Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Ibu Kandung Celine


__ADS_3

Aster begitu heboh mempersiapkan pernikahan untuk Celine dan Ken. Impiannya untuk menikahkan mereka berdua akhirnya menjadi kenyataan, dengan begitu Aster tidak akan kehilangan Celine karena menikah dengan orang lain kemudian meninggalkan keluarganya.


Sebenarnya Aster tidak yakin apakah Celine dan Ken saling mencintai atau tidak, tapi hal itu tidaklah penting sama sekali, yang terpenting mereka menikah dan hidup bersama.


Derap langkah kaki seseorang yang datang sedikit menyita perhatiannya. Aster menoleh dan mendapati Celine berjalan menghampirinya, sudut bibirnya seketika tertarik ke atas membentuk lengkungan indah di wajah cantiknya yang tak lekang oleh usia.


"Sayang, kemari lah dan coba gaun ini." Aster memberikan sebuah gaun yang sangat cantik pada Celine. Itu merupakan gaun pengantin yang Aster pesanan langsung dari perancang ternama dunia. Dia benar-benar ingin memberikan yang terbaik pada Celine di hari pernikahannya.


"Ma, cantik sekali kau ini. Apa Mama yang mempersiapkannya untukku?" Celine mengangkat kepalanya dan menatap Aster dengan pandangan tidak percaya.


Aster mengangguk. "Jika bukan Mama, memangnya siapa lagi? Sudah jangan banyak tanya, cepat coba gaun ini apakah cocok atau tidak. Jika tidak kita bisa menukarkannya dengan gaun yang lainnya,"


Aster membantu Celine mencoba gaun pengantinnya. Seharusnya sih cocok karena Aster memesannya secara khusus pada seorang perancang busana yang selama ini menjadi langganannya. Tidak hanya mewah dan elegan, gaun pengantin itu juga memiliki harga yang fantastis. Dan semua itu semata-mata Aster lakukan untuk putrinya.


"Cantik sekali, Mama sudah tahu jika hasilnya akan sesempurna ini." Aster tersenyum lebar dan menatap gaun itu dengan puas.


Ternyata pilihannya tidak salah, Celine tampak begitu sempurna dalam balutan gaun tersebut. Dan Aster berani bersumpah Ken akan terpesona ketika melihatnya. Celine benar-benar sangat cantik dalam balutan gaun pengantin itu.


"Menurut Mama bagaimana? Apakah aku benar-benar cocok dengan gaun?" tanya Celine memastikan.


Aster mengangguk. "Tentu saja, karena pilihan Mama tidak pernah salah. Kau sangat cantik dan anggun, dan Mama berani bersumpah Ken akan semakin terpesona saat melihatmu memakai gaun ini," ujarnya.


Celine menghela napas. "Aku tidak berani menjamin. Lagipula aku dan Ken Ge tidak saling mencintai, jadi mana mungkin dia akan terpesona padaku hanya dengan memakai gaun pengantin ini. Ma, sebenarnya kami tidak saling mencintai. Aku setuju untuk menikah dengannya karena aku tidak ingin berpisah dengan kalian bertiga."


"Apalagi ada pepatah yang mengatakan jika putri yang sudah menikah keluar itu seperti air yang sudah dibuang. Jika aku menikah dengan orang lain itu artinya aku harus siap berpisah dan jauh dari kalian, tetapi aku tidak ingin, apalagi jika harus berpisah denganmu. Maafkan aku, Ma. Jika harus mengecewakan mu, tapi semua ini semua ini aku lakukan semata-mata karena aku tidak ingin berpisah dan jauh darimu." Tutur Celine panjang lebar.

__ADS_1


Aster tersenyum lebar. Dia meraih tangan Celine lalu menggenggamnya. "Kalian saling mencintai atau tidak Itu sama sekali tidak penting bagi Mama, kau dan Ken adalah kesayangan kami berdua. Lagipula cinta bisa datang Seiring berjalannya waktu, dan untuk sekarang jalani saja seperti air mengalir." Ujar Aster dengan senyum yang sama.


