Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Anda Harus Berhati-Hati


__ADS_3

Aster membuka matanya dan mendapati tempat tidur di sampingnya telah kosong. Dan ketika dia menyentuhnya, tempat itu terasa sedikit dingin yang menandakan jika Keanu sudah bangun sejak beberapa saat yang lalu.


Kemudian Aster beranjak dari berbaring yang lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian Aster keluar dari kamar mandi, setelah berpakaian lengkap dan berhias, kemudian gadis itu melenggang keluar meninggalkan kamarnya.


Aster pergi ke lantai satu. Dan kedatangannya disambut oleh seorang pelayan. "Nyonya, saya adalah Bibi Lee, dan tugas saya adalah melayani Anda."


"Halo, Bibi. Jangan begitu. Aku tidak perlu dilayani, dan bisakah kau tidak usah bersikap sungkan padaku. Kau bisa memanggilku Aster, tanpa embel-embel Nyonya." Ucap Aster. Dia merasa tidak enak dan tidak terbiasa di perlakukan secara istimewa seperti ini.


Derap langkah kaki seseorang yang datang menyita perhatian mereka. Aster dan bibi Lee menoleh dan mendapati seorang perempuan menghampiri mereka. Perempuan itu adalah perempuan yang sama yang dia lihat semalam ketika pertama kali menginjakkan kakinya di kediaman Xiao.


"Sekalinya orang kampung tetap saja orang kampung. Orang dari kasta rendahan sepertimu memang tidak layak berada di rumah ini. Sekalinya orang miskin, tetap saja orang miskin!!"


Aster mendekati perempuan itu lalu mengarahkan telunjuknya tepat di keningnya. Yang kemudian tangan Aster di sentak kasar olehnya.


"Pikir sikapmu itu mencerminkan jika kau adalah orang kaya?! Karena orang kaya yang sebenarnya tidak suka memamerkan harta bendanya, mereka lebih suka merendah dan tidak menunjukkan kekayaannya pada orang lain!! Dan orang kaya, tidak akan memamerkan harta orang lain demi gengsi dan harga diri!!" Ujar Aster dan memancing emosi perempuan itu.


Dia mengangkat tangannya dan mengarahkan di depan muka Aster. "Kau~!!" kemudian perempuan itu menarik kembali tangannya lalu melenggang begitu saja dari hadapan Aster dan Bibi Lee.


Aster menatap perempuan itu dengan senyum penuh kemenangan. Dan Bibi Lee tidak menyangka jika Aster adalah perempuan yang sangat pemberani, buktinya dia berani menimpali ucapan perempuan itu sampai membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


"Nyonya, saya sungguh tidak menyangka jika Anda adalah orang yang sangat pemberani. Di rumah ini, selain Tuan Muda tidak ada yang berani lawan, Nona Vera. Karena yang berani melawannya pasti akan mendapatkan hukuman darinya,"


"Apa Keanu tidak tahu tentang perbuatan perempuan itu kepada kalian?"


Bibi Lee menghela napas panjang. "Tuan Muda, tidak tahu tentang perbuatannya kepada kami. Dan kami selalu diancam akan dihabisi jika berani mengadu padanya, jadinya kami tidak berani berbuat apa-apa apalagi mengadukan perbuatannya kepada, Tuan Muda."


"Nona Vera, dan ibunya selalu memperlakukan kami dengan buruk ketika Tuan Muda tidak ada di rumah atau sedang pergi ke luar negeri. Tuan Delon dan Tuan Muda Dante, sering kali bertindak yang tidak sopan kepada pelayan wanita. Dan tidak sedikit yang menjadi korbannya." ujar Bibi Lee menuturkan.


