Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Jangan-Jangan Cemburu


__ADS_3

Kabar tentang Ken dan Celine yang mengalami kecelakaan telah terdengar sampai ke telinga Keanu dan Aster. Mereka berdua sangat panik mendengar kabar yang di sampaikan oleh Rio, Aster terutama.. Namun mereka merasa lega setelah tahu mereka berdua tidak apa-apa.


Aster dan Keanu masih menikmati liburannya. Mereka tidak bisa membiarkan rencananya gagal begitu saja jika memutuskan untuk pulang sekarang. Keanu dan Aster menginginkan Celine dan Ken menjadi dekat, bukan dekat sebagai kakak dan adik, tapi dekat dalam arti yang sebenarnya.


Meskipun hubungan mereka bertentangan dengan norma-norma di masyarakat, tetapi mereka berdua tetap ingin menjodohkan Ken dan Celine. Toh mereka bukan saudara kandung dan Celine tidak pernah meminum asi miliknya, jadi mereka rasa sah-sah saja jika suatu saat Celine dan Ken menikah.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Keanu melihat kediaman Celine.


Wanita itu menoleh dan mendapati Keanu berdiri di belakangnya. "Anak-anak, apa kira-kira mereka akan baik-baik saja tanpa kita? Aku benar-benar mencemaskan mereka berdua, apalagi setelah mendengar mereka berdua mengalami kecelakaan dan Ken terluka. Aku benar-benar tidak bisa berhenti memikirkan anak-anakku." Ujar Aster.


Keanu mengambil tempat di samping Aster. Dia meraih tangan istrinya lalu menggenggamnya. "Kau tidak perlu mencemaskan mereka berdua. Percayalah, mereka berdua pasti baik-baik saja, lagipula Ken bukan anak kecil lagi, dia pasti bisa melindungi Celine dengan baik. kita juga sudah mendengar buktinya, Ken rela terluka demi melindungi adiknya. Bukankah itu adalah sebuah kemajuan yang luar biasa. Dan sangat tanggung untuk kembali sekarang," Tutur Keanu panjang lebar.


Aster menghela napas dan mengangguk. "Ya, benar juga yang kau katakan ini. Memang tidak seharusnya aku terlalu mencemaskan mereka berdua, aku harus percaya pada Ken."


"Nah, ini baru Aster yang aku kenal. Aku lapar, bisakah kau membuatkan makanan yang lezat untukku?" tanya Keanu dan di balas anggukan oleh Aster.


"Ya, tentu."


xxx


Celine menghampiri Ken di kamarnya. Lelaki itu sedang berbaring ketika Celine memasuki kamarnya. Kedua matanya terpejam, namun Ken tidak tidur, dia hanya sekedar menutup mata saja. Dan mata itu kemudian terbuka, hal.pertama yang di lihat oleh Ken adalah kedatangan Celine.


"Ge, aku bawakan obatmu. Meskipun lukamu tidak terlalu parah, tapi kau harus tetap meminum obat," ucap Celine sambil meletakkan nampan berisi air minum dan beberapa butir obat untuk Ken di atas meja.

__ADS_1


"Aku tahu, tidak perlu kau ingatkan lagi." Jawab Ken menimpali.


Celine menghela napas. dia sebal dengan mulut Ken yang selalu tajam, apa dia tidak bisa bicara lebih lembut sedikit padanya? Rasanya Celine ingin sekali membotaki rambutnya supaya tidak dingin lagi seperti kutub Utara.


"Ge, aku benar-benar heran dan terus bertanya-tanya. Memangnya ketika hamil kau dulu, kira-kira Mama ngidam apa sampai-sampai harus melahirkan dan memiliki putra sedingin dirimu? Atau jangan-jangan dulu Mama sempat ngidam makan es batu tapi tidak keturutan makanya saat dewasa kau jadi lebih mirip kulkas berjalan," ucap Celine sambil menatap Ken yang juga menatap padanya. Tatapannya begitu polos, bahkan tidak terlihat rasa bersalah sedikitpun pun.


Alhasil satu jitakan mendarat mulus pada kepala Celine. "Aw, Ge.. Kenapa kau malah menjitak ku? Aku kan hanya asal menebak saja," gerutu gadis itu sambil mengusap kepalanya yang baru saja di jitak oleh Ken.


