Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Dasar Menyebalkan


__ADS_3

Kabar tentang Yunna yang ditangkap oleh polisi telah sampai ke telinga Rio. Bukan hanya dia saja yang ditangkap, tetapi satu wanita paruh baya juga yang merupakan pekerja di kediaman Xiao. Dan Rio pun sangat-sangat terkejut setelah mengetahui siapa wanita itu.


Saat ini Rio sedang berada di kantor polisi, dia segera datang setelah mendapatkan telfon dari kantor kepolisian yang mengabarkan tentang penangkapan Yunna dan juga ibunya.


"Tuan Rio, apa kau datang untuk membebaskan, Bibi?" wanita itu begitu senang melihat kedatangan Rio, karena dia yakin jika Rio datang untuk membebaskan dirinya.


Rio menatapnya dengan dingin. "Bibi Lee, aku benar-benar tidak menyangka jika kau dan dia ternyata ibu dan anak. Kalian berdua bersekongkol untuk membohongi Tuan Muda supaya dia menikahi Nyonya Yunna yang ternyata adalah putrimu."


Senyum lebar yang sebelumnya menghiasi bibir Bibi Lee pudar seketika setelah mendengar apa yang Rio katakan. Tergantikan dengan tatapan sinis dan dingin.


"Sebenarnya untuk apa kau datang kemari? Untuk membebaskanku dan Yunna, atau berceramah?" tanya Bibi Lee dengan tatapan tidak bersahabat.


"Jika kau berpikir kedatanganku untuk membebaskan kalian berdua, maka kau salah besar. Putrimu bersalah, jadi sudah seharusnya dia dihukum dengan berat. Dan kau juga terlibat dalam usahanya melarikan diri, kau berusaha membantunya kabur dari kejaran polisi. Dan itu juga sebuah kejahatan besar, jadi kau juga akan dihukum. Ini adalah negara hukum, sudah seharusnya yang salah dihukum dengan seberat-beratnya!!" ujar Rio.


"RIO!! KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN!!" Mendengar ucapan Rio membuat Bibi Lee menjadi sangat marah. Dia mencoba untuk melayangkan pukulan padanya, namun dihentikan oleh petugas yang berdiri dibelakangnya. "LEPASKAN, BIARKAN AKU MEMBUNUHNYA!!"


Rio bangkit dari kursinya. "Wanita itu sudah terbukti bersalah, dan dia juga terlibat dalam kejahatan putrinya. Jalankan hukuman sesuai prosedur yang berlaku, karena bagaimana pun juga yang bersalah tetap harus mendapatkan hukuman yang setimpal dari perbuatannya. Kalau begitu saya permisi dulu." Rio membungkuk dan pergi begitu saja.


Bibi Lee terus berteriak dan memberontak meminta untuk dilepaskan. Sementara Yunna hanya bisa pasrah, karena memberontak sekalipun tidak ada gunanya, itu hanya akan membuat hukumannya semakin berat. Dan Yunna berusaha untuk menerimanya.


.


.


Keanu mengakhiri panggilan telfonnya dan menghela napas barat. Kemudian Ia menoleh saat mendengar dalam langkah kaki seseorang yang datang, terlihat Aster berjalan menghampirinya.


"Kay, ada apa? Apa terjadi sesuatu?" tanyanya memastikan.


Keanu menganggukkan kepala. "Bibi Lee, di tangkap bersama Yunna ketika dia mencoba membantunya untuk melarikan diri. Ternyata mereka berdua ibu dan anak, dan bodohnya aku tertipu dengan persekongkolan mereka berdua," ujar Keanu.


"Hah, Bibi Lee dan mantan istrimu itu ternyata ibu dan anak?" kaget Aster. Keanu menganggukkan kepala. "Bagaimana bisa? Jika mereka adalah ibu dan anak, pasti Bibi Lee sangat melindunginya, tapi dia malah mengatakan sesuatu yang buruk tentang mantan istrimu itu padaku." Ujar Aster.


"Ya, hanya sebuah kamuflase untuk menutupi kebenaran itu." Ucap Keanu.


