
Matahari menyinari pulau Jeju cukup terik. Meskipun begitu, namun teriknya sinar matahari sekalipun tidak mampu melelehkan salju-salju tipis yang masih menutupi daun dan jalanan di Pulau yang kerap dijadikan destinasi bulan madu itu.
Bagaimana tidak, Pulau Jeju merupakan pulau yang sangat terkenal keindahannya sehingga dianggap mampu untuk menguatkan rasa cinta sepasang sejoli. Tidak lupa dengan mekarnya Bunga Canola khas pulau Jeju, menandakan bahwa musim semi akan segera datang. Mekarnya Bunga Canola seakan menyambut pasangan sejoli yang sedang menyambut awal musim semi.
Sepasang sejoli yang tengah bergandengan tangan itu tampak turun dari pesawat jet pribadi yang tentu dibooking secara eksklusif. Gadis dengan rambut coklat terang itu tampak memakai coat tebal berwarna coklat tua, tidak lupa kedua kakinya yang ramping semakin diperindah dengan sepatu boat berwarna hitam yang senada dengan celana panjangnya.
Tangan kanannya digenggam erat oleh lelaki yang tetap tampan dan gagah mesti wajah tampannya tidak menunjukkan ekspresi apapun, datar. Lelaki itu memakai long Vest berwarna hitam, tak lupa dallaman kemeja lengan panjang berwarna hitam pula.
siapapun yang melihatnya akan teringat pada salah satu aktor dan penyanyi asal China, Luhan. Pria berwajah tampan dan cantik itu semakin mengeratkan genggamannya pada gadis mungil yang menggandeng lengannya, gadis disampingnya itu tampak bergetar kedinginan meski tubuhnya sudah memakai coat tebal.
"Kedinginan?" Tanya Ken menoleh pada Celine yang bergerak-gerak kecil agar tubuhnya sedikit panas.
Gadis itu mengangguk sambil merengut kesal. "Hm, ada matahari tapi dingin, cuaca Jeju memang susah diprediksi." Ujar Celine.
Hidung Celine mulai memerah menandakan bahwa gadis yang sangat disayanginya itu sangat kedinginan. Membuat Ken terkekeh kecil melihatnya. Dia menjadi gemas sendiri melihat hidung Celine yang sekarang lebih mirip tomat matang.
"Sabar sedikit. Sebentar lagi jemputan kita akan sampai." Ken mengelus pipi Celine dengan lembut seakan ingin mengurangi sedikit rasa dinginnya. Membuat gadis itu tersenyum manis dan menggenggam lembut tangan Ken yang berada di pipinya.
Keduanya tampak saling bertatapan penuh cinta dan tatapan itu menyiratkan makna yang begitu dalam. Dan karena terlalu asik dengan dunianya sendiri, sampai-sampai mereka berdua tidak menyadari jika sebuah mobil mewah sudah terparkir dihadapan keduanya.
__ADS_1
"Selamat pagi, Tuan Muda, Nona." Suara supir pribadi tersebut memutuskan tatapan mesra kedua sejoli itu.
Ekspresi Ken berubah datar. "Oh, kau sudah datang rupanya."
Laki-laki itu mengangguk. "Saya datang untuk menjemput Anda berdua." Ucapnya.
Celine menatap Ken dengan penasaran. "Memangnya siapa dia? Sepertinya bukan sopir pribadimu?"
"Dia adalah utusan dari hotel tempat kita menginap, selama kita berdua berada di Jeju, dialah yang akan membantu kita berdua dalam urusan transportasi." jelas Ken.
'Hmph tampan juga dia, boleh juga service hotel yang di pilih oleh Ken Ge, sepertinya sedikit mengerjainya tdiak ada salahnya.' sahut Celine membatin.
Menghiraukan Celine yang masih tertawa sambil naik ke mobil, Ken mulai menarik koper mereka dan menyerahkannya pada sopir yang di anggap tampan oleh Celine. Dia hanya seorang sopir, dan malah berhasil membuatnya cemburu.
.
.
Mereka tiba di hotel. Celine memandang kagum interior Hotel tersebut yang akan mereka tempati selama dua hari ke depan. Interiornya sangat mewah dan bergaya modern. Arsitekturnya yang simple namun terlihat elegan. Tidak lupa kamar VIP suite room yang dibooked oleh Ken menghadap langsung ke kolam renang, membuat Celine semakin terkagum-kagum.
__ADS_1
Celine memekik senang dan berlari memeluk leher Ken yang masih sibuk dengan koper-koper mereka berdua yang sudah diantar oleh pelayan hotel. Ken terkekeh kecil dan membalas memeluk pinggang ramping Celine dengan erat, memutar badan Celine yang ramping.
Tawa renyah Celine yang menggema memenuhi di seluruh penjuru kamar VIP ini. Kemudian Ken melepaskan pelukannya pada tubuh sang dara dan mulai merapikan anak rambut Celine yang berantakan lalu menyelipkannya di belakang telinga. Menatapnya dengan tatapan penuh cinta.
"Hari ini mau kemana hm? Jalan-jalan langsung atau mau stay di hotel saja menikmati fasilitas?" Ken bertanya sambil memandang Celine yang kini sudah beringsut ke pelukannya. Dia menjadi sangat manja akhir-akhir ini.
Gadis itu tampak berpikir. "Di hotel saja dulu, entah kenapa aku ingin berenang di kolam renang itu." Jawabnya. Dia menunjuk kolam renang
Ken mengangguk. "Yang penting berenangnya jangan terlalu malam, jika kau sampai jatuh sakit malah gagal sudah liburan kita." Ujar Ken. Dia memberi nasehat pada Celine. Gadis itu terkekeh kecil sambil mengeratkan kedua tangannya di pinggang sang kekasih.
"Huft, tentu saja aku tidak mau sakit di saat liburan seperti ini." Jawabnya.
"Besok kau ingin kemana?" tanya Ken.
Celine tampak berpikir. "Yang jelas kita harus ke taman Bungee Artpia. Kata teman-temanku, bulan-bulan seperti ini bunga canola nya bermekaran dan cantik sekali." Jawab Celine. Ken mengangguk, menyetujui ajakan Celine.
"Baiklah."
xxx
__ADS_1
Bersambung