Aster untuk segera pergi ke rumah sakit.


Disisi lain, Aster tak akan berhenti mengomeli dirinya sebelum Keanu menuruti kemauannya. Mengingat jika Aster adalah seorang pemaksa.


.


.


Keanu menganggukkan kepala. "Ya, untungnya hanya cidera ringan saja dan tak berakibat fatal pada penglihatanku. Dalam satu sampai dua Minggu mataku sudah normal kembali." Ujarnya meyakinkan.


Aster pun bisa menghela nafas lega setelah mendengar jawaban Keanu. Tapi dia merasa sedikit kasihan juga padanya, pasti tak mudah bagi Keanu jika harus hidup dengan satu mata saja selama beberapa Minggu.


"Apa yang sedang kau pikirkan?! Ayo pulang," ucapnya dan melewati Aster begitu saja. Mengabaikan wanita itu yang sedang mencemaskannya.


Melihat sikap Keanu yang amat-amat sangat menyebalkan, membuat Aster menarik kembali sikapnya barusan. Tidak seharusnya dia mencemaskan manusia menyebalkan seperti dia, yang tak berhati dan tak tau terimakasih.


"Yakk!! Kulkas dua pintu, tunggu aku!!"

__ADS_1


.


.


Kacau... Benar-benar kacau, Delon diturunkan dari jabatannya dan sekarang dia di tempatkan di bagian kebersihan, yakni OB. Delon tidak menyangka jika Keanu akan mengetahui tentang kejahatannya dengan begitu cepat.


Bagian keuangan telah di pecat semua dan digantikan oleh orang-orang Keanu semua. Sementara bagian keuangan yang lama telah dipecat dan sebagian di jebloskan ke dalam penjara.


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Delon? Kenapa kau bisa sampai sesial ini?!" teriak Maya sambil mengguncang tubuh suaminya. Dia benar-benar tidak bisa terima karena Delon bulan lagi manager keuangan.


"Diamlah, Maya!!" bentak Delon penuh emosi. Delon menatap marah istrinya itu. "Ini semua karena kau dan putrimu itu. jika kalian berdua tidak boros dan suka menghambur-hamburkan uang, pasti kejadian semacam ini tidak akan terjadi!!" teriak Delon tak mau kalah.


Delon tidak terima jika dia yang disalahkan oleh istrinya, Karena bagaimanapun juga yang memakai uang-uang itu adalah istri dan anaknya. Maya dan Vera selalu berfoya-foya. Semua uang-uang itu masuk ke rekening milik Maya, istrinya.


"Oh, Jadi sekarang kau menyalahkan aku dan Vera?! Jelas-jelas kau yang tidak berguna sebagai laki-laki, jika saja kau mau berusaha lebih keras lagi, hal semacam ini tidak akan terjadi," Vera tak mau kalah.


"DIAMLAH!!" bentak Delon dengan suara meninggi dan membuat Maya terkejut dibuatnya. "Kau dan Vera sama saja, sama-sama pembawa sial!! Aku menyesal menikahi wanita sepertimu!!"


"DELON, KAU MENYEBALKAN. SEBAIKNYA KITA CERAI SAJA!!"


"Oke, siapa takut. Kita ceraii!!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2