Celine memeluk ibunya dengan erat. Berkali-kali dia mengucapkan terimakasih padanya. Karena tanpa Aster dan Keanu dia tidak akan menjadi seperti yang sekarang ini. Dan Celine bahagia memiliki ibu sepertinya.


"Tidak salah lagi, kau memang putriku..." ucap seseorang dari arah belakang.


Sontak Aster dan Celine menoleh. Dan detik itu juga tubuh Celine di tubruk dengan keras oleh wanita itu hingga membuatnya terhuyung, wanita itu memeluk Celine dengan erat, membuat iya kebingungan dan bertanya-tanya.


"Putriku, setelah berpisah denganmu selama puluhan tahun, akhirnya Mama bisa bertemu kembali denganmu. Nak, Mama sangat merindukanmu." Ucap seseorang yang memeluk Celine.


Bukannya membalas pelukan wanita itu, celine malah mendorongnya dengan kuat hingga membuat pelukannya terlepas. "Kau ini siapa, kenapa tiba-tiba datang dan memelukku lalu mengakui ku sebagai putrimu. Apa kau waras?!" karena terlalu kesal, sampai-sampai Celine berbicara dengan nada yang tajam, bahkan tidak ada sopan-sopannya.


Aster mendekati mereka berdua lalu menarik Celine untuk berdiri di belakangnya. "Sebenarnya kau ini siapa, kenapa datang-datang mengakui putriku sebagai anakmu?" Aster memberikan Tatapan yang tidak bersahabat pada wanita itu 'Bella' dia benar-benar tidak terima jika ada orang lain yang mengaku-ngaku sebagai ibu Celine.


Celine menarik tangannya yang di genggam oleh Bella lalu dia memeluk lengan Aster. "Kau jangan bicara sembarangan, memangnya siapa yang putrimu? Aku bukan putrimu, kau salah mengenali orang. Ma, ayo pergi." Celine membawa Aster pergi meninggalkan boutique, dia masih memakai gaun pengantinnya.


Bella akhirnya menemukan putrinya setelah menyelidikinya selama berminggu-minggu. Awalnya Bella berniat untuk menemui Celine secara langsung di kediaman Xiao, namun ketika dia tiba di sana, pelayan mengatakan jika Celine sedang pergi untuk fitting gaun pengantin bersama Aster. Dan setelah berputar-putar, akhirnya Bella berhasil menemukan keberadaan mereka hanya berbekal foto yang dia miliki.


Awalnya dia mengira akan ada drama yang menguras air mata ketika mereka bertemu, persis seperti yang ada di drama-drama. Tapi dugaannya salah, karena Celine tidak mau mengakuinya sebagai ibu kandungnya, bahkan dia bersikap kasar dan kurang sopan padanya.


"Bagaimana jika kita melakukan tes DNA untuk membuktikan kau itu Putri kandung ku atau bukan?!" seruan itu menghentikan langkah mereka berdua. Bella menghampiri keduanya dan menatap mereka bergantian.


"Baik, jika itu memang maumu." Aster menerima tantangan itu.


"Kita lakukan tes DNA, kita akan menemukan jawabannya setelah melakukannya. Dan jika hasilnya membuktikan dia benar-benar putri kandungku, maka kau tidak ada lagi hak untuk memilikinya karena aku adalah ibu kandungnya!!"

__ADS_1


Aster menggeleng. "Tidak semudah itu kau bisa merebutnya dariku. Meskipun hasilnya membuktikan jika kau adalah ibu kandungnya , namun hal tersebut tidak akan bisa merubah fakta jika aku adalah ibunya sekarang, bahkan hukum juga mengakuinya, jadi kau tidak bisa mengambil dia dengan seenaknya dari pelukanku!!" ujar Aster dengan tegas.


