
Aster membuka matanya dan mendapati dirinya terikat pada sebuah kursi usang disebuah ruangan gelap dan sedikit pengap.
Pandangannya menyapu ke segala penjuru arah , berharap dia bisa menemukan petunjuk tentang posisinya saat ini. Aster mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi padanya, sampai-sampai dirinya harus berakhir di tempat asing seperti itu.
Yang Aster ingat adalah, ia sedang jalan-jalan bersama Bibi Lee karena terlalu bosan berdiam diri terlalu lama di rumah. Dan kemudian ada sebuah mobil hitam yang tiba-tiba berhenti di depannya dan Bibi Lee. Dia orang menghampirinya lalu membiusnya, dan yang terlihat selanjutnya adalah semua menjadi gelap.
"Bibi Lee," Aster membulatkan matanya saat ia mengingat sesuatu, Bibi Lee!! Dia tidak melihat keberadaan wanita itu. "Bibi, kau dimana?" seru Aster, namun tak ada jawaban.
Aster pun menjadi sangat panik. Dia mencoba untuk melepaskan ikatan pada tubuhnya, namun tidak bisa. Ikatan itu terlalu kencang sehingga sulit untuk dilepaskan.
Cklekkk...
Suara decitan pintu dibuka seketika menyita perhatiannya. Aster menoleh kearah pintu dan mendapati seorang pria asing berjalan kearahnya. Dan ruangan dimana dirinya berada seketika menjadi terang setelah pria itu menyingkap gordennya.
"Oh , kau sudah sadar rupanya," ucap pria asing itu seraya menghampiri Aster.
"Kau ini siapa? Dan apa yang kau lakukan padaku?!" tanya Aster meminta penjelasan.
"Siapa aku, itu tidak penting sama sekali. Karena yang terpenting adalah alasan kau berada disini. Asal kau tahu saja, aku Dan Keanu sudah lama berseteru. Kami memiliki dendam pribadi, dan itulah alasanmu berada di sini." ujar pria asing itu.
"Jika masalahmu dengannya, lalu kenapa kau malah melibatkan diriku? Karena aku tidak memiliki masalah denganmu!!"Aster menatap pria itu dengan tajam.
"Kau memang tidak memiliki masalah denganku, tapi kau adalah orang yang penting baginya, dan tentu saja aku akan menggunakan-mu sebagai alat untuk menghancurkannya!!" ujar pria itu.
Aster tersenyum sinis. "Itu tidak akan ada gunanya, karena aku sama sekali bukan orang yang penting untuknya. Jadi lepaskan aku sekarang juga!!" pinta Aster menuntut.
"Kau pikir aku akan percaya pada kata-katamu itu? Cepat atau lambat dia akan datang, karena jika tidak, dia akan kehilangan kalian berdua. Kau dan juga bayi di dalam perutnya!!"
Aster mengepalkan tangannya. "Jangan macam-macam apalagi berusaha untuk menyakiti anak ini, karena aku tidak akan tinggal diam!! Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya sedikit pun, apalagi menyakitinya. Jika kau berani melakukannya, jangan salahkan aku jika tidak segan-segan padamu!!" Aster menatapnya dengan tajam dan berbahaya.
"Bahkan jika nyawanya berada di ujung tanduk. Aster tetap tidak akan membiarkan siapapun menyakiti anak di dalam perutnya. Dan jika ada yang berani melakukannya, aku akan menyingkirkan orang itu dengan tanganku sendiri!!" ya, Aster pasti akan melakukan apapun untuk melindungi anaknya, bahkan jika harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Pria itu menyeringai dan menatap Aster dengan sinis. "Sebaiknya simpan saja tenagamu, kau tidak perlu membuang banyak energimu hanya untuk melawanku!!" ucap Pria itu lalu beranjak dari hadapan Aster.
"Dimana pelayanku?" seru Aster dan menghentikan langkah pria itu.
"Aku tidak tau. Mungkin saja dia sudah kembali ke kediaman suamimu!!" ucapnya dan pergi begitu saja.
Aster menggigit bibir bawahnya. Dia mencoba menahan isakannya. Apakah Aster merasa takut? Maka jawabannya adalah iya, namun bukan nyawanya sendiri yang ia cemaskan, melainkan keselamatan janin di dalam perutnya.
