
DUA PULUH TAHUN KEMUDIAN....
xxx
Sebuah Lamborghini Aventador melaju kencang pada jalanan Kota yang lengang. Ini sudah hampir tengah malam, jadi wajar jika keadaan jalanan mulai sepi. Mobil itu di kendarai oleh seorang lelaki tampan namun minim ekspresi, Ken Xiao. Itulah nama lelaki tampan tersebut.
Setelah hampir dua puluh limat menit berkendara. Mobil mewah tersebut tiba di sebuah mansion mewah yang memiliki tiga lantai, Ken keluar dari mobilnya dan melenggang memasuki bangunan berlantai tiga tersebut.
Setibanya di dalam rumah, Ken dikejutkan dengan keberadaan seorang wanita setengah baya yang sedang menunggu kepulangannya. "Ma, kenapa Mama belum tidur dan apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ken pada wanita tersebut.
Sontak wanita itu menoleh. "Ken, akhirnya kau pulang juga. Apa kau tahu bagaimana Mama sangat mencemaskan mu." kedatangannya disambut omelan oleh wanita setengah baya tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Aster.
Ken mengambil nafas panjang dan menghelanya. "Kenapa harus menungguku? Bukannya Mama tahu kalau aku lembur lagi malam ini, lalu di mana Papa? Apa dia juga belum pulang?"
"Dia sudah pulang sejak sore tadi. Ya sudah sebaiknya cepat mandi, ganti pakaianmu kemudian tidur. Tapi kau sudah makan malam kan?" tanya Aster memastikan. Ken menganggukkan kepala. Kemudian dia beranjak dari hadapan sang ibu dan pergi begitu saja.
__ADS_1
Aster memang selalu mencemaskan putranya tersebut. Apalagi Ken adalah putra satu-satunya yang dia miliki. Keanu melarang Aster untuk memiliki anak lagi karena dia masih trauma saat hampir kehilangan dia ketika melahirkan putra mereka satu-satunya, yakni Ken.
Usia Ken saat ini sudah menginjak dua puluh lima tahun. Dia memimpin dan menjabat sebagai CEO di cabang perusahaan utama.
Sebenarnya Keanu menginginkan Ken menggantikan posisinya dan menjadi CEO di perusahaan utama, tetapi dia menolaknya dan memilih menjadi pemimpin di perusahaan cabang.
Suara dering pada ponselnya sedikit menyita perhatian Ken, lelaki itu urungkan niatnya untuk masuk ke kamar mandi. Dia penasaran Siapa yang menghubunginya di tengah malam begini.
Nomor asing.
xxx
Keanu menoleh setelah mendengar suara pintu dibuka dari luar. Terlihat Aster memasuki kamar mereka dan menghampiri Keanu yang sedang memeriksa laporan di laptopnya.
"Ken, sudah pulang?" tanya Keanu memastikan.
__ADS_1
Aster mengangguk. "Dia baru saja pulang," dan menjawab singkat.
"Ini sudah larut malam, sebaiknya kau segera tidur. Jangan sampai kau jatuh sakit hanya karena kurang tidur. Lagipula Ken bukan anak kecil lagi, kenapa musti harus di tunggu sampai larut malam begini?!"
Aster menoleh dan menata Keanu dengan sebal. "Memangnya kenapa kalau dia bukan anak kecil lagi? Di mataku dia tetaplah anak kecil yang harus selalu diperhatikan. Dan sebelum dia menikah serta memiliki pasangan, bagiku Ken tetaplah anak kecil. Jadi jangan kebanyakan protes tentang perhatianku padanya, mengerti!!" ujar Aster panjang lebar.
Keanu menghela napas. Jika sudah menyangkut tentang Ken, Aster tidak mau kalah.
Jangankan untuk memarahinya, menegurnya saja dia tidak akan berani karena Aster selalu membelanya. Dan bisa-bisa terjadi perang dunia ke-2 jika Keanu sampai berani memarahi apalagi mengomeli Ken, karena Aster akan berdiri di garda terdepan untuk membela putra mereka.
"Baiklah, aku tidak akan bicara lagi. Aku salah, aku minta maaf." Ucap Keanu penuh sesal.
Meminta maaf adalah jalan terbaik untuk terbebas dari masalah, mengalah dan meminta maaf adalah satu-satunya jalan Terbaik untuk mencegah perdebatan panjang dan melelahkan..
Bersambung
__ADS_1