Aster menganga tak percaya. "Mereka sampai berbuat sejauh itu?" bibi Lee mengangguk. Aster mengepalkan tangannya. "Perbuatan mereka benar-benar tidak bisa dimaafkan lagi, kita tidak bisa membiarkan mereka terus merajalela dan berbuat sesuka hatinya. Lalu bagaimana dengan CCTV di rumah ini? Bukankah kalian bisa melaporkan perbuatan mereka pada Keanu melalui rekaman CCTV,"


Bibi Lee menggeleng. "Rekaman CCTV selalu dihapus sebelum Tuan Muda datang. Sebenarnya ada seorang pelayan yang nekat ingin melaporkan perbuatan mereka pada, Tuan Muda.Tetapi belum sempat dia melapor, nyawanya sudah dihabisi oleh Tuan Dante dan Tuan Delon. Mereka berempat adalah keluarga yang sangat berbahaya," ujar Bibi Lee panjang lebar.


Aster menggigit bibir bawahnya. Itu artinya dia hidup di tengah-tengah keluarga yang sangat berbahaya, dan sebisa mungkin Aster harus bisa menjaga dirinya sendiri agar ia tak berada dalam masalah besar. Jika bukan dirinya sendiri, lalu siapa yang akan melindunginya? Keanu, itu tidak mungkin karena dia tidak selalu berada di rumah selama 24 jam penuh.


Aster menepuk bahu Bibi Lee dan menatapnya dengan serius. "Bibi, kau tenang saja. Bibi, tidak perlu mencemaskan diriku karena aku bisa menjaga diriku sendiri. Jika hanya untuk menghadapi orang-orang seperti itu, aku bisa. Lagipula mereka hanya bisa melakukan perbuatan buruk pada mereka yang lemah, tetapi sesekali mereka perlu dilawan dan diberi pelajaran!!" ujar Aster panjang lebar.


Meskipun sempat cemas, tetapi Aster tak akan membiarkan dirinya tertindas. Dia tak akan membiarkan mereka menindas dirinya, lagipula Aster bukalah wanita yang lemah yang mudah untuk ditindas oleh orang lain.


"Oya, kemana perginya kulkas dua pintu itu? Kenapa pagi-pagi sekali dia sudah tidak ada di rumah?" tiba-tiba Aster teringat pada Keanu.


"Tuan Muda, sudah berangkat pagi-pagi sekali. kata beliau ada urusan penting yang harus segera di selesaikan dan akan kembali secepatnya. Mungkin sebelum jam sarapan tiba," jawab Bibi Lee.

__ADS_1


Lalu pandangan Aster bergulir pada jam yang menggantung di dinding. "Sebelum jam sarapan tiba, tapi ini sudah hampir jam tujuh lagi. Mungkin maksudnya adalah setelah sarapan dan mungkin juga dia sarapan di luar." Ujarnya.


"Sayangnya aku selalu tepat waktu, Nona!!" sahut seseorang dari belakang.


Sontak Aster menoleh dan mendapati Keanu berjalan menghampirinya. Ada yang berbeda pada penampilannya. Dia tidak memakai setelan jas rapi seperti biasanya. Dia memakai pakaian hitam lengan terbuka yang memperlihatkan otot-otot lengannya yang tak terlalu besar namun terlihat kuat ketika di sentuh. Jangan ketinggalan tribal yang menghiasi lengan kanannya.


Melihat tribal itu membuat Aster sampai menelan ludah. Kenapa Keanu harus sesempurna itu?! Dia sangat menyesalinya.


"Nyonya, Tuan Muda, kalau begitu saya permisi dulu." Bibi Lee membungkuk kemudian beranjak dan meninggalkan mereka berdua.


Pandangan Aster kembali pada Keanu. "Apa kau mencari ku?!" tanya laki-laki itu dengan dingin.


Aster menatap suaminya dan mendecih sebal. "Cih, siapa juga yang mencari mu?! Lagipula apa untungnya juga aku mencari dirimu? Kau terlalu banyak halu, Tuan Muda Xiao!!" balas Aster menimpali.


Sebuah sentilan mendarat mulus di kening Aster. Kemudian Keanu mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga kanannya. Membuat kedua mata Aster membelalak sempurna. Dia menatap Keanu dengan pandangan horor ketika laki-laki itu membuahkan wajahnya.


"Jadi persiapkan dirimu, Nyonya Xiao!!" ucapnya dan pergi begitu saja. Meninggalkan Aster yang masih mematung di tempat.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2