Dan dia hanya berharap pada Keanu. Jika dia memang peduli pada calon anak mereka, pasti Keanu akan datang untuk menyelamatkannya. Dan jika Keanu tidak datang, Aster sudah tidak tau lagi.
.
.
Doorr....
Doorr...
__ADS_1
Doorr...
Tembakan beruntun yang dilepaskan oleh seseorang mengejutkan beberapa pria bersenjata yang sedang duduk mengelilingi api unggun. Tiga dari mereka tumbang karena terjangan timah panas yang di lepaskan oleh orang misterius, tidak terlihat siapa pelakunya, membuat sepuluh orang yang tersisa menjadi was-was.
"Siapa itu? Keluar kau pengecut, tunjukkan dirimu!!" teriak salah seorang dari kesepuluh orang itu. Namun tak ada respon. Orang itu tetap tidak muncul. Mereka pun membentuk formasi melingkar.
Dorr....
Dorr...
Tembakan kembali di lepaskan kearah orang-orang itu. Dua orang tumbang dan menyisakan delapan orang. Seorang pria muncul dari dalam kegelapan. Wajah tampannya tak menunjukkan ekspresi apapun, dingin dan datar.
"Sial!! Jadi kau pelakunya. Apa yang kalian tunggu? Cepat maju dan habisi pria itu!!" perintah salah seorang dari mereka yang masih tersisa.
Perkelahian pun tak bisa terhindarkan lagi. Yang awalnya hanya berjumlah delapan orang saja, sekarang menjadi puluhan setelah rekan-rekan mereka datang. Salah satu dari mereka segera berlari ke dalam untuk melaporkan kedatangan pria itu pada bosnya. Karena orang itu, adalah orang yang sedari tadi ditunggu olehnya.
Dobrakan pada pintu mengejutkan beberapa pria yang sedang bermain kartu di dalam ruangan. Kemudian pria itu menghampiri satu-satunya orang yang tidak ikut andil dalam permainan. Dia duduk sendirian sambil menikmati minumannya.
"Bos, dia sudah datang dan membuat kekacauan di luar. Orang itu berhasil menumbangkan orang-orang kita dalam hitungan menit saja,"
Gerakan tangan pria itu yang hendak menuangkan wine ke dalam gelasnya yang telah kosong terhenti begitu saja. Kemudian dia mengangkat wajahnya, dan menatap pria di hadapannya.
"Kau yakin dia benar-benar orang itu?" ucapnya memastikan.
"Ya, Bos. Dia benar-benar orang itu, dan ia datang sendirian." Ucapnya.
"Baik, Bos."
Pria itu menyeringai. "Xiao Keanu , saatnya pembalasan. Aku akan mengambil apa yang dulu pernah kau ambil dariku dengan kejam. Kau... Harus merasakannya juga!!"
.
.
Suara tembakan dan keributan yang terjadi di luar sedikit mengejutkan Aster. Dia tidak tahu apa yang terjadi di luar sana, mungkin saja polisi datang untuk menyelamatkannya, tetapi Aster tidak begitu yakin.
Dia ingin sekali melihat keluar, untuk melihat Siapa yang datang. Namun hal itu mustahil ia lakukan mengingat jika saat ini tubuhnya sedang terikat, dan membuatnya tidak bisa bergerak 1 inci pun.
"Kau sangat beruntung. Dia benar-benar datang menyelamatkanmu!!"
Deggg...
Aster tersentak kaget setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh pria yang berjalan menghampirinya itu. Sontak ia menoleh dan menatap pria itu dengan penuh tanya.
"Maksudmu apa?"
"Xiao Keanu, dia benar-benar datang untuk menyelamatkanmu. Iblis tak berhati itu, ternyata memiliki rasa peduli yang sangat besar padamu. Tapi baguslah, dengan begitu kau bisa menyaksikan suami tercintamu itu binasa di tanganku!!" pria itu menggelapkan tangannya dengan smrik tipis disudut bibirnya.
Tak ada tanggapan dari Aster, rasanya dia tidak percaya mendengar apa yang pria itu katakan. Apa dia tidak salah bicara? Keanu datang menyelamatkannya, lalu apakah yang membuat keributan di luar itu adalah dia? Dalam hatinya Aster terus bertanya-tanya.
__ADS_1
BRAKK...
Dan dobrakan keras pada pintu, mengejutkan semua orang termasuk Aster. Pupil mata wanita itu membelalak sempurna saat melihat Siapa yang datang. "Keanu," serunya lirih. Matanya terkunci pada mata pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Keanu.
