Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Kadal Beranak Badak


__ADS_3

Pecah pertahanan Aster...


Apa yang Aster takutkan akhirnya menjadi kenyataan, yakni kehilangan mahkotanya yang paling berharga. Akan tetapi dia tidak bisa menyesalinya, karena yang terjadi telah disepakati dan Aster mendapatkan imbalan untuk hal itu.


Menyewakan rahimnya pada seorang pria yang ingin memiliki keturunan tetapi tidak ingin berkomitmen. Aster tidak tahu, keputusannya ini salah atau benar? Karena nasi telah menjadi bubur, maka dia tidak bisa menyesali apa yang telah terjadi.


"Sampai kapan kau akan memasang muka jelekmu seperti itu?" tegur Keanu yang baru saja keluar dari kamar mandi. Alih-alih menjawab pertanyaan itu, Aster malah menatapnya dengan sinis. " Ck, percuma saja disesali juga. Toh, kita berdua juga sama-sama merasakan enaknya," ucap Keanu menambahkan.


Alhasil sebuah bantal mendarat mulus kearah Keanu yang segera ditangkap olehnya. Dan siapa lagi tersangkanya jika bukan Aster. Wanita itu benar-benar kesal setengah mati pada Keanu.


Bagaimana bisa dia bersikap sesantai itu setelah mengambil mahkotanya yang paling berharga, padahal Aster ingin memberikannya pada seseorang yang dia cintai, tetapi malah diambil oleh pria menyebalkan seperti Keanu.


"Kenapa kau tidak mati saja, Keanu!!"teriak Aster dengan emosi. Wanita itu benar-benar kesal setengah mati.


Sambil menahan rasa sakit pada selangkkangnya, Aster pergi ke kamar mandi dengan langkah sedikit tertatih-tatih. Keanu bener-bener gila, dan dia ingin sekali mengutuknya. Bagaimana bisa laki-laki itu bermain dengan segila itu. Padahal Keanu belum berpengalaman tapi dia begitu cepat menguasai permainan.


Berbagai umpatan berkali-kali keluar dari bibir Aster. Yang semuanya dia tunjukkan pada Keanu. Rasanya Aster ingin sekali menjambak rambutnya dan merusak wajah tampannya agar dia tidak berbuat seenaknya lagi. Sementara Keanu hanya mendengus dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah wanita itu.


"Ahhh, sial!! Kenapa rasanya sakit sekali," gerutu Aster saat merasakan perih pada bagian Miss-nya. "Dasar Keanu gila, dia benar-benar tidak waras. Bisa-bisanya dia bermain sekasar itu. Jelas-jelas tidak berpengalaman, malah mengajak melakukannya. Apa dia sudah ngebet ingin memiliki anak?" Aster benar-benar merutuki kegilaan Keanu.


Lagi dan lagi, berbagai umpatan keluar dari bibir Aster yang semuanya dia tunjukkan pada Keanu. Aster tidak tau jika rasa sakitnya akan begitu menyiksa. "Uhhh, perih," rintih Aster sambil menutup rapat-rapat kedua matanya.


Setelah bertarung dengan rasa sakit dan perih pada Miss-nya. Aster terlihat keluar dari kamar mandi. Dia tidak mandi dan hanya membersihkan bagian Miss-nya yang penuh dengan ****** *****, rasanya lengket dan itu membuatnya tidak nyaman.


Saat tiba di luar kamar , Aster tak mendapati keberadaan Keanu di sana. Kamar dalam keadaan kosong dan legang, yang menandakan jika penghuninya sedang keluar. Masa bodoh dengan laki-laki itu, kemudian Aster berbaring. Dia lelah dan ingin segera beristirahat.


.


.

__ADS_1


Masih di tempat sama namun di lokasi berbeda. Terlihat seorang laki-laki sedang duduk sendirian di ruang keluarga sambil menikmati segelas wine. Siapa lagi laki-laki itu jika bukan Keanu.


"Setelah aku melahirkan anakmu, kau ingin aku pergi atau~"


Tiba-tiba kata-kata Aster berputar kembali dikepala Keanu. Setelah malam ini, apa masih bisa dia membiarkannya pergi?


Keanu merasa ragu. Dan dia bisa di cap sebagai laki-laki paling kejam di dunia jika kelak benar-benar memisahkan Aster dari anaknya. Sementara anak itu membutuhkan asi dari ibunya.