Aster mengangguk paham. Sangat mengerikan, justru orang terdekatlah yang bisa menjadi momok paling mengerikan yang patut untuk diwaspadai. Bibi Lee contohnya, dia yang begitu dekat dengan keluarga Xiao malah mengkhianatinya dengan membohongi mereka selama bertahun-tahun.

__ADS_1


"Apa yang kau lamunkan?" tegur Keanu melihat Aster yang tiba-tiba diam.


Sontak wanita itu mengangkat kepalanya, lalu menggeleng. "Tidak ada, aku hanya tidak percaya jika Bibi Lee bisa melakukan hal seperti itu pada keluarga Xiao. Dan aku sangat yakin jika sebenarnya dia memiliki niat yang tidak baik saat membuatmu dan mantan istrimu itu saling jatuh cinta," ujarnya.


"Dan itu juga yang aku pikirkan. Tapi nasi sudah menjadi bubur, mau disesali pun percuma karena semua sudah terjadi," ucap Keanu.


Aster menguap karena rasa kantuk yang tidak bisa dia tahan. "Key, mataku sangat berat dan sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Aku akan tidur lebih dulu," ucap Aster dan dibalas anggukan oleh Keanu.


Sebelum Aster pergi, Keanu memberikan kecupan lembut di kening Aster sebagai ucapan selamat malam dan selamat tidur. Aster tersenyum lebar, dia mencium pipi kanan Keanu dan pergi begitu saja. Keanu menghela napas dan menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya.


Lalu pandangan Keanu kembali pada langit malam. Bulan dan bintang tidak menunjukkan wujudnya sama sekali dan menyembunyikan wujudnya di balik awan hitam.


.


.


Sang Dewi malam telah kembali ke peraduannya, bulan dan bintang tak lagi menapaki langit. keberadaan mereka digantikan oleh sang penguasa hari, sang surya mulai terbit dari ufuk Timur dan merangkak naik menuju singgasananya. Cahayanya yang keemasan menerobos masuk ke dalam sebuah kamar bernuansa putih melalui celah-celah jendela.


Sepasang mata itu terbuka perlahan, memperlihatkan sepasang mutiara berwarna Hazel yang cerah. Lalu pandangannya bergulir pada seseorang yang berbaring di sampingnya, matanya masih tertutup rapat dan dia masih tertidur pulas. Wanita itu menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis.


Wanita itu mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan jari-jarinya pada wajah tampan di depannya. Menyusuri wajah Tampan itu mulai dari mata, hidung dan bibir. Tuhan memahatnya dengan begitu sempurna, bahkan ketika dia sudah tak lagi sempurna.


Keanu menarik tangan Aster ketika dia hendak beranjak dari berbaringnya. "Mau kabur kemana, hm? Kau pikir setelah menggangguku maka bisa kabur begitu saja? Jangan harap, Nona. Karena aku tidak akan melepaskanmu, kau masih belum memberiku kecupan selamat pagi."


Aster bergidik ngeri mendengar kata-kata aneh yang keluar dari bibir Keanu. Sejak kapan pria dingin itu menjadi pandai berbicara, bahkan dia begitu fasih dalam mengucapkan kata-kata yang membuat Aster bergidik sendiri.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau jadi aneh begini? Sebelum-sebelumnya kau tidak pernah meminta ciuman selamat pagi, apa semalam kepalamu terbentur sesuatu makanya jadi aneh begini?" ucapnya kebingungan


Aster meletakkan tangannya di atas kening Keanu, untuk memastikan apakah pria itu baik-baik saja atau tidak. "Hm, tidak panas," wanita itu berkata pelan. Tapi kenapa tiba-tiba kau jadi aneh sekali?" Aster menatapnya penasaran.


"Ck, omong kosong apa yang kau katakan? Kalau tidak mau ya sudah, jangan banyak mengoceh tidak jelas seperti itu!! Awas, aku mau bangun," Keanu meminta Aster untuk minggir lalu pergi begitu saja.


Aster mengedipkan matanya beberapa kali. Dia menatap kepergian Keanu dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Dia benar-benar bertingkah aneh, pikirnya. Tapi Aster tak mau ambil pusing, kemudian dia beranjak dari kamarnya dan menghampiri sang ayah yang sedang berkutat di dapur.


