
Aster menoleh saat menyadari kedatangan seseorang. Wanita itu menarik sudut bibirnya dan tersenyum menyambut kedatangan Keanu. Lalu ia beranjak dari depan cermin dan menghampiri pria itu. Aster mengambil alih tas yang ada ditangannya.
"Aku pikir malam ini kau lembur lagi," ucap Aster sambil menatap langsung ke mata kiri Keanu.
Keanu menggeleng. "Aku membawa pekerjaanku yang masih belum selesai pulang ke rumah, dan akan ku selesaikan di rumah saja," jawabnya.
Aster mengangguk paham. "Kau sudah makan malam?"
Keanu menggeleng. "Belum, aku tadi tidak sempat karena pekerjaanku terlalu menumpuk. Setelah mandi temani aku makan malam, kita makan malam di luar saja." Ucapnya.
Kebetulan Aster sendiri juga belum makan malam, dia sengaja melewatkan makan malamnya untuk menunggu Keanu pulang. Saat hendak mengambil pakaian ganti untuk Keanu, tiba-tiba ponsel milik Aster berdering.
Penasaran siapa yang menghubunginya malam-malam begini, aster pun segera menerima panggilan tersebut. Ternyata dari dokter kandungannya. "Halo, Dokter. Ada apa malam-malam begini menghubungiku?" tanya Aster penasaran.
"Aster, bisakah besok kau datang ke rumah sakit? Ada hal penting yang harus aku sampaikan padamu, dan itu mengenai kehamilanmu."
Wanita itu tiba-tiba terdiam. "Memangnya ada apa dengan kehamilanku, Dok? Mungkinkah hasil leb-nya sudah keluar?" tanya Aster memastikan.
"Ya, sebaiknya kau tidak datang sendirian. Akan lebih baik jika datang bersama suamimu."
Aster menggeleng. "Aku rasa itu tidak perlu, Dok. Biar aku akan datang sendirian saja. Lagipula suamiku adalah orang yang sangat sibuk, jadi aku tidak ingin mengganggunya. Nanti saja aku sendiri yang mengatakan padanya," jawab Aster.
"Baiklah, terserah kau saja bagaimana baiknya. Maaf, sudah mengganggu waktu istirahatmu. Kalau begitu aku tutup dulu telfonnya," kemudian dokter itu mengakhiri panggilan teleponnya begitu saja.
"Telfon dari siapa? Memangnya siapa yang menghubungimu malam-malam begini?" tegur Keanu dari arah belakang.
Sontak Aster menoleh dan mendapati Keanu menghampirinya. "Papa, dia memintaku supaya besok datang ke sana. Kau mengijinkannya bukan?" aster menatap Keanu penuh harap.
Keanu mengangguk. "Tentu saja boleh," dia berkata lembut sambil menepuk kepala Aster dengan penuh sayang. Aster tersenyum lebar kemudian berhambur ke dalam pelukan Keanu, membuat pria itu sedikit terkejut karena tidak menduga dengan respon Aster.
__ADS_1
Sudut bibir Keanu tertarik ke atas, membentuk lengkungan indah di wajah tampannya. Kemudian Keanu mengangkat kedua tangannya, dan membalas pelukan Aster. Kemudian Keanu melonggarkan pelukannya dan menatap Aster dengan tatapan serius.
"Aster, sebaiknya kita akhiri saja kontrak nikah itu. Aku ingin kita menjadi suami-istri yang sebenarnya, itupun jika kau setuju,"
Aster tersenyum. "Kenapa aku tidak setuju? Bahkan aku tidak memiliki alasan untuk tidak menyetujuinya, tapi kau harus berjanji satu hal padaku, apapun yang terjadi Jangan pernah meninggalkanku apalagi menghadirkan orang ketiga dalam pernikahan kita." Pinta Aster sambil mengunci manik hitam milik Keanu.
Keanu menganggukkan kepala. "Aku berjanji," ucapnya lalu membawa Aster ke dalam pelukannya, dan memeluknya seperti tadi. Aster tersenyum lebar, dia mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Keanu.
Aster menutup matanya rapat-rapat ketika merasakan usapan lembut pada kepalanya. Dia tidak bisa menggambarkan kebahagiaannya saat ini, apa yang terjadi benar-benar di luar ekspektasinya. Keanu, akan memintanya untuk tinggal disisinya
Kemudian Aster melepaskan pelukannya. "Kita obati dulu matamu, aku akan mengganti perbannya." Ucap Aster dan dibalas anggukan oleh Keanu.
