Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Pria Berbahaya


__ADS_3

Satu persatu pelayat mulai meninggalkan area pemakaman. Menyisakan Aster, Tuan Jovan, Keanu dan Hansen. Dalam hatinya, Hansen terus bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya laki-laki yang dari tadi mendampingi Aster. Dan bahkan dia tak beranjak sedikitpun dari sisi wanita itu, dan Aster juga tampak nyaman ketika dia memeluknya.


Hansen ingat, jika Aster pernah memiliki kekasih. Tetapi seingatnya kekasih Aster bukanlah pria itu, meskipun belum pernah bertemu langsung dengan kekasih Aster, namun Hansen pernah melihatnya sekali ketika mereka sedang video call, itupun secara tidak sengaja.


Artis ternama itu pun beranjak dari tempatnya dan menghampiri Aster yang masih bergeming sedikit pun dari tempatnya saat ini. "Aster, ayo pulang. Aku akan mengantarkanmu dan, Paman," ucapnya namun di tolak oleh Aster.


"Maaf, Hansen. Kau berikan tumpangan pada Papa saja, aku akan pulang bersama dia," jawabnya sambil menunjukkan.


"Kau yakin?" Aster mengangguk. "Baiklah kalau begitu, kami akan menunggumu di rumah." Hansen menghampiri Tuan Jovan dan mengajaknya pulang bersamanya.


Meskipun penasaran dengan hubungan mereka berdua. Tapi untuk saat ini Keanu memilih untuk bungkam dan tak bertanya apapun pada Aster, dia memang akan bertanya siapa sebenarnya pria itu tapi nanti setelah suasana hati wanita itu sudah membaik. Karena saat ini Aster masih dalam suasana berkabung.


"Ayo, pulang." Keanu merangkul bahu Aster dan membawanya meninggalkan area pemakaman. Wanita itu tak mengatakan apapun, dia hanya menganggukkan kepalanya lalu bersama-sama Keanu meninggalkan TPU.


Sepanjang perjalanan pulang. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Aster. Wanita itu terus diam sambil menatap keluar, wajahnya sembab dan matanya memerah, bahkan cairan-cairan bening masih tampak bercucuran dari netra Hazel-nya. Dan Keanu tidak tahu sehancur apa hatinya saat ini.


"Bisakah kau membawaku pulang ke rumahmu saja? Karena jika pulang ke rumah Papa, hanya akan mengingatkanku pada Nenek." Aster menoleh, membuat matanya dan Keanu saling bersirobok.


"Baiklah, terserah kau saja." ucap Keanu menimpali.


.


.


Hansen dan Tuan Jovan akhirnya tiba di rumah, lama menunggu tetapi mobil yang ditumpangi oleh Aster belum juga terlihat. Seharusnya mereka sudah tiba tak lama setelah ia sampai, karena jarak mereka tadi juga tidak terlalu jauh.


Aktor dan penyanyi tampan itu menggulirkan pandangannya pada Tuan Jovan, dan menatapnya penuh tanya. "Paman, dimana mobil yang Aster naiki tadi? Kenapa belum tiba juga sampai sekarang?" tanya Hansen penasaran.

__ADS_1


"Mungkin mereka tidak pulang kemari." Jawabnya dan membuat Hansen semakin bingung.


"Jika tidak pulang kemari? Memangnya mereka pulang kemana, dan siapa laki-laki yang bersama Aster tadi?" Hansen kembali bertanya dia benar-benar ingin tahu.


"Apa Aster belum memberitahumu, jika sebenarnya dia sudah menikah? Dan suaminya adalah pemilik Xiao Empire, dan pria yang bersamanya tadi adalah Keanu Xiao, suami Aster." Tutur Tuan Jovan memberikan penjelasan.


Mata Hansen membelalak sempurna setelah mendengar jawaban tuan Jovan. "Aster sudah menikah, dan suaminya adalah pemilik dari Xiao Empire? Keanu Xiao, nama itu terdengar tidak asing. Keanu Xiao?" tiba-tiba mata Hansen membelalak sempurna. Membuat Tuan Jovan kebingungan dan bertanya-tanya.


"Ada apa, Hansen?" tanya Tuan Jovan.


