Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Beresiko


__ADS_3

Jantung Aster berdetak lebih cepat dari sebelumnya menunggu tentang kabar buruk yang akan disampaikan oleh dokter berkacamata didepannya. Aster sudah tidak sabar menunggu apa yang akan dikatakan olehnya. "Dokter, cepat katakan jangan membuatku penasaran." Pinta Aster yang sudah tidak sabar untuk segera mengetahui tentang kehamilannya.


"Aster, kehamilanmu ini sangatlah beresiko. Karena kau mengalami Plasenta Akreta,"


"Plasenta Akreta," dokter wanita itu mengangguk. Kemudian Aster terdiam. "Apakah ini beresiko?" lagi-lagi dokter itu menganggukkan kepala. "Aku atau calon anakku?" Aster semakin penasaran.


"Dirimu. Kau bisa mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan, dan hal ini sangat beresiko tinggi pada keselamatanmu." Terang dokter itu.


"Jadi, itu artinya aku akan mati?" ucap Aster memastikan.


"Bisa iya, dan juga tidak." jawab dokter itu.


Dan wanita itu bukanlah dokter pertama yang mengatakan jika dirinya mengalami Plasenta Akreta. Demi memastikan diagnosa itu salah, Aster sudah mencoba memberikan kondisi kehamilannya pada tiga dokter yang berbeda, dan ketiga-tiganya mengatakan jika ia mengalami Plasenta Akreta.


Plasenta akreta sendiri adalah sebuah kondisi komplikasi kehamilan dimana plasenta menginvasi dinding rahim terlalu dalam. Pada keadaan normal, plasenta akan terlepas dari dinding rahim setelah melahirkan. Namun pada plasenta Akreta, sebagian atau seluruh plasenta tetap menempel dan sulit dilepaskan. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat hingga kematian.


"Lalu tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan?" tanya Aster setelah cukup lama diam.


"Operasi sessar dengan histerektomi. Yakni kau harus merelakan rahimmu diangkat, karena hanya itu satu-satunya cara untuk mengatasi Plasenta Akreta," jawab dokter Mia.


Aster menggigit Bibir bawahnya, jika rahimnya sampai diangkat, itu artinya ia tidak akan bisa hamil lagi setelah anak pertamanya ini. "Lalu apa masih ada cara lain lagi selain pengangkatan rahim?" Aster menatap dokter Mia dengan pandangan hampa.


Dokter itu menggeleng. "Tidak ada, hanya itu satu-satunya cara untuk mengatasinya." jawab Dokter Mia.


"Begitu, ya." Dokter Mia mengangguk. "Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu." Aster bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja.


Dokter Mia menatap kepergian Aster dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Kemudian wanita itu mengambil nafas panjang dan menghelanya. Pasti sangat berat berada di posisinya saat ini, apalagi Aster masih muda, pasti dia masih ingin memiliki anak lagi setelah kelahiran anak pertamanya.


Mia sendiri adalah senior Aster ketika masih sekolah dulu. Meskipun mereka berdua berasal dari jurusan berbeda dan tidak terlalu dekat, namun hubungan mereka juga tidak buruk. Dan sebagai sesama wanita, dokter Mia memahami betul Apa yang dirasakan oleh Aster saat ini.


"Aster, semoga kau kuat menghadapi musibah ini. Dan semoga Tuhan menunjukkan keajaibannya padamu,"

__ADS_1


.


.


Langkah kaki Keanu terhenti saat dia tanpa sengaja berpapasan dengan Dokter kandungan Aster. Mereka tidak sengaja bertemu di restoran, Keanu dan dokter itu sama-sama hendak makan siang.


"Tuan Muda Xiao, lama tidak bertemu." Ucap Dokter itu menyapa.


"Bagaimana kabar anda, dokter?" tanya Keanu.


"Seperti yang Anda lihat, saya baik-baik saja." jawabnya. "Oya, Tuan Xiao. Saya tadi tidak sengaja melihat istri Anda mendatangi rumah sakit Doldam, mungkinkah ada kerabatnya yang sakit di sana?"


Keanu memicingkan matanya. "Rumah sakit Doldam? Saya rasa tidak, mungkin saja dia datang ke sana untuk menjenguk temannya."


"Tuan Xiao, bagaimana kalau kita mengobrol sambil duduk supaya lebih santai," ucap Dokter itu yang kemudian mendapatkan anggukan dari Keanu.