Membiarkannya tetap tinggal tanpa ikatan. sepertinya tidak buruk juga daripada harus membiarkan anak itu tumbuh dan besar tanpa adanya sosok ibu disampingnya. Karena setiap anak pasti membutuhkan kehadiran dan kasih sayang seorang ibu.


"Apa yang sedang kau lamunkan?" tegur seseorang yang entah dari mana datangnya tiba-tiba sudah ada di depan Keanu.


Sontak Keanu mengangkat kepalanya. dan menatap laki-laki itu dengan terkejut. "Paman, kapan kau datang?" tanya Keanu pada laki-laki yang berdiri menjulang di depannya.


"Baru saja tiba. Dan sebenarnya kau ini keponakan macam apa yang tega membiarkan pamannya datang sendirian tanpa di jemput sama sekali," ucap Laki-laki itu melayangkan protesnya.


Lalu laki-laki itu menggelengkan kepalanya seraya menjawab. "Tidak,"


"Lalu kenapa kau menyalahkan ku karena tidak menjemputmu?!" Keanu tak mau kalah.


"Hehehe... Aku kan hanya bercanda, tapi kenapa kau malah menyikapinya dengan begitu serius. Kau seperti tidak mengenalku saja. Ngomong-ngomong dimana menantuku, aku dengar dari para benalu itu jika kau sudah menikah. Dan kau menikah kenapa tidak bilang-bilang dan mengundang, Paman?" dia menatap Keanu dengan sebal.


Keanu menuangkan wine ke dalam gelasnya lalu menyeruputnya sedikit. "Karena dia tidak ingin ada resepsi dan sejenisnya. Kau bisa menemuinya besok pagi, sekarang dia sudah tidur. Dan sebaiknya pergi istirahat," Keanu bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja.


"Yakk!! Keanu, kenapa aku malah ditinggalkan?! Huft, dasar bocah kutub. Dia benar-benar keterlaluan. Sebaiknya aku istirahat juga." Ucapnya lalu melenggang pergi meninggalkan ruang keluarga.


Leon Wu. Adalah paman Keanu dari pihak ibunya. Seperti Keanu, Leon juga memiliki hubungan yang kurang baik dengan Delon dan keluarganya.


Meskipun Leon adalah paman Keanu dari pihak ibu, tetapi dia bisa bebas keluar masuk kediaman Xiao karena Keanu memang memberinya akses dan kuasa untuk keluar masuk kediamannya. Dan tak jarang Leon menumpang hidup di rumah Keanu.

__ADS_1


Leon adalah satu-satunya keluarga yang bisa Keanu percayai. Karena memang hanya dia yang tulus dan tak pernah mengincar harta milik keponakannya tersebut. Karena harta yang Leon miliki juga tak akan membuatnya kelaparan meskipun tidak bekerja selama bertahun-tahun.


Hanya saja Leon terlalu pelit dan mencintai uang-uangnya lebih dari apapun. Dan itulah yang membuat dia memilih menumpang hidup pada Keanu daripada harus mengeluarkan dolar-dolar kesayangannya.


.


.


Cklekkk...


Suara decitan pintu dibuka dari luar sedikit mengalihkan perhatian Aster. Wanita itu lantas menoleh dan mendapati Keanu berjalan menghampirinya. Tetapi Aster tak begitu menghiraukannya, dan dia kembali sibuk dengan ponselnya.


Bahkan ketika Keanu sudah ada di depannya. Aster tetap tidak peduli. Jujur saja dia sedang kesal setengah mati pada laki-laki itu. Karena dia sudah membuatnya tersiksa hingga kesulitan untuk berjalan.


Keanu menghela napas. "Sampai kapan kau akan mendiamiku?" tanya laki-laki itu memecah keheningan.


"Sampai kadal beranak badak!!" jawabnya asal. "Sebaiknya jangan bertanya apapun padaku, apa kau tidak tahu jika aku ini sedang kesal padamu!!" lantas Aster mengangkat kepalanya dan matanya langsung terkunci pada manik hitam milik Keanu.


Keanu menautkan alisnya. "Kesal padaku, apa yang telah aku perbuat sampai-sampai kau kesal padaku?!" tanya Keanu tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Aster mengangkat kepalanya dan menatap Keanu dengan pandangan tak percaya. Dia benar-benar tidak peka atau hanya pura-pura saja?! Dan dengan kesal Aster menjawab...


"Apa kau tidak sadar jika sudah membuatku kesakitan sampai kesulitan berjalan?!"


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2