Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Aku Kembali


__ADS_3

Aster melangkahkan kakinya menuju sebuah cahaya terang yang berada diujung barat sana. Hamparan luas sebuah taman yang ditumbuhi ribuan bunga begitu menyilaukan matanya. Dan cahaya terang yang dia lihat bukanlah sinar bulan apalagi matahari. Cahaya itu begitu terang, 1000 kali lebih terang dari cahaya lampu.


"Aster, aku mohon kembalilah!!"


Deggg...


Langkah kakinya terhenti setelah mendengar suara yang begitu familiar masuk dan bergaul di telinganya, Aster menoleh ke belakang dan dia tidak melihat siapapun. Kemudian dia menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah berharap menemukan keberadaan orang yang memanggilnya, tapi lagi-lagi dia tidak melihat keberadaan siapapun.


"Keanu," panggilnya lirih. Itu adalah suara Keanu, dan Aster tidak mungkin salah mengenali suara seseorang. Tapi dimana dia? Kenapa dia tidak bisa menemukan keberadaannya? Aster terus bertanya-tanya sambil terus mencari keberadaannya, tapi dia tetap tidak menemukannya.


"Aster,"


Dia lantas menoleh kebelakang setelah mendengar seseorang memanggil namanya. Kedua mata Aster tampak berkaca-kaca melihat seorang wanita yang sangat ia rindukan menatapnya dari kejauhan.


"Mama," dia berseru memanggilnya. Aster menyeka air matanya dan berlari menghampiri wanita itu yang ternyata adalah ibunya.


Tubuh itu terhuyung kebelakang karena pelukan Aster yang tiba-tiba. Wanita bermandikan cahaya putih itu tersenyum. "Putri Mama rupanya sudah besar, kau tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik."


"Mama, aku sangat merindukanmu. Pergi ke mana saja Mama selama ini? Bahkan datang ke mimpiku saja kau tidak pernah, apa Mama tahu jika aku benar-benar tersiksa tanpamu," ujar Aster sambil memeluk ibunya dengan erat.


"Maafkan Mama, Aster. Karena harus meninggalkanmu, Mama juga sangat merindukanmu. Tapi sekarang Mama sudah bahagia karena bisa berkumpul dengan nenekmu,"


"Kalau begitu bawa aku juga untuk ikut bersama kalian. Aku ingin berkumpul dengan Mama dan Nenek seperti dulu," mohon Aster, suaranya terdengar parau.

__ADS_1


Wanita itu menggelengkan kepala. "Maafkan Mama, Aster. Tapi Mama tidak bisa membawamu untuk ikut bersama kami, ada seseorang yang sedang menunggumu pulang. jadi kau tidak bisa ikut kami pergi."


Aster menoleh kearah cahaya, dia melihat seorang laki-laki sedang menunggunya. Laki-laki itu mengulurkan tangan padanya, namun Aster tidak melihat seperti apa rupanya, tetapi dia mengenali postur tubuhnya sampai akhirnya....


"Papa,"


"Ayo Nak, kita pulang. Suami dan putramu sudah menunggumu untuk pulang," orang itu yang ternyata adalah Tuan Jovan mengajak Aster untuk pulang. Benar sekali, dia tidak bisa pergi begitu saja dan meninggalkan mereka berdua.


Suara tangis bayi yang berdengung di telinganya membuat Aster semakin tidak ingin pergi. Dengan penuh keyakinan, Aster melangkah menuju cahaya dan menyambut tangan ayahnya yang menjemputnya untuk pulang. Pulang ketempat dimana seharusnya dia berada.


.


.


"Keanu,"


Keanu tersentak kaget mendengar suara familiar yang berkaur di telinganya. Sontak dia mengangkat kepalanya yang sebelumnya tertunduk, dan dia membelalakkan matanya melihat Aster telah membuka matanya.


"Aku kembali,"


Air mata Keanu jatuh bercucuran mendengar dua kata yang keluar dari bibir Aster. Rasa takut yang sebelumnya menekan dadanya dan membuatnya tidak bisa bernapas hilang seketika, dengan penuh haru dia memeluk istrinya itu.


"Terimakasih telah kembali untuk kami,"

__ADS_1


Epilog...


"Kakek, kami datang."


Tuan Jovan merentang kedua tangannya menyambut kedatangan sang cucu. Bocah laki-laki berusia lima tahun itu berlari dan langsung memeluk kakeknya setibanya dia didepan pria itu.


"Kau semakin berat saja, Kakek sampai hampir tidak kuat menggendongmu." Ucap Tuan Jovan seraya membawa sang cucu ke dalam pelukannya.


"Itu karena Mami memberiku banyak makanan dan minuman bergizi."


"Lalu dimana Mami dan Papimu? Kenapa kau datang hanya dengan diantar oleh sopir?" tanya Tuan Jovan, dia mencari keberadaan Aster dan Keanu.


"Mereka sedang pergi keluar negeri. Kata Mami dan Papi, Ken tidak perlu ikut karena bisa mengganggu mereka membuat anak lagi," jawab Ken dengan polosnya.


"Astaga, orang tuamu benar-benar keterlaluan. Kalau begitu Ken dengan kakek saja , ayo kita masuk."


"Hu'um. Kakek benar, Mami dan Papi memang sangat keterlaluan!!"


.


.


Selesai

__ADS_1


__ADS_2