Mereka kemudian duduk berdua di satu meja yang sama. Obrolan-obrolan ringan mewarnai kebersamaan mereka berdua. Dan tiba-tiba Dokter itu membahas tentang masalah serius yang tengah Aster alami.


"Tunggu, dokter. Maksud Anda apa?" Keanu menyela ucapan dokter itu setelah mendengar apa yang dia katakan.


Pupil mata dokter itu sedikit membelalak."Tunggu, Tuan Xiao apa istri Anda tidak mengatakan apapun padamu tentang masalah serius yang dia hadapi?" tanya dokter itu memastikan. Keanu mengangguk "Tuan Xiao, istri Anda mengalami Plasenta Akreta. Kondisi dimana arii-arii menempel pada dinding rahim yang bisa memicu pendarahan hingga kematian." Jelas dokter itu dan membuat Keanu terkejut bukan main.


"Apa?!"


"Sebenarnya saya sudah membahas hal ini dengan istri Anda, tapi dia tetap bersikeras untuk mempertahankan janin di dalam perutnya, karena dia bilang Anda sangat menginginkan bayi itu." ucap dokter tersebut.


Keanu termenung sesaat. Kembali dia mengangkat wajahnya dan menatap dokter itu dengan serius."Lalu apa ada cara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan?" tanya Keanu memastikan.


"Ada, yakni dengan cara histerektomi (Pengangkatan Rahim) hanya itu satu-satunya cara untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi."


Keanu tak mampu berkata apapun lagi setelah mendengar apa yang dokter itu sampaikan. Rahasia yang Aster simpan selama ini benar-benar mengejutkannya. Aster yang tahu keselamatannya bisa terancam memutuskan untuk tetap mempertahankan anak di dalam perutnya karena tahu jika Keanu sangat menginginkan anak itu.

__ADS_1


Sungguh sangat kejam dirinya selama ini. Keanu merasa sebagai pria paling kejam karena berkali-kali harus telah melukai perasaan Aster tanpa tahu pengorbanannya yang begitu besar untuknya.


Dan jika sudah begini, apa Keanu masih bisa mengabaikannya dan mengingkari janjinya seperti yang sudah-sudah? Tidak, Keanu gak akan melakukannya lagi. Dia tak akan melakukan kebodohan yang sama untuk kesekian kalinya.


Tiba-tiba ponsel milik Keanu bergetar menandakan ada pesan masuk. Dan rupanya dari Aster. Wanita itu hanya memberitahunya jika sekarang dia berada di kediaman ayahnya, dan meminta supaya Keanu menyusul ke sana untuk makan malam.


"Dokter, maaf tidak bisa menemani Anda lebih lama. Saya masih ada urusan dan harus pergi sekarang," ucap Keanu seraya bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja.


Dan sebelum pergi, tak lupa dia membayar semua pesanannya dan juga pesanan dokter tersebut. Keanu akan menyerahkan sisa pekerjaannya pada Rio karena dia akan langsung pergi ke rumah Aster.


.


.


Tuan Jovan terus memperhatikan Aster yang sedari tadi lebih banyak diam dan melamun. Dia sungguh tidak tahu apa yang sedang Aster pikirkan, tetapi Tuan Jovan yakin jika putrinya itu sedang memikirkan sesuatu.


Meninggalkan dapur, tunjukkan menghampiri Aster untuk memastikan keadaannya. "Nak, ada apa denganmu? Papa, perhatikan dari tadi kau lebih banyak diam dan melamun. Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Tuan Jovan penasaran.


"Aku takut, Pa." Aster mengusap perutnya dengan mata berkaca-kaca.


"Memangnya apa yang kau takutkan?" tanya Tuan Jovan.


"Kematian. Jujur saja, Pa. Aku takut tidak mampu bertahan ketika melahirkannya nanti. Aku takut pergi meninggalkannya dan membiarkan dia tumbuh tanpa kehadiranku. Setiap detik, setiap menit, setiap waktu. Pa, rasa takut itu selalu membayangiku setiap detik dan menit." ujar Aster dengan mata berkaca-kaca.


Tuan Jovan menggeleng. "Jangan memikirkan hal yang tidak-tidak, Aster. Apapun yang berhubungan dengan hidup Tuhan yang menentukan. Dan kau harus yakin jika semua akan baik-baik saja, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak. Papa, tidak mau mendengarmu berkata seperti itu lagi," ujarnya.


Aster hanya menganggukkan kepala merespon ucapan ayahnya. "Baik, Pa. Aku berjanji."


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2