
"Aaahhh..."
Langkah Celine terhenti ketika keningnya tanpa sengaja bertubrukan dengan punggung bidang milik Ken. Lelaki itu tiba-tiba berhenti saat merasakan getaran pada ponselnya. Nada protes Celine layangkan padanya.
"Ge, kenapa tiba-tiba berhenti? Kau sengaja ingin membuat kepalaku benjol, ya?!" keluh Celine sambil menatap Ken dengan kesal.
Ken menoleh ke belakang dan menatap Celine dengan pandangan datar. "Siapa suruh kau berjalan di belakangku?!" tidak terima disalahkan, Ken berbalik menyalahkan Celine.
Gadis itu merengut kesal. "Ge, kau sangat menyebalkan. Harusnya kau minta maaf dan berkata seperti ini 'Celine, yang cantik dan anggun. Maaf ya, Gege tidak sengaja' Begitu ... Bukannya malah bersikap menyebalkan!!" ujar Celine panjang lebar.
Ken mendecih dan menatap gadis di depannya ini dengan kesal. Sepertinya Ken harus terbiasa melewati hari-harinya dengan buruk, kedatangan Celine benar-benar merubah hidupnya. Bukan menjadi lebih baik, tetapi menjadi lebih buruk.
Celine terlonjak kaget saat merasakan Ponsel miliknya tiba-tiba berdering. Nama Rania menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Penasaran kenapa sahabatnya menghubunginya, Celine pun segera menerima panggilan tersebut.
"CELINE, KAU DI MANA? APA KAU TAHU AKU HAMPIR GILA MENCARI MU!!!"
Buru-buru Celine menjauhkan bangsanya dari telinganya setelah mendengar teriakan Rania. Hampir saja tergenang telinganya jebol karena ulah sahabatnya tersebut. "YAKKK!!" dan sekarang giliran Ken yang terlonjak oleh teriakan Celine.
"Apa-apaan kau ini? Apa kau sengaja Ingin membuatku jantungan?!" omel Ken dengan nada sedikit meninggi, lagi-lagi Celine membuatnya kesal dan sekarang mereka berdua menjadi pusat perhatian.
Alih-alih tersinggung dengan bentakan Ken, Celine malah tersenyum tanpa dosa. Dia tidak merasa bersalah sedikitpun pada kakak angkatnya tersebut, Celine merasa jika dirinya memang tidak bersalah pada Ken.
"Hehehe ... Maaf, Ge. Jangan salahkan aku tapi Rania, dia yang mengejutkanku lebih dulu. Jika dia tidak berteriak aku juga tidak akan balas teriak." Ucap Celine membela diri. Dia tidak mau di salahkan oleh Ken.
Ken mengambil nafas panjang dan menghelanya. Sejenak dia menutup matanya dan membukanya kembali. "Celine, sebaiknya kau pulang saja. Kebetulan aku tidak sedang membutuhkan asisten apalagi sekretaris, jadi.pulanglah!!" pinta Ken. Sebisa mungkin dia menahan emosinya agar tidak meledak karena ulah Celine.
__ADS_1
"YAKK!! KENAPA KAU MALAH MENGABAIKAN KU?!"
Sekali lagi Celine menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Bagaimana dia bisa melupakan panggilan Rania yang masih tersambung. "Maaf maaf maaf, tadi kau bilang apa?" tanya Celine.
Di seberang sana Rania menghela napas. "Di mana kau sekarang? Apa kau tahu aku sangat mencemaskan keadaanmu. Aku tadi menyusul mu ke toilet tapi kau sudah tidak ada. Di mana kau sekarang?" tanya Rania memastikan.
"Aku ada di perusahaan milik keluargaku. Nanti lagi ya, aku masih sibuk. Bye bye," Celine mengakhiri panggilan itu begitu saja. Dia menoleh dan Ken sudah menghilang dari pandangannya. "Eh, kemana perginya kelas 2 pintu itu?" gumam Celine kebingungan.
