Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Jaga Dia


__ADS_3

Tubuh pria itu tersungkur di lantai dengan keadaan bersimbah darah setelah Yunna menusukk peruttnya. Dan pria itu adalah suami Yunna sendiri, Yunna terpaksa menghabisinya demi melindunginya.


Pria itu memaksanya untuk pulang, tetapi Yunna menolaknya. Dan karena perlakuan buruk yang dia terima, akhirnya Yunna nekat menghilangkan nyawanya.


Tangan berlumur darah itu terlihat gemetaran. Yunna segara membuang pisau di tangannya, lalu melangkah mundur setelah menyadari apa yang telah ia lakukan pada suaminya itu. Wanita itu menggelengkan kepalanya, sambil melangkah mundur beberapa langkah ke belakang.


"A..Aku membunuhnya? Tidak, bukan aku yang membunuhnya. Tapi dia mati sendiri," ucapnya dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


Tak ingin masuk penjara karena sudah menghilangkan nyawa seseorang, Yunna pun buru-buru meninggalkan hotel tempat ia dan suaminya menginap. Dan demi menghilangkan jejak, Yunna sampai merusak CCTV di kamar tersebut, tetapi dia melupakan satu hal, yakni pisau yang dia gunakan untuk menghilangkan nyawa suaminya.


Yunna meninggalkan kamar itu dengan terburu-buru. Kemudian dia memperhatikan sekelilingnya, memastikan jika tidak ada yang melihatnya.


Setelah itu dia meninggalkan kamar tersebut dan menguncinya dari luar. Namun tanpa dia sadari, Yunna telah meninggalkan sebuah bukti di pintu, yakni darah suaminya yang menempel di tangannya. Tak lupa ia memakai penyamaran agar tak ada yang mengenalinya.


.


.


Seorang paruh baya terlihat menandatangi sebuah gedung perkantoran yang terletak di pusat kota Seoul. Kedatangannya sedikit menyita perhatian beberapa pasang mata ada di sana karena penampilannya, pria itu memakai pakaian yang jelas-jelas bukan dari brand ternama. Seorang pria menghentikannya.


"Maaf, disini tidak menerima seorang pengemis, jadi sebaiknya kau pergi saja dari sini!!" pinta pria itu dengan arogan.


"Saya bukan seorang pengemis, anda salah paham. Karena saya datang untuk bertemu dengan direktur di perusahaan ini," ucap paruh baya itu menjelaskan.


Pria itu dengan arogannya meremehkan penampilan paruh baya di depannya. "Kau bilang jika dirimu bukan seorang pengemis, lalu apa?! Dan asal kau tahu saja, Direktur kami adalah orang yang sangat sibuk, jadi dia tidak memiliki waktu untuk menemui orang sepertimu!!" ucapnya dengan penuh kesombongan.


"Siapa kau memangnya, sampai-sampai berani mengambil keputusan di kantor ini?!" sahut sebuah suara dari belakang.


Dan kedatangannya menyita perhatian orang-orang yang berada di sana. Seorang laki-laki berkacamata menghampiri kedua pria tersebut.


"Jangan kurang ajar kau, Albert. Dia adalah tamu Direktur, bahkan kedudukannya jauh lebih terhormat daripada dirimu. Tuan, mari saya antar. Silahkan lewat sebelah sini," kemudian ia mengantar paruh baya itu menuju ruangan Direktur.


Pria berkacamata itu memperhatikan penampilan paruh baya ini dengan seksama. Entah hubungan spesial apa yang Direkturnya miliki dengan pria ini, sampai-sampai dia memerintahkan untuk menjemputnya saat mengetahui kedatangannya.


"Tuan, kita sudah sampai. Silakan masuk, Direktur sudah menunggu Anda di dalam," pria itu membungkuk lalu meninggalkannya begitu saja.


Pintu besar itu dibuka dari luar. Seorang pria memasuki ruangan tersebut dan menghampiri meja Direktur. "Keanu, kita perlu bicara," ucap pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Tuan Jovan.

__ADS_1


"Silahkan duduk, Pa. Apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya keanu tanpa berbasa-basi.


"Ini mengenai hubunganmu dan, Aster. Dia sudah menceritakan semuanya padaku, jika sebenarnya kalian berdua tidak saling mencintai dan hanya menikah kontrak.


Papa, sangat berterimakasih padamu, karena telah banyak membantu keluarga kami. Tapi, Keanu. Sebagai seorang ayah, aku jelas tidak terima jika putriku hanya kau jadikan sebagai wadah untuk kau titipi benihmu yang setelah anak itu lahir kau buang begitu saja!!"


"Kita sama-sama seorang pria dan tak lama lagi kau menjadi ayah. Bagaimana jika seandainya bayi yang Aster lahirkan adalah perempuan? Bagaimana perasaanmu ketika putrimu berada di posisinya? Sebagai seorang ayah, apa kau rela jika putrimu hanya dijadikan sebagai wadah untuk menampung sebuah janin? Jadi tolong pikirkan hal ini baik-baik," pinta Tuan Jovan , dia berujar panjang lebar.


Bukan maksud hati ingin menjadi orang yang tidak tahu diri, tetapi dia hanya mengungkapkan isi hatinya sebagai seorang ayah.


Meskipun Keanu telah banyak membantu kesulitan keluarganya , tapi tetap saja hal itu tak bisa sebanding dengan perjuangan Aster dalam melahirkan anak untuknya. Tak main-main, karena yang harus Aster pertaruhkan adalah nyawa, dan sebanyak apapun uang yang Keanu miliki, tetapi tetap tak akan sebanding dengan nyawa Aster.