"Makanya jangan sembarangan bicara." Jawab Ken.


"Oya, Ge. Hari ini aku ada janji dengan, Mark. Hari ini ibunya berulang tahun dan aku hendak pergi menemaninya membeli kado, jadi baik-baik di rumah selama aku tidak ada," ucap Celine.


"Kau tidak boleh pergi!!" Ken menyela cepat.


Celine memiringkan kepalanya dan menatap Ken dengan bingung. "Kenapa? Bukannya kau sudah tidak apa-apa dan baik-baik saja?" ucap Celine dengan tatapan polosnya.


Celine tampak berpikir. "Bukannya masih ada Paman Rio, dia kan tidak kemana-mana." Ucap Celine.


"Tapi dia laki-laki dan kau perempuan. Jadi soal merawat orang sakit aku rasa kau lebih paham darinya." Ujar Ken menuturkan.


Ken benar-benar tidak rela jika Celine pergi dengan laki-laki itu. Entah apa alasannya, tapi Ken selalu kesal setiap kali mendengar Celine menyebut nama Mark, apalagi jika dia datang ke kediaman Xiao untuk menemui Celine. Mungkinkah Ken cemburu padanya? Entahlah, biar waktu saja yang menjawabnya.


"Ge, kau jangan salah. Meskipun Paman Rio adalah laki-laki, tetapi merawat orang sakit yang sedang sakit dia jauh lebih berpengalaman dariku. Jadi kau tidak perlu cemas apalagi khawatir jika dia tdiak bisa merawat mu dengan baik." Tutur Celine.

__ADS_1


"Sekali tidak boleh, tetap tidak boleh!! Jangan macam-macam apalagi coba-coba untuk pergi, atau kau akan tanggung sendiri akibatnya!! Jangan mendebat ku, apapun alasannya kau tetap tidak boleh pergi!!" ujar Ken menegaskan.


Celine mempoutkan bibirnya dan menetap Ken dengan kesal. "Ge, kenapa kau semakin menyebalkan sekali, sih?! Dan aku tidak peduli kau mengijinkannya atau tidak, aku akan tetap pergi. Aku sudah berjanji pada Mark dan tidak enak jika membatalkannya dengan alasan harus menjaga dan merawat mu, lagipula kau itu bukan anak kecil lagi, jadi jangan manja!!" ujar Celine. Dia akan tetap pergi Meskipun Ken melarangnya.


Gyuttt...


Ken mengepalkan tangannya dengan erat. Jelas-jelas dia sudah melarangnya, tapi Celine tetap nekad dan memaksakan diri untuk pergi. Percuma saja melarangnya, karena pada akhirnya celine tetap pergi juga.


xxx


Mark menatap Celine dengan bingung. Dia kebingungan dan bertanya-tanya dalam hati karena Celine bersikap aneh hari ini. Sejak datang dan menemaninya keliling Mall mencari hadiah untuk ibunya, gadis itu terus diam dan lebih banyak melamun. Dia hanya buka suara ketika Mark bertanya dan meminta pendapat darinya.


"Kau baik-baik saja?" tanya Mark memastikan.


Sontak Celine menoleh dan menatap laki-laki itu dengan bingung. ",Memangnya aku kenapa? Apa aku tidak terlihat baik-baik saja?" tanya Celine memastikan.


Mark menggeleng. "Bukan begitu. Hanya saja kau terlihat cukup aneh hari ini, lebih banyak diam dan tidak bersuara. Aku pikir kau sedang kurang enak badan." Ucapnya.


Celine menggeleng. "Aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing memikirkan sikap Ken Ge, dia sempat melarang ku untuk pergi. Dia juga marah-marah tidak jelas karena aku tidak menuruti perkataannya, dan lebih memilih menemanimu membeli kado. Dan aku bertanya-tanya kira-kira dia kenapa sampai-sampai bersikap seperti itu." Tutur Celine menyampaikan kegalauan hatinya.


Pupil mata Mark membulat sempurna. "Omo!! Jangan-jangan dia cemburu?!" tebaknya dan membuat Celine terkejut.


"Apa, cemburu?!"

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2