Gadis itu menghela nafas. Rupanya Ken meninggalkannya, dan dia sudah memperkirakan akan seperti ini. Tetapi Celine tidak mau terlalu ambil pusing. Gadis itu berbalik badan dan melenggang pergi. Lebih baik melakukan hal-hal menyenangkan dibandingkan harus mengintili kulkas sepuluh pintu seperti Ken, karena terlalu lama di dekatnya bisa-bisa Celine malah mati membeku.
xxx
Pesawat yang membawa mereka baru saja mendarat di Bandara internasional Beijing. Aster dan Keanu pergi ke China selama beberapa Minggu. Selain ingin berlibur, mereka juga ingin memberikan ruang pada Ken dan Celine untuk lebih dekat. Aster memberikan sebuah tanggung jawab pada Ken untuk menjaga sang adik.
"Kita langsung ke Villa atau jalan-jalan dulu?" tanya Keanu pada wanita yang duduk di sampingnya.
Keanu mengangguk. "Baiklah kalau begitu." Dia memberi perintah pada supir yang menjemputnya supaya putar balik, awalnya Keanu hendak membawa Aster jalan-jalan tetapi tidak jadi.
xxx
Jam dinding baru menunjuk angka 19.00 ketika Ken tiba di rumah. Lelaki itu mengerutkan dahinya melihat rumah dalam keadaan sepi, tidak terlihat batang hidung ayah ataupun ibunya yang biasanya selalu menyambut kepulangannya. membuat Ken bertanya-tanya kemana perginya mereka berdua.
Suara derap langkah kaki seseorang yang datang berkarir di telinga Ken. Lelaki itu menoleh dan mendapati Celine menuruti tangga dan berjalan menghampirinya.
"Ge, pasti kau pencari Mama dan Papa, kan? Mereka berdua tidak ada karena Mama dan Papa sedang pergi ke luar negeri. Mereka berangkat siang tadi ke China. Mama, bilang sekitar satu bulan di sana dan selama mereka tidak ada kau yang harus menjagaku. Dan Mama juga meninggalkan pesan untukmu," Ujar Celine menuturkan.
__ADS_1
"Ke luar negeri?" Ken mengulangi kata-kata Celine. Gadis itu menganggukkan kepala. "Tapi Kenapa mereka tidak memberitahuku sebelumnya jika hendak pergi ke luar negeri?" ucap Ken dengan bingung.
Celine mengangkat bahunya. "Entah, aku sendiri tidak tahu. Mungkin karena perginya mendadak, makanya mereka tidak sempat memberitahu." Jawab Celine menimpali.
Ken menghela napas. Dibandingkan harus menjaga Celine, Ken lebih rela lembur setiap hari di perusahaan. Setiap hari melihat wajah orang yang tidak dia sukai membuat Ken merasa muak dan sebal.
Yang menjadi pertanyaannya apakah Ken benar-benar tidak pernah menyukai Celine sama sekali?! Entah, karena hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.
"Ge, mau ke mana? Aku belum selesai bicara,"seru Celine melihatkan Ken yang pergi begitu saja. Namun tidak ada jawaban apalagi tanggapan dari lelaki itu. Ken diam tanpa berniat menjawab pertanyaan Celine.
Celine menghela napas. Dia tidak tahu kapan sikap Ken akan berubah dan melunak padanya. Celine sangat berharap hubungan mereka bisa membaik layaknya kakak dan adik yang sebenarnya. Meskipun kemungkinannya sangat kecil, namun Celine tetap mengharapkannya.
.
.
"Celine, apa yang kau lakukan di kamarku?" Ken terkejut bukan main saat keluar kamar mandi dan mendapati Celine yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya. "Turun dari sana dan keluar!!" perintah Ken menuntut.
Gadis itu menggeleng. "Tidak mau!! Ge, apa Kau melupakan pesan Mama dan Papa? Dia memintamu supaya menjagaku, itu artinya mulai malam ini sampai satu bulan ke depan aku akan numpang tidur di sini. Jadi kau tidur di sofa karena tempat tidurmu akan aku tempati mulai malam ini." Ujar Celine.
"Tidak bisa!! Sebaiknya Kau turun sekarang juga dan tinggalkan kamar ini. Jangan membuatku semakin emosi!!" geram Ken dengan nada rendah.
Celine menggeleng. "Sekali tidak tepat tidak!! Mama dan Papa juga tidak keberatan aku numpang tidur di kamarmu. Mereka malah mengijinkannya karena itu demi keamananku juga." Celine tidak mau kalah.
Ken menghela napas untuk kesekian kalinya. Dari pada harus berdebat dengan Celine , lebih baik mengalah. Karena berdebat dengannya tidak ada habisnya.
__ADS_1
xxx
Bersambung