"Baiklah."
Tragedi, siapa yang menduga jika hal itu akan menimpa Keanu. Keanu harus kehilangan mata kanannya ditangan musuh lamanya yang berniat balas dendam padanya.
Beruntung dia hanya kehilangan satu mata saja, karena jika kedua-duanya bisa-bisa dia buta selamanya dan tidak akan bisa melihat ketika anaknya lahir ke dunia. Dan tragedi itu membuat Keanu menjadi pria cacatt. Menyakitkan memang, namun itu yang harus terjadi, meskipun sangat berat, tetapi dia tetap berusaha untuk menerimanya.
"Kenapa kau menangis?" kaget Keanu melihat bulir air mata mengalir dari pelupuk mata kanan Aster. Wanita itu menggeleng, buru-buru dia menghapus air mata itu dari pipinya.
"Siapa yang menangis, aku hanya sedikit kelilipan saja." Dustanya.
Tentu saja Keanu tak mempercayainya begitu saja. Dia tahu Aster menangis, namun dia sendiri berusaha menyembunyikannya. "Tapi, Aster. Apa kau tidak menyesal karena orang yang menikahimu adalah pria cacatt? Aku hanya tidak mau kau menyesal di kemudian hari." Ucapnya.
Aster menggeleng. "Sama sekali tidak, aku tidak memiliki alasan untuk menyesalinya. Selama kau bisa memberikan kasih sayang serta kehangatan padaku dan dia, aku rasa itu sepadan."
Keanu meraih tangan aster lalu menggenggamnya. "Aku berjanji, selama hidup ini hanya ada satu wanita dan itu dirimu." Ucapnya seraya meletakkan tangan Aster di dadanya.
Meskipun Keanu sendiri belum menyadari perasaan apa yang ia rasakan pada Aster sebenarnya. Tapi dia berjanji takkan pernah menyakitinya dengan menghadirkan orang ketiga dalam rumah tangga mereka, dan Keanu akan memastikan jika dia adalah satu-satunya wanita yang ada di dalam hidupnya.
__ADS_1
"Nah, sudah selesai." Aster tersenyum lebar. Perban kembali membebat mata kanan Keanu seperti sebelumnya.
"Ambil mantel hangatmu, kita berangkat sekarang." ucap Keanu seraya bangkit dari duduknya.
Dia menyambar long Vest hitamnya yang kemudian dia pakai sebagai luaran singlet putihnya. Keduanya kemudian berjalan beriringan meninggalkan kamar.
.
.
Angin Malam berhembus cukup kencang, meniupkan Hawa dingin yang menusuk hingga ke-sumsum tulang. Aster merapatkan mantel hangatnya ketika angin semakin tak terkendali. Membuat dirinya sedikit menggigil karena rasa dingin.
Berbanding balik dengan Aster, keanu justru terlihat biasa-biasa saja, padahal pakaian yang ia kenakan sangat kontras dengan suhu malam ini. Keanu memakai pakaian lengan terbuka yang memperlihatkan otot-ototnya.
"Kau kedinginan?" tanya Keanu dan dibalas anggukan oleh Aster.
"Ya, sedikit. Anginnya terlalu kencang, membuat tubuhku sedikit menggigil," jawabnya. Kemudian Aster memperhatikan Keanu yang terlihat biasa-biasa saja, bahkan dia tidak terlihat kedinginan sama sekali. "Kau tidak kedinginan?' tanya Aster memastikan.
Keanu menggeleng. "Tidak, sebaiknya kita beli syal dan sarung tangan untukmu. Tanganmu sangat dingin," ucap Keanu saat merasakan jari-jari lentik Aster yang berada dalam genggamannya terasa sangat dingin.
Kemudian Keanu menyapukan pandangannya, berharap menemukan sebuah kedai yang menjual sarung tangan dan syal. Dan pandangannya berhenti pada sebuah toko kecil diseberang jalan. Keanu menggenggam tangan Aster lalu membawanya ke toko tersebut.
"Ayo, sepertinya di sana ada sarung tangan dan syal." Ucap Keanu dan dibalas anggukan oleh Aster.
Diam-diam wanita itu menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis. Hatinya yang selalu kosong dan hampa kini menjadi hangat. Dan semua berkat perhatian yang Keanu berikan untuknya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.