Jika hasil tes DNA membuktikan jika wanita yang ada di hadapannya ini benar-benar ibu kandung Celine, sebagai orang yang telah merawatnya sejak kecil, tentu saja Aster tidak akan melepaskannya begitu saja.


Karena bagaimanapun juga celine adalah putrinya, meskipun dia bukanlah anak yang terlahir dari rahimnya, tetapi Aster menyayanginya lebih dari dirinya. Jadi bagaimana mungkin Aster bisa melepaskannya begitu saja lalu memberikannya pada orang lain yang tiba-tiba datang dalam hidup Celine


"Tapi dia adalah putriku dan aku adalah ibu kandungnya. Aku memang bersalah karena pernah menelantarkannya, dan sekarang Aku menyesali semuanya. Dan untuk menebus kesalahan yang pernah aku lakukan padanya di masa lalu, aku ingin mengambilnya kembali ya ikut bersamaku, karena aku yang lebih berhak atas dia dibandingkan dirimu!!"


Lagi-lagi Aster menggelengkan kepala. "Aku bilang tidak semudah itu kau bisa mengambilnya dariku. Bahkan hukum saja tidak bisa membantumu untuk mengambilnya dari pelukanku, dia adalah putriku dan aku ibunya. Aku memang bukan orang yang melahirkannya, tetapi Akulah orang yang telah merawatnya sejak dia kecil hingga sebesar ini. Aku memberikan kasih sayang yang tidak pernah dia dapatkan darimu, jadi jangan pernah bermimpi untuk bisa mengambilnya dariku, karena aku tidak akan membiarkannya!!" ucap Aster menegaskan.


Apapun alasannya Aster tidak akan pernah melepaskan Celine untuk Bella, walaupun dia adalah ibu kandungnya. Aster sadar, jika Celine bukanlah anak yang lahir dari rahimnya, tetapi dia adalah anak yang telah mewujudkan impiannya untuk memiliki seorang putri. Dia memberikan kebahagiaan yang utuh padanya, dan rasa sayangnya terhadap Celine lebih besar daripada Bella yang merupakan ibu kandungnya.


"Ibuku hanya ada satu, orang itu adalah Mama Aster. Jadi jangan pernah mengganggu hidup kami, hanya dengan mengatasnamakan bella aku adalah Putri kandungan. Ma, ayo kita pergi dari sini. Pasti Papa dan Ken Ge sudah menunggu kepulangan kita. Dan satu hal lagi, aku setuju untuk melakukan tes DNA itu. Tapi jangan pernah berharap lebih, karena aku hanya ingin tahu seperti apa wanita yang dulu pernah menelantarkan ku!!" ujar Celine sambil mengunci mata hitam milik Bella.


Bella mengepalkan tangannya dan menatap kepergian mereka berdua dengan penuh amarah. Bagaimanapun caranya dia harus bisa mendapatkan Celine, karena dia adalah Putri kandungnya, jadi Sudah seharusnya Celine ikut bersamanya. Dibandingkan Aster yang hanya ibu angkatnya, tentu dirinya yang lebih berhak atas dia, begitulah yang Bella pikirkan.


"Cepat atau lambat dia akan jatuh ke tanganku, karena aku adalah ibu kandungnya!!"


Kemudian Bella berbalik badan dan melenggang meninggalkan boutique, dia pasti akan mendapatkan Celine bagaimana pun caranya. Celine adalah putrinya, jadi dia akan memperjuangkannya.


Selain itu, Celine adalah ladang uangnya, karena Bella berniat menjualnya pada rentenir kejam untuk melunasi semua hutang-hutangnya pada rentenir tersebut. Untuk apa memiliki putri yang cantik namun tidak dimanfaatkan dengan baik, hidup ini adalah sebuah panggung sandiwara, yang kuat dialah yang berkuasa.


xxx


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2