
Celine mematikan televisi dan mendecih sebal. Lagi-lagi infotainment memanas dengan pria itu, bajingan gila yang telah mengkhianati dirinya dan meninggalkannya begitu saja.
Pernahkah Celine memiliki hubungan spesial dengan seseorang? Maka jawabannya pernah, saat berada di luar negeri, Celine dua kali menjalin hubungan, namun kedua-duanya kandas.
Hubungan pertamanya gagal karena kekasih Celine hendak di jodohkan dengan wanita lain, sedangkan hubungan keduanya kandas karena dia ingin fokus pada karirnya. Dia mengakhiri hubungan yang sudah lama terbina, dan hal itulah yang membuatnya kesal setengah mati pada pria itu.
"Kenapa malah di matikan televisinya? Mama, kan ingin melihat infotainment." Seru Aster sekembalinya dia dari dapur.
Celine menggeleng. "Mama, tidak perlu melihatnya. Karena semua acaranya tidak ada yang menarik dan sangat membosankan!!" jawab Celine menegaskan.
"Membosankan bagaimana? Jelas-jelas acaranya sangat menarik, kau tidak tahu saja jika aktor muda dan berbakat yang sedang naik daun telah kembali ke negeri tercinta kita ini. Dia adalah idola, Mama. Untuk itu Mama tidak bisa melewatkannya," ujar Aster tak mau kalah.
Celine menatap Ibunya dan mendecih sebal. "Cih, memangnya apa sih hebatnya dia, sampai-sampai banyak orang yang sangat tergila-gila padanya?! Jelas-jelas masih banyak aktor hebat yang lebih-lebih segalanya dari dia, kenapa harus orang seperti itu yang Mama idolakan?!" ujar Celine sambil menatap ibunya dengan kesal.
Aster menatap putrinya itu dengan tatapan penuh selidik. dia yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Celine, Karena jika tidak, tidak mungkin dia bersikap seperti itu. Aster benar-benar yakin ada sesuatu, yang membuat Celine sangat membenci aktor tersebut
"Sebenarnya ada apa denganmu ini, kenapa kok seksi sekali saat Mama membahas tentang, Park Minho? Bukan hanya Mama saja yang tergila-gila padanya, tapi masih banyak lagi wanita muda dan dewasa yang sangat menyukainya." Ujar Aster.
"Menurutku dia sangat payah, lihat aja bukan menyebalkannya itu, jelas-jelas dia hanya mengembangkan senyum palsu untuk menarik perhatian dan mendapatkan lebih banyak penggemar!!" tutur Celine.
Dia benar-benar tidak habis pikir dengan ibunya, memang apa hebatnya Park Min Ho itu sampai-sampai dia begitu tergila-gila padanya, jelas-jelas tidak ada yang istimewa padanya, tapi kenapa dia begitu terkenal dan memiliki fans yang sangat banyak.
Aster menoleh dan menatap putrinya itu dengan penuh selidik. Membuat Celine merasa tidak nyaman karena diperhatikan seperti itu.
"Apa? Kenapa Mama menatapku seperti itu?" tanya Celine kebingungan.
__ADS_1
"Mama, mencium ada aroma udang di balik batu. Karena tidak mungkin kau membencinya tanpa sebab, pasti ada sesuatu. Jangan-jangan kau ditolak ketika ingin meminta tanda tangan dan berfoto bersamanya?" tebak Aster asal.
"Ck, tentu saja bukan. Lagipula aku bukanlah tipe wanita aneh yang rela berdesak-desakan dan berteriak seperti orang gila hanya demi tanda tangan dari artis bajakan sepertinya. Dan asal Mama tahu saja, aku memiliki dendam kesumat pada manusia jelek itu!!" ujar Celine.
Sementara itu. Keanu dan Ken yang baru pulang bekerja hanya bisa mendengus dan menghela nafas melihat perdebatan itu dan anak tersebut. Meskipun mereka sama-sama tidak tahu permasalahannya, tapi tetap saja pemandangan tersebut sangat menggelikan.
Kemudian ayah dan anak tersebut menghampiri mereka berdua, sepertinya belum menyadari kepulangan Ken dan Keanu. Sampai sebuah suara masuk dan bergaul di telinga Ibu dan anak tersebut.
"Sebenarnya apa yang kalian berdua ributkan? Kenapa heboh sekali?" tegur Keanu sambil menatap mereka berdua penasaran.
"Kalian sudah pulang?" alih-alih menjawab pertanyaan Keanu, Aster malah balik bertanya sambil bangkit dari duduknya. kemudian dia mengambil alih tas kerja yang berada di tangan suaminya.