"Aku mengerti dan aku memahami betul. Aku tidak pernah berniat untuk mengusirnya pergi setelah anak itu lahir, aku akan meminta dia untuk menjaga dan merawat sendiri anak itu, karena dia yang lebih berhak dari siapapun termasuk diriku!!" Keanu pun angkat bicara. Dia tidak ingin dicap sebagai pria yang kejam, karena memisahkan seorang ibu dari anaknya.


"Apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu ini?" Tuan Jovan memastikan.


Keanu mengangguk. "Ya, karena aku tidak akan mengingkari apa yang telah kukatakan. Karena itu bukanlah sifat seorang pria sejati!!"


"Lalu, bolehkah aku meminta satu hal padamu?"


"Apa?" tanya Keanu singkat.


"Pa, apa yang kau lakukan?!" pekik Keanu terkejut.


Tuan Jovan tiba-tiba berlutut di depan Keanu. Dia ingin menitipkan Aster pada Keanu. Dan Keanu pun terkejut dengan tindakan tiba-tiba pria tersebut. Tuan Jovan menggeleng, dia tidak akan bangun sebelum Keanu mau berjanji padanya.


"Papa, tidak akan bangun sebelum kau mau berjanji. Keanu, sebagai orang Tua. Papa, hanya ingin memastikan putrinya hidup dengan bahagia. Karena Papa sadar jika usia ini sudah semakin tua , dan tidak bisa selalu berada disisinya. Dan Papa yakin, kau dan Aster memang ditakdirkan untuk bersama. Mungkin saat ini kalian berdua masih belum menyadarinya, tetapi suatu saat nanti kalian pasti akan sama-sama mengerti." Tutur Tuan Jovan.


"Berdirilah, Pa. Jangan seperti ini. Orang lain akan berpikir yang tidak-tidak jika melihatnya, jadi cepat berdiri." Pinta Keanu seraya membantu Tuan Jovan untuk berdiri.


Tuan Jovan memegang lengan Keanu dan mengunci mata hitamnya. "Keanu, Papa mohon. Berjanjilah pada, Papa." dia memohon untuk kesekian kalinya.


Keanu menghela napas panjang. Dia menganggukkan kepala. "Baik, Pa. Aku berjanji," ucapnya meyakinkan. Tuan Jovan pun bisa tersenyum lebar setelah mendengar ucapan Keanu. Paruh baya itu mengangguk. Kemudian dia menyerahkan bingkisan yang ia bawa pada Keanu.


"Nak, ini Papa bawakan makan siang untukmu. Untuk sementara Aster ingin tinggal bersamaku, jika kau tidak keberatan, kau juga bisa tinggal di sana bersamanya." Ucapnya.


Keanu mengangguk. "Baiklah,"

__ADS_1


.


.


"Jangan pernah menyakiti hatinya, jaga dan lindungi dia meskipun kau tidak pernah mencintainya, karena dia akan menjadi Ibu dari anak-anakmu. Hargai perjuangan dan pengorbanannya,"


Keanu menutup matanya dan menghela napas. Ucapan Tuan Jovan masih terus terngiang di telinganya, dia tidak bisa mengenyahkan kata-kata itu dari ingatannya. Ucapannya memang terdengar ringan, namun penuh dengan makna yang mendalam.


Ketukan pada pintu sedikit menyita perhatiannya , menyadarkan Keanu dari lamunannya. Terlihat Rio memasuki ruangannya lalu berjalan menghampirinya.


"Ada apa?" tanya Keanu tanpa basa-basi.


"Direktur, pihak hotel baru saja menghubungi, mereka menemukan pria itu tewas mengenaskan di kamarnya. Dia telah dibunuh." Lapor Rio


Keanu menautkan alisnya. "Maksudmu?"


"Suami Nyonya Yunna, dia ditemukan tewas di hotel tempatnya menginap. Masih belum diketahui siapa pelakunya, karena CCTV rusak, hanya ada pisau yang digunakan untuk membunuhnya namun tidak ditemukan jejak sidik jari di pisau tersebut," jelas Rio.


"Mungkinkah Yunna yang ada hubungannya dengan hal ini?" tanya Keanu memastikan.


Rio menggelengkan kepala. "Masih belum bisa dipastikan, tapi ada kemungkinan besar jika dia pelakunya. Dan saat ini polisi sedang menyelidikinya," terang Rio.


Usut tuntas masalah ini dan temukan siapa pelakunya. Entah kenapa aku berpikir jika Yunna, ada hubungannya dengan hal ini." ucap Keanu. Keanu berpikir jika Yunna memiliki alasan untuk melakukannya.


Rio mengangguk. "Baik, Direktur. Kalau begitu saya permisi dulu," dia membungkuk pada Keanu lalu pergi begitu saja. Jika memang Yunna pelakunya, maka Keanu tidak akan melepaskannya.


Ponsel milik Keanu tiba-tiba berdering, menandakan ada panggilan masuk. Dan nama Aster, menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Keanu pun segera menerima panggilan tersebut. "Ada apa, Aster? Kenapa kau menghubungiku?" tanya Keanu dengan suara lembut.


"Key, aku ingin makan sesuatu yang dingin dan segar, bisakah kau membelikannya untukku? Aku sangat ingin memakannya,"


"Baiklah, setelah ini aku akan langsung pergi ke sana. Ada lagi yang kau inginkan?" tanya Keanu memastikan.


"Tidak ada, itu saja." jawab Aster dari seberang sana.


Keanu mengangguk. "Baiklah,"


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2