
Setelah dirawat di rumah sakit Selama lebih dari satu Minggu, akhirnya Keanu diizinkan untuk pulang.
Ia pun merasa lega karena Akhirnya bisa keluar dari tempat terkutuk itu.
Keanu sangat membenci rumah sakit dan segala hal yang berhubungan dengan tempat itu. Dia memiliki Kenangan buruk dengan rumah sakit, dan itulah yang membuatnya sangat membenci tempat tersebut.
"Bagaimana keadaanmu, Nak? Papa, turut prihatin atas apa yang menimpamu," ucap Tuan Jovan sambil menatap Keanu dengan sendu.
Dan ini adalah kedatangan pertamanya di kediaman Xiao semenjak Aster menikah dengan Keanu.
"Seperti yang Papa lihat, aku sudah tidak apa-apa dan baik-baik saja," jawabnya meyakinkan.
"Syukurlah kalau begitu, papa lega mendengarnya." Tuan Jovan tersenyum tipis.
Tuan Jovan sempat merasa syok ketika tiba di kediaman Keanu. Ternyata rumahnya jauh lebih besar dan megah dari bayangannya. Bahkan jika dia dilepaskan sendirian di rumah itu, pasti akan hilang dan tersesat karena terlalu besar.
"Sebaiknya malam ini kau menginap saja, perkiraan cuaca sangat buruk, akan sangat berbahaya melakukan perjalanan saat malam hari." ucap Keanu dengan suara dingin dan datar.
Tuan Jovan menggeleng. "Sebaiknya papa pulang saja, Nak. Papa tidak ingin merepotkanmu, dan orang-orang yang ada di rumah ini. Jadi sebaiknya papa pulang saja,"
"Benar yang Keanu katakan, Pa. Sebaiknya Papa menginap saja, lagipula di rumah ini banyak kamar yang kosong dan tidak terpakai, jadi Papa bisa menempati salah satunya." tukas Aster yang baru tiba dari dapur. Kemudian dia meletakkan dua cangkir kopi yang ia bawa di depan Keanu dan Tuan Jovan. "Dan asal Papa tahu saja, dia itu paling benci dengan penolakan. Jadi sebaiknya Papa menurut dan jangan membuatnya marah." Ujar Aster menambahkan.
Tuan Jovan menatap Keanu, dia bergidik sendiri melihat tatapan dinginnya yang mengintimidasi. Pria itu mengambil napas dan menghelanya. Sepertinya dia tidak memiliki pilihan lain selain mengiyakan dan setuju untuk menginap.
"Baiklah, Papa akan menginap."
__ADS_1
.
.
Hening malam begitu terasa. Hanya terdengar suara binatang malam yang yang memecah dalam keheningan. Langit malam bertabur bintang, sang Penguasa malam tanpa elok di singgasananya.
Malam semakin larut, namun wanita itu masih tetap terjaga dan enggan untuk segera menutup matanya.
Padahal matanya sudah tidak bisa untuk diajak kompromi lagi, tapi tetap saja dia tidak bisa tidur.
Kejutan suara pintu dibuka dari luar sedikit menyita perhatiannya, Aster menoleh ke belakang dan mendapati Keanu memasuki kamar.
Pandangan mereka bertemu selama beberapa detik, dan Aster sendirilah yang mengakhiri kontak mata itu.
"Apa yang kau lakukan di sana? Ini sudah larut malam Kenapa masih belum tidur?" katanya Keanu pada Aster.
Keanu terus memperhatikan wanita itu, sesekali Aster mengusap lengannya sendiri yang tertutup oleh gaun tidurnya yang tipis. Udara malam ini memang lumayan dingin, kemudian Keanu menghampiri wanita itu sambil membawa sebuah selimut yang kemudian dia selimutkan ke tubuh Aster. Membuat wanita itu sedikit terkejut.
Aster tersenyum tipis. "Terimakasih," dia berkata singkat.
"Apa yang membuatmu tidak bisa tidur, dan masih terjaga sampai sekarang?" tanya Keanu, dia berdiri di samping Aster, mengikuti jejak wanita itu menikmati langit malam.
Aster menggeleng. "Entahlah, yang jelas aku tidak bisa tidur? Bagaimana dengan kondisi mata kananmu? Apa masih sering terasa ngilu?" tanya Aster Mamas ikan.
Keanu menggeleng. "Tidak terlalu, hanya terkadang saja terasa ngilu. Bagaimana kabarnya hari ini? Apa dia masih aktif seperti biasa?" lalu pandangan Keanu bergulir pada perut Aster yang membuncit.
__ADS_1
Wanita itu mengangguk. "Ya, apalagi setiap mendengar suaramu, beratnya semakin aktif. Kau ingin menyapanya?" Aster menatap Keanu yang juga menatap padanya.
Kemudian Keanu merubah posisinya menjadi berhadapan dengan Aster. Keanu mengarahkan tangan kanannya pada perut Aster yang membuncit lalu mengusap dengan lembut. "Hai, Nak? Bagaimana kabarmu hari ini? Kau baik-baik saja, kan? Baik-baik ya di sana. Sampai jumpa dua bulan lagi." Ucap Keanu sambil tersenyum tipis.
Sementara Aster tak memberikan respon apapun dengan apa yang Keanu lakukan. Dia hanya diam sambil terus menatap pada Keanu. "Dia selalu merespon ketika kau menyapanya atau saat berada di dekatnya." Ucap Aster dengan tatapan lurus pada Keanu.
Kemudian Keanu kembali ke posisi semula. Pandangannya lalu terkunci pada mata Aster. "Apa hari itu kau merasa ketakutan?" Keanu menatap Aster penasaran.
"Tidak!! Aku tidak takut keselamatanku terancam. Tapi yang aku takutkan adalah keselamatan janin di dalam perutku ini. Aku benar-benar takut sesuatu yang buruk terjadi padamu, bukan karena kau sangat menginginkannya, tetapi karena aku adalah ibunya. Aku hanya takut tidak bisa menjadi ibu yang baik untuknya, karena tidak bisa melindunginya. Karena aku juga memiliki tugas untuk selalu melindunginya." Ujar Aster panjang lebar.
Ya, benar apa yang Aster katakan. Serang ibu tak pernah takut untuk menghadapi kematian, tetapi yang dia takutkan adalah dia tidak bisa melindungi anak-anaknya.
Tiba-tiba Keanu terdiam. Ia berusaha untuk mendengarkan suara hatinya. Kemudian Keanu meraih tangan Aster lalu menggenggamnya, membuat wanita itu sedikit terkejut.
"Aster, maukah kau membesarkan anak ini denganku? Aku memang bukan pria yang baik dan romantis, tapi aku berjanji padaku untuk menjadi pria yang selalu bisa kau andalkan. Aku akan memperbaiki sikapku padamu, aku berjanji."
Aster tak langsung menjawab. Matanya terkunci pada manik hitam milik Keanu, mencoba mencari kebohongan dari apa yang dia katakan, namun tidak ada, karena hanya ketulusan yang tak terlihat dari ajaran mata itu.
Kemudian wanita itu menganggukkan kepala. "Baiklah, aku mau." Jawabnya dengan sudut bibir tertarik ke atas. Keanu menarik tengkuk Aster lalu melumatt bibirnya dengan lembut. Kemudian Aster mengangkat kedua tangannya dan memeluk leher Keanu dengan mesra.
Namun ciuman tersebut tak berlangsung lama, karena Keanu segera mengakhirinya. Pria itu tersenyum tipis , dia menarik Aster ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat. Aster tersenyum lalu membalas pelukan Keanu
.
.
__ADS_1
Bersambung.