Keanu mengangguk. "Kalian heboh sekali, memangnya apa yang sedang kalian ributkan?" Keanu kembali bertanya karena belum mendapatkan jawaban dari Aster.
lalu pandangan Aster bergulir pada Celine. "Tuh, kau tanyakan saja pada Putri kesayanganmu itu. Bisa-bisanya dia menyebut jika idolaku sebagai jelek dan sebagainya. Aku sendiri tidak tahu dendam kesumat apa yang dia miliki padanya, sampai-sampai Celine sangat membencinya." Terang Aster.
Sontak Aster menoleh. "Memangnya apa?" dia bertanya dengan nada meremehkan.
"Dia adalah bajjingan gila yang meninggalkanku begitu saja demi mengejar karirnya, dia mencampakkan aku setelah hubungan kami berjalan selama bertahun-tahun, bajjingan gila itu adalah mantan kekasihku!!" jawab Celine dan membuat pupil mata Aster membulat sempurna.
"Apa?! Dia mantan kekasihmu?!" kaget Aster setelah dengar apa yang baru saja dikatakan oleh Celine. Gadis itu mengangguk.
"Ya, dan dia adalah orang yang membuatku menderita batin selama satu tahun, dan alasan kuat Kenapa aku tidak mau menjalin hubungan percintaan lagi dengan laki-laki." tutur Celine menjelaskan.
Aster menghampiri putrinya dan memeluknya dengan sangat erat. "Astaga sayangku, maafkan Mama. Mama, benar-benar tidak tahu jika dia adalah mantan kekasihmu dan orang yang sudah mencampakkan. Jika tahu begitu, Mama tdiak mengidolakan dia. Mama, benar-benar minta maaf, Sayang." Ujar Aster , Dia sangat menyesali perdebatannya dengan Celine tadi. Keanu dan Ken mendengus dan menggelengkan kepala.
__ADS_1
Mengabaikan ibu dan anak tersebut. Ken dan Keanu meninggalkan mereka berdua dan pergi ke kamarnya untuk membersikan badannya yang terasa lengket dan kurang nyaman. Mereka berpisah dan pergi ke kamar masing-masing.
.
.
Celine menghampiri Ken di kamarnya. Namun kamarnya tampak legang dan kosong, tidak terlihat sosok Ken di sana. Celine menyapukan pandangannya dan tidak menemukan Ken di manapun, sampai akhirnya dia mendengar suara gemercik air dari arah kamar mandi, yang membuatnya sangat yakin jika sang kakak berada di sana.
Gadis itu masuk tanpa menunggu persetujuan dari Ken. Karena meminta ijin pun percuma saja, toh orangnya juga tidak ada. Celine duduk di tepian kasur Ken, ada sesuatu yang menarik perhatiannya, yakni sebuah sebuah buku kecil berwarna biru laut yang terletak di samping bingkai foto Ken saat masih remaja.
Celine tampak terkejut ketika membuka buku tersebut. "Eh, bukankah ini aku? Kenapa Ken Ge bisa menyimpan foto-fotoku ketika masih kecil?" ucapnya terheran-heran. Kemudian Celine membuka lagi halaman demi halam di buku tersebut. 'My First Love' tepat diatas foto dirinya saat remaja. Itu adalah foto sebelum Celine berangkat sekolah ke luar negeri.
Sungguh sangat mengejutkan saat dia mengetahui jika dirinya adalah cinta pertama Ken, tapi anehnya kenapa dia selalu bersikap dingin dan seolah-olah membencinya, jika sebenarnya diam-diam lelaki itu menyukainya? Mungkinkah dia mencoba menyembunyikan perasaannya di balik sikap dingin dan menyebalkannya? Celine benar-benar tidak menduga.
Buru-buru dia meletakkan kembali buku tersebut di tempat semula saat mendengar suara decitan pada pintu. Celine menoleh dan mendapati Ken keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk dan bertellanjang dada.
"Celine, apa yang kau lakukan di sini?" kaget Ken saat menemukan keberadaan Celine di kamarnya.
Gadis itu menggeleng. "Tidak ada. Ge, sebaiknya segera pakai pakaianmu sebelum kau masuk angin. Aku keluar dulu." Celine memberikan senyum terbaik pada Ken lalu melenggang pergi.
Ken memicingkan matanya melihat sikap gadis itu yang terlihat sedikit aneh. Lalu pandangannya bergulir pada buku kecil di atas nakas samping tempat tidurnya. "Mungkinkah dia sudah melihat dan membacanya?" dia bergumam pelan. Ken menggeleng. Dia yakin jika Celine tidak melihat apa-apa.
Kemudian dia pergi ke walk in closed untuk mengambil pakaiannya. Karena semua pakaian dan barang-barangnya tersimpan di sana.
....
__ADS_1
Bersambung