Melihat kondisi Aster membuat Keanu sangat marah. "Bajingan , apa yang kau lakukan padanya? Cepat lepaskan dia, atau ku habisi kalian semua!!"
"Xiao Keanu, lama tidak bertemu. Ternyata kau tetap saja arogan dan tidak sabaran. Santai bung, wanitamu baik-baik saja begitupun dengan bayi di dalam perutnya, setidaknya untuk saat ini." Ujar pria berkacamata dalam balutan jas tersebut.
"Jack Long, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?" Keanu menatap pria itu 'Jack' dengan marah.
Jack menyeringai. "Kematianmu!!"
"Mimpimu terlalu tinggi. Sebaiknya perintahkan semua anak buahmu untuk maju menghadapiku. Jangan menjadi pengecut!! Maju kalian semua!!" pinta Keanu menantang.
"Stop, Keanu!! Memangnya siapa yang mengizinkanmu untuk melawan anak buahku lagi. Dan kau jangan macam-macam, atau mereka berdua akan mati!!" teriak Jack dan menghentikan gerakan Keanu yang hendak memukul anak buahnya.
Sontak Keanu menoleh, kedua matanya membelalak sempurna melihat sebuah pistol dan balok kayu mengarah pada kepala dan perut Aster. Aster menggeleng, wanita itu berlinangan air mata.
"Keanu, jangan pedulikan aku!! Kau harus bisa menyelamatkan dirimu sendiri, jangan sampai kau menjadi korban hanya karena diriku." mohon Aster dengan wajah penuh air mata.
"Diam!! Memangnya siapa yang memintamu untuk bicara. Jika sampai mati, lalu bagaimana dengan anak itu? Aku tidak ingin sampai kehilangannya!!" Keanu menatap Aster dengan dingin dan tajam.
Jack menyeringai dan menatap Keanu dengan sinis. "Jadi yang berharga untukmu hanya anak itu. Baiklah, kalau begitu biar dia saja yang aku ambil darimu. Dan kematian wanita ini sebagai bonus kecil dariku!!"
Dorr...
Keanu melepaskan tembakannya pada tangan Jack dan membuat balok kayu ditangannya jatuh menghantam kakinya. "Aaarrkkhh," dan berteriak kesakitan. "Keanu, kau benar-benar cari mati ya?!" teriaknya marah.
Beberapa anak buah Jack sama-sama menyerang Keanu, keanu yang sendirian dikeroyok oleh mereka yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang. Pukulan, tendangan, dan tembakan mewarnai perkelahian itu.
Setengah dari mereka berhasil Keanu tumbangkan, melihat anak buahnya mulai berjatuhan membuat Jack menjadi sangat panik. Jika hanya mereka berlima, pasti bisa ditumbangkan dengan mudah olehnya. Jack pun memutar otaknya, mencari cara untuk melumpuhkan pria itu.
"KEANU, HENTIKAN!!" teriak Jack dengan lantang. "Apa kau lupa jika tangan mereka berdua ada di tanganku. Jika kau berani melawan lagi, akan ku habisi mereka berdua!"
"Keanu!!" Aster menjerit histeri saat melihat salah satu dari mereka memukul Keanu di bagian kepalanya, membuat darah segar seketika memenuhi sisi wajahnya. Dan disusul dengan pukulan-pukulan lainnya. "Keanu, aku mohon jangan hiraukan aku!! Jangan biarkan mereka menyakitimu lagi, Keanu bangun, cepat bangun!!" teriak Aster dengan histeris.
Tubuh Keanu dipukuli dengan brutal. Dia memilih tak melawan karena itu hanya akan membahayakan nyawa Aster dan juga janin di dalam perutnya. Jack tertawa dengan keras, dia sangat puas melihat Keanu dihajar seperti itu. Tidak, dia masih belum puas.
"Hahaha!!" Jack tertawa kencang. "Keanu, kali ini aku akan membuatmu membayar apa yang telah kau lakukan pada kakakku. Kakimu, tanganmu, matamu, semua milikku sekarang. Dan pertama-tama akan aku mulai dari matamu, setelah aku mengambil kedua matamu, baru aku lanjutkan kebagian lainnya."
"KEANU, TIDAK!!"
"Arrrkkkhhh!!!"
.
.
Bersambung.
__ADS_1