Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Cepat Menikah


__ADS_3

"Celine, kapan kau dan Ken akan menikah?" sebuah pertanyaan terlontar dari bibir Aster. Dia ingin Celine dan Ken segera menikah lalu memberinya cucu yang cantik dan lucu.


Celine menggeleng. "Aku Sendiri tidak tahu, Ma. Ken Gege, bilang akan menikahi ku dalam waktu dekat. Tepatnya kapan kami belum membicarakannya lagi." Jawab Celine.


Aster menghela napas. "Anak itu benar-benar, ya!!" dia kesal sendiri karena Ken tidak sat set dalam urusan satu itu. "Apa dia tidak peka sama sekali kalau Mama sangat mendambakan seorang cucu? Benar-benar anak yang tidak berbakti pada orang tua!!" geram Aster marah.


Celine mendengus geli. Meskipun usianya sudah kepala empat, terkadang Aster masih terlihat seperti bocah jika sedang kesal dan marah. Dan ketika marah bukannya terlihat menyeramkan, Ibunya itu malah terlihat menggemaskan.


"Ma, kau tenang saja, biar aku membicarakan masalah ini dengan, Gege. Berapapun cucu yang kau inginkan, akan kami kabulkan. Tapi bisakah sekarang kita pergi cari makan, aku lapar." Rengek Celine sambil memegangi perutnya yang keroncongan.

__ADS_1


Alhasil sebuah jitakan mendarat mulus di kepala Celine. Siapa lagi pelakunya, jika bukan ibunya. Kemudian Aster membawa Celine pergi ke cafe langganan keluarganya. Bukan hanya Celine yang lapar, tetapi Aster juga. Cacing-cacing dalam perutnya sudah berteriak minta segera diisi.


xxx


Sebuah pintu kaca terbuka lebar secara Otomatis kala Dua pria berbeda usia dengan kadar ketampanan dan berbeda tinggi melangkah masuk kedalam Gedung megah salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan. Zhang Empire.


Semua mata tertuju pada kedua pria tersebut. Dengan tanpa di perintah semuanya menundukkan kepala kala Dua pria itu lewat di hadapan mereka. Decak kagum tak hentinya terdengar dari mulut mereka. Bahkan tak sedikit yang melemparkan pandangan iri untuk keduanya. Yah siapa yang tak kagum sekaligus iri melihat kedua pria tersebut.


Dan di sebelahnya, pria setengah baya yang ketampanannya tak lekang oleh waktu. Yang memiliki pandangan tajam dan terfokus, terkenal tegas dan bijaksana. Ya, dia adalah Keanu Xiao. CEO utama di perusahaan ini.

__ADS_1


Keduanya berjalan beriringan dengan obrolan yang menyelingi disela-sela langkah mereka berdua. "Ken, kapan kau akan menikahi Celine? Mamamu sudah ngebet supaya kalian berdua segera menikah. Mama dan Papa sudah semakin tua dan kami ingin segera menimang Cucu. Jadi segerakan saja dan jangan ditunda-tunda," pinta Keanu pada Ken.


"Aku memang berencana untuk menikahinya dalam waktu dekat ini, Pa. Mungkin akhir bulan ini, lagipula persiapannya juga telah mencapai 96%, jadi tidak ada alasan untuk ditunda terlalu lama." Jawab Ken.


Keanu mengangguk setuju. "Ya, karena lebih cepat lebih baik.Kau seperti tidak mengenali Mamamu saja, jika memiliki keinginan dan tidak segera dikabulkan maka akan marah dan uring-uringan nya bisa sampai tujuh hari tujuh malam. Jadi pikirkan lagi." Keanu mencoba memberikan nasehat. Dia benar-benar tidak ingin menjadi pelampiasan kemarahan dan kekesalan Aster.


"Ya, akan aku bahas tentang masalah ini dengan, Celina." Ken menganggukkan kepalanya. Dia tidak ingin menunda pernikahannya dan membuat kecewa ibunya. Apalagi sudah lama dia mendambakan seorang cucu. Dan jika bukan dirinya, lalu siapa lagi yang akan mengabulkannya?! pikir Ken.


"Baguslah kalau begitu. Kita berpisah di sini." Ucap Keanu dan di balas anggukan oleh Ken. Keduanya pergi ke ruangan masing-masing.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2