
Waktu berjalan dengan cepat. Tidak terasa kandungan Aster sudah memasuki bulan ketujuh. Hanya tinggal dua bulan lagi ia akan bertemu dengan buah hatinya. Rasanya Aster sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengannya.
Jari-jari lentik itu berkali-kali mengusap perutnya yang membuncit. Dan dia selalu berteriak heboh setiap kali janin di dalam perutnya bergerak. Aster sangat-sangat bahagia, apalagi dengan perhatian Keanu selama beberapa bulan ini.
"Nyonya, ini saya bawakan susu untuk Anda. Sebaiknya segera diminum selagi masih hangat," Bibi Lee menghampiri Aster sambil membawakan segala susu hangat untuknya. Dia begitu rutin membuatkan susu untuk Aster pagi dan Sore. Dan alasannya adalah, supaya janin di dalam perut atas tumbuh dengan sehat.
Wanita itu tersenyum lebar lalu mengambil susu itu dari tangan Bibi Lee. "Terimakasih, Bibi. Dan maaf harus merepotkan mu," ucapnya penuh sesal.
Bibi Lee menggelengkan kepalanya. "Sama sekali tidak, Nyonya. Dan saya senang melakukannya karena ini memang sudah tugas saya sebagai seorang kepala pelayan di rumah ini, dan melayani Anda adalah kehormatan bagi saya." Ujarnya.
Aster sungguh merasa bahagia karena bisa mengenal wanita sebaik Bibi Lee. Dan darinya, Aster bisa merasakan kembali kehangatan seorang Ibu. Bibi Lee memiliki sifat keibuan dan dia hangat penuh kasih sayang.
"Nyonya, cuaca di luar sangat cerah. Bagaimana jika saya menemani anda pergi jalan-jalan?" tawar wanita itu.
Aster menganggukkan kepala. "Sepertinya itu ide yang sangat bagus. Bibi, aku ingin pergi ke taman. Bagaimana jika kita pergi ke saja saja?" usul Aster dengan mata berbinar-binar
Dan kebetulan sekali Aster memang ingin pergi jalan-jalan keluar, berada di rumah seharian membuatnya bosan. Apalagi tidak ada Keanu di rumah, karena dia sedang pergi ke luar kota dan kemungkinan lusa baru kembali.
"Nyonya, kalau begitu sebaiknya Anda siap-siap dulu," pinta Bibi Lee dan di balas anggukan oleh Aster. "Oya, jangan lupa untuk membawa pakaian hangat. Karena cuaca hari ini sangat dingin," lanjutnya.
Selepas kepergian Aster. Wanita itu segera menghubungi seseorang. Dalam percakapannya tersebut, Bibi Lee mengatakan untuk segara bersiap-siap di lokasi yang telah di tentukan. "Kalian jangan sampai gagal, dan lakukan sesuai rencana," ucapnya dan mengakhiri panggilan itu begitu saja.
Bibi Lee segera menoleh setelah mendengar suara derap langkah kaki seseorang yang datang. "Bibi, aku sudah siap," suruh Aster Seraya menghampiri wanita itu.
"Nyonya, bagaimana jika kita jalan kaki saja? Tidak perlu membawa Bodyguard juga, hanya jalan-jalan di sekitar mansion saja. Lagi pula jika kita membawa Bodyguard, itu hanya akan menarik banyak perhatian. Lagi
__ADS_1
pula ada saya yang bisa melindungi Anda," usul Bibi Lee membujuk.
"Sebaiknya kita tetap membawa Bodyguard, dan biarkan mereka mengawasi kita dari jauh. Aku tidak ingin mendapatkan masalah dari Keanu karena tidak patuh, Bibi tahu sendiri kan seperti apa mengerikannya dia jika sedang marah?" ucap Aster dengan pandangan tertuju pada Bibi Lee.
Wanita itu mengangguk. "Ya, Nyonya benar. Tapi akan lebih baik jika kita pergi berdua saja, dengan begitu kita bisa lebih bebas untuk pergi kemana pun. Dan masalah Tuan Muda, selamat tidak ada yang melaporkan Anda pergi tanpa pengawalan, saya rasa akan aman-aman saja," Bibi Lee tetap pada keinginannya untuk pergi tanpa membawa bodyguard, dani Hal itu membuat Aster merasa sedikit curiga.