"Paman, kenapa kau mengijinkan Aster menikah dengan pria berbahaya seperti dia? Dan apa kau tau siapa pria itu?" Hansen menatap Tuan Jovan, pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya. "Paman, dia adalah Keanu Xiao. Pemuda berdarah dingin yang pernah membantai satu kelompok mafia seorang diri, dan dia sampai dinobatkan sebagai pembunuh berdarah dingin termuda sepanjang sejarah." terang Hansen panjang lebar.


Tuan Jovan tiba-tiba bungkam setelah mendengar apa yang Hansen katakan. Seketika ingatannya membawa pada kejadian 11 tahun yang lalu, dimana dia yang nyaris saja tewas karena terjebak di tengah kericuhan besar. Dirinya hampir saja menjadi korban jika saja seorang anak muda tak menyelamatkannya tepat waktu. Dan akhirnya dia mengingat nama anak muda itu, Keanu!!


"Paman, kenapa kau melamun?" tepukan Hansen pada bahunya menyadarkan Tuan Jovan dari lamunannya. "Apa yang sedang kamu pikirkan?" sekali lagi Hansen bertanya.


"Baiklah, Paman. Kau istirahatlah, aku pulang dulu. Jika Paman perlu sesuatu, jangan ragu-ragu untuk menghubungiku." Hansen berseru dan hanya dibalas anggukan oleh Tuan Jovan.


Setelah sebelas tahun. Akhirnya dia tahu siapa orang yang menyelamatkannya malam itu. Seorang remaja putra yang dalam keadaan babak belur, tiba-tiba menariknya dan membawanya keluar dari kericuhan.


Dan siapa yang menduga jika orang itu adalah Keanu, ucapan terimakasih yang dulu belum dia sampaikan padanya, akan Tuan Jovan sampaikan nanti ketika dia bertemu dengan menantunya tersebut. Memang benar kata pepatah, jika dunia ini hanyalah selebar daun kelor.


.


.


Keanu meninggalkan kamarnya setelah memastikan Aster benar-benar sudah tidur. Keanu duduk di ruang keluarga seorang diri sambil menikmati minumannya.

__ADS_1


Seorang pelayan tiba-tiba menghampirinya. Keanu mengangkat kepalanya dan menatap pelayan itu dengan bingung. "Ada apa?" tanya Keanu."Sepertinya kau baru, ya. Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya," ucapnya.


Namun tak ada respon dari pelayan itu. bahkan dia tidak menjawab pertanyaan Keanu dan hanya menatapnya dengan tatapan dingin dan datar. hingga memunculkan perempat siku-siku di kening pria itu. "Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Keanu.


"Kematianmu!!" jawab pelayan itu sambil menekan ucapannya.


Keanu memicingkan matanya dan menatap pelayan itu dengan seringai tajam. "Ingin menghabisiku? Memangnya kemampuan apa yang kau miliki, sampai-sampai kau ingin menghabisiku?!" ucapnya dengan tatapan meremehkan.


Tanpa banyak pertimbangan, pelayan itu melayangkan serangannya terhadap Keanu. Namun dengan mudah dia menghindarinya, Keanu menahan tangan kanan pelayan itu.


Sorot matanya lebih dingin dan tajam dari sebelumnya, apakah pelayan itu sudah tidak menyayangi nyawanya sendiri sampai-sampai berani mencari masalah dengan seorang Keanu Xiao.


Keanu menghindari setiap serangan yang mengarah padanya dalam posisi duduknya. Dan ujung belati milik pelayan itu berhasil menggores pipi kanan Keanu. Membuat darah segar seketika mengalir dari lukanya.


Dan keributan itu pun segera menarik perhatian orang-orang yang berada di kediaman Xiao, beberapa pria berpakaian formal dan bersenjata segera mengamankan pelayan tersebut. Rio menghampiri Keanu dan memastikan keadaan Tuannya.


"Tuan, Anda terluka." Ucapnya melihat darah segar yang mengalir dari luka di tulang pipi Keanu.


"Tidak apa-apa hanya luka kecil saja, segera ringkus b*jingan itu,cari informasi siapa yang menyuruhnya dan habisi dia!!" perintah Keanu yang segera dibalas anggukan oleh Rio.


"Baik, Tuan."


Keanu tidak akan melepaskannya, siapapun orang itu, dia pasti akan menghabisinya. Dan akan Keanu tunjukkan padanya, jika dia telah berani mencari masalah dengan orang yang salah. Karena berani mencari masalah sama saja dengan bunuh diri.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2