Meskipun Aster seorang wanita, tetapi dia sangat payah dalam urusan memasak. Jangankan memasak makanan yang dengan bumbu komplit, memasak mie instan saja dia suka sampai gosong pancinya. Bahkan dia nyaris membakar dapur ketika mencoba masak untuk dirinya sendiri. Sejak saat itu Tuan Jovan tidak pernah mengizinkannya untuk masuk ke dapur lagi.

__ADS_1


.


.


Arema lezat makanan berkaur di dalam hidung Aster yang baru saja menginjakkan kakinya di ruang makan. Kemudian Aster menghampiri Ayahnya di dapur. "Pa, aromanya sangat lezat, memangnya Apa memasak apa?" tanya Aster penasaran.


"Bukan makanan special, cuma makanan tradisional yang rasanya tak kalah dengan makanan-makanan modern yang sekarang marah di jual dimana-mana. Ngomong-ngomong dimana suamimu? Segera panggil Keanu untuk turun, kita sarapan sama-sama," pinta Tuan Jovan.


Aster menggeleng. "Tidak perlu dipanggil, Pa. Nanti juga dia ke sini sendiri, lagian dia bukan anak kecil lagi yang apa-apa masih harus dilayani dan di perlakukan dengan istimewa." Ujarnya.


Sepertinya Ashar menyimpan dendam pada Keanu karena apa yang dia lakukan tadi. Makanya dia bersikap sinis padanya, karena menurutnya Keanu sangatlah menyebarkan. Tuan Jovan menatapnya dengan bingung.


"Ada Apa Denganmu? Kenapa pagi-pagi begini sudah terlihat kesal? Apa kau dan Keanu Bertengkar Lagi?" tanya Tuan Jovan, Aster menggelengkan kepala. "Lantas?"


"Dia menjadi sangat menyebalkan, dan Keanu sudah membuatku kesal setengah mati!!" ucapnya.


Tuan Jovan menghela nafas panjang. Sifat asli Aster kembali, menjadi sangat kekanak-kanakan seperti sebelum menikah. "Dasar kau ini, pasti kau yang duluan berulah?" tuding Tuan Jovan.


Aster menggeleng. "Yakk!! Kenapa Papa malah menyalahkanku, jelas-jelas yang salah adalah kulkas 2 pintu itu. Disini aku korbannya, tapi kenapa malah dia yang Papa belah? Aiss, kalian berdua sama-sama menyebalkan!!" Aster merenggut kesal. Kenapa sang ayah sekarang malah berada di pihak Keanu, bukan di pihaknya? Benar-benar tidak adil.


Perdebatan ayah dan anak itu diinterupsi oleh kedatangan Keanu. Derap langkah kakinya mengalihkan perhatian Aster dan ayahnya, keduanya sama-sama menoleh dan mendapati Keanu berjalan menghampiri mereka.


Tuan Jovan meninggalkan begitu saja dan menghampiri menantunya. "Kau sudah bangun, cepat duduk kita sarapan sama-sama," ucapnya tanpa peduli dengan tatapan tajam dari arah belakang.


Aster menghentakkan kakinya dengan kesal. Dan bisa-bisanya ayahnya malah memihak Keanu yang jelas-jelas hanya menantu di rumah ini, sementara dirinya malah tidak di bela.


"Yakk!! Kenapa Papa jadi ikut-ikutan menyebalkan juga!!" seru Aster sambil merengut kesal.


Kemudian dia bergabung dengan ayah dan suaminya untuk sarapan, bahkan Aster tak menyisakan satu potong ayam pun Untuk Tuan Jovan dan Keanu, Aster menghabiskannya sendiri. Bukannya marah pada Aster, mereka berdua justru menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakannya.


Dan selanjutnya, tak ada lagi obrolan di antara mereka berdua apalagi perdebatan. Mereka bertiga menyantap sarapannya dengan tenang, terdengar selanjutnya hanyalah suara dentingan sendok garpu dan piring yang saling bersentuhan. Memecah dalam keheningan di pagi hari yang cerah itu.


Keanu mengangkat wajahnya dan menatap dua orang di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Keanu tersenyum lembut. Kehangatan sebuah keluarga yang tak bisa dia dapatkan sejak lama. Justru ia dapatkan dari keluarga istrinya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2