"Kenapa tiba-tiba sikapnya jadi aneh begini? Mungkinkah Dia sedang merencanakan sesuatu?" ujar Aster membatin. Lalu wanita itu menggeleng. Tidak, pak aku jadi memiliki prasangka buruk padanya? Apalagi selama ini Bibi Lee sangat baik padaku, tidak seharusnya aku berpikir yang tidak tidak tentangnya," lanjutnya membatin.
"Tidak apa-apa, Bi. Aku hanya tidak ingin mengambil resiko, jadi biarkan mereka tetap ikut dan mengawasi kita dari kejauhan," dan Aster pada keputusan finalnya, dia akan tetap membawa kedua bodyguard-nya, untuk ikut pergi bersamanya.
Bibi Lee pun tidak memiliki pilihan lain, karena sulit untuk berdebat dengan Aster, mengingat seberapa keras kepalanya dia. "Baiklah, Nyonya. Terserah Anda saja. Kalau begitu aku kita pergi sekarang." Aster menganggukkan kepala. Keduanya kemudian berjalan beriringan meninggalkan kediaman Xiao.
Wanita itu terlihat mengirim pesan singkat pada seseorang. Dan isi pesan singkat itu kurang lebih seperti ini. 'Rencana diubah. Sebaiknya kalian tidak bertindak apapun hari ini' begitulah kira-kira isi pesan singkat tersebut.
.
.
Kedua pria itu saling berjabat tangan setelah kesepakatan kerjasama, sama-sama saling disetujui. Dan kerjasama kali ini akan membawa banyak keuntungan bagi Xiao Empire, dan mana mungkin Keanu melewatkannya begitu saja.
Selepas kepergian sang kolega, di dalam ruangan itu hanya menyisakan Keanu dan Rio. "Tuan Muda, sebaiknya Anda lihat rekaman CCTV ini. Ada yang tidak beres dengan Bibi Lee. Entah kenapa saya merasa, jika semakin hari sikapnya semakin mencurigakan saja," Rio menunjukkan CCTV di kediaman Xiao yang tersambung langsung dengan tab miliknya. Dia sengaja melakukannya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Sebaiknya kita kembali sekarang juga, entah ini hanya perasaanku saja atau memang benar adanya, jika orang yang memiliki hubungan dengan Yunna sebenarnya adalah dia bukan pelayan itu." Tukas Keanu. Dan Rio pun merasakan hal yang sama.
"Saya akan segara menyelidikinya." Ucap Rio.
__ADS_1
Tentang Siapa orang yang hari itu berbincang dengan Yunna masih menjadi misteri hingga detik ini. Rio sudah menyelidikinya, tetapi tidak menghasilkan apa-apa, apalagi tidak ada saksi yang melihatnya.
Keanu tak akan membiarkan siapapun menyakiti Aster. Dan dia tak akan pernah memaafkan orang itu jika sampai berani melukainya meskipun hanya setipis kulit Ari. Bukan hanya akan melindungi janin di dalam perutnya, tetapi Keanu juga akan melindungi ibunya.
"Percepat pertemuannya, malam ini juga kita kembali ke Seoul." ucap Keanu dan dibalas anggukan oleh Rio.
"Baik, Tuan Muda."
Kemudian Rio beranjak dari hadapan Keanu dan pergi begitu saja. Untungnya mereka menggunakan jet pribadi sehingga tak memakan banyak waktu. Dan sebenarnya Keanu tidak tega untuk meninggalkan Aster dalam waktu yang lama. Tapi dia tidak memiliki pilihan lain. Karena bisnis itu juga sangat penting bagi perusahaannya.
Pria itu bangkit dari kursinya. Kemudian Keanu melenggang keluar. Tiba-tiba dia merasa lapar, wajar saja karena Keanu melewatkan sarapannya selama beberapa jam.
Langkah Keanu terhenti karena suara dering pada ponselnya. Alis kanannya terangkat melihat nomor asing tertera menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Penasaran siapa yang menghubunginya, Keanu menerima panggilan tersebut.
"Halo,"
"Wanitamu ada di tanganku. Jika kau ingin dia dan janin di dalam perutnya selamat, cepat datang dan aku akan memberimu waktu satu kali dua puluh empat jam. Jika lebih dari itu kau belum datang, bersiaplah untuk kehilangan mereka berdua!!"
Sambungan telfon itu diakhiri begitu saja. "Sial!!" Keanu menggeram pelan. Dia tidak akan membuang-buang waktu dan membiarkan Aster serta janin di dalam perutnya berada dalam bahaya. Dan Keanu tidak akan melepaskan orang itu jika sesuatu sampai terjadi pada mereka berdua.
.
.
Bersambung.
__ADS_1