
Sebuah taksi berhenti di depan pagar kediaman Xiao , seorang wanita turun dari taxi tersebut lalu memasuki gerbang setinggi 10 meter tersebut.
Dan tentu saja kedatangannya mengejutkan beberapa orang yang memang sudah mengenalnya. Namun wanita itu tak mau ambil pusing, dan melewati mereka begitu saja. Tak ada yang menahannya, wanita itu memasuki kediaman Xiao dengan sangat mulus.
Wanita itu menghentikan langkahnya sejenak, menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah, tak ada yang berubah pada tempat ia berpijak saat ini, semua masih tetap sama seperti beberapa tahun yang lalu ketika ia tinggal di tempat ini.
Dan keberadaan seorang wanita yang sangat iya kenal sedikit menyita perhatiannya. Wanita itu menyeringai, lalu menghampiri wanita paruh baya tersebut.
"Ibu, apa kabar?"
Deggg...
Wanita itu tersentak kaget setelah mendengar suara yang begitu familiar masuk dan bergaul di telinganya. Sontak saja dia menoleh dan mendapati seorang wanita berjalan menghampirinya.
"Yunna?!" serunya nyaris tak percaya.
"Apa kabar, Ibu? Lama tidak bertemu," ucap Yunna dengan seringai tipis yang tercetak di sudut bibirnya.
Wanita yang dipanggil ibu oleh Yunna memperhatikan sekelilingnya, kemudian dia menarik Yunna menuju taman belakang kediaman Xiao. "Ikut aku," seru wanita itu seraya menarik Yunna dengan terburu-buru.
"Apa yang kau lakukan? Kau mau membawaku ke mana? Lepaskan aku!!" pinta Yunna menuntut. Bukannya menuruti, wanita itu pun terus menyeretnya menjauh.
Dan disini Mereka sekarang, kedua wanita itu berada di halaman belakang kediaman Xiao. Wanita itu segera melepaskan cengkeramannya pada pergelangan tangan Yunna, dan menatapnya dengan tajam. Sementara itu, Yunna menatap wanita yang dipanggilnya ibu itu dengan kesal.
"Sakit, kenapa Ibu menarikku seperti anjing gila?!" teriak Yunna sambil mengusap lengannya yang terasa nyeri akibat cengkraman wanita itu yang terlalu kuat.
"Apa kau sudah bosan hidup?! Bisa-bisanya kau memanggilku dengan sebutan ibu di depan semua orang, apa kau ingin kita berdua terkena masalah? Yunna, kenapa kau semakin bodoh saja?" tukas wanita itu.
Wanita itu memarahi Yunna habis-habisan, rahasianya bisa terbongkar jika sampai ada yang mengetahui jika ia dan Yunna ternyata ibu dan anak. Tapi bukan itu yang lebih berbahaya lagi, karena jika rahasianya sampai terbongkar, maka rencananya akan gagal total.
Yunna merenggut dan menatap ibunya dengan kesal. Dia menghentikan kakinya kesal. Kemudian Yunna berbalik dan pergi begitu saja. Karena tujuannya datang kembali ke kediaman Xiao bukanlah untuk berdebat dengan ibunya, melainkan untuk mendapatkan kembali posisinya sebagai Nyonya Xiao.
Karena posisi itu hanya cocok untuk dirinya, dan hanya dirinya dan tidak ada orang lain yang boleh menempatinya termasuk Aster.
.
__ADS_1
.
Keanu tak melepaskan pandangannya sedikitpun dari Aster yang sedang menikmati ice cream nya. Setelah Aster menghubunginya, Keanu langsung pulang membawakan ice cream pesanannya. Wanita itu terlihat sangat bahagia, ketika Keanu datang makanan yang ia inginkan.
Sadar tengah diperhatikan, Aster mengangkat wajahnya dan menatap Keanu dengan bingung. "Key, kenapa kau terus menatapku seperti itu? Apa kau juga menginginkan ice cream ini?" tanya Aster memastikan.
Keanu menggelengkan kepala. "Lantas? Dan jika bukan karena ice cream ini, lalu kenapa kau terus menatapku seperti itu? Jangan-jangan ada sesuatu yang aneh di mukaku, ya?" tanya Aster memastikan.
Lagi-lagi Keanu menggelengkan kepalanya, Aster pun semakin bingung dibuatnya. "YAKK!! Jangan membuatku bingung. Cepat jawab, kenapa kau terus menatapku seperti itu?!" tanya Aster menuntut. Wanita itu kesal sendiri karena sikap Keanu.
Menghela napas berat. Kemudian Aster melanjutkan kegiatannya menyantap ice cream nya dan menghiraukan Keanu yang masih terus menatapnya. Masa bodoh dengan pria itu, yang penting dirinya kenyang.
Dan entah karena alasan apa, Keanu terus menatap kearahnya. Seperti itu oleh Keanu membuat Aster merasa gugup, itulah kenapa dia langsung mengalihkan pandangannya dari pria itu.
"Aster, setelah anak itu lahir, kau ingin tetap berada di sisinya atau pergi meninggalkannya? Aku ingin kau menjawabnya dengan jujur" tanya Keanu.
Bukannya menjawab, Aster malah menatapnya dengan bingung. "Kenapa tiba-tiba kau membahas hal ini? Tidak biasanya,"
"Jawab saja, jangan banyak bicara. Aku hanya ingin mendengar keinginanmu yang sebenarnya." Keanu sedikit kesal pada Aster karena banyak basa-basi dan tidak langsung menjawab pertanyaannya.
Aster menghela nafas. "Memangnya ibu mana yang ingin terpisah dari anaknya, Xiao Keanu? Termasuk diriku. Sebagai seorang ibu yang mengandung dan melahirkannya, tentu saja aku ingin selalu berada di sisinya, merawatnya, menjaganya dan bersamanya hingga dia dewasa. Dan hanya orang tidak berperasaan yang tega memisahkan anak dari ibunya!!" Ujar Aster panjang lebar. Dia hanya menyampaikan apa yang ia inginkan.
"Kau tidak perlu pergi, aku akan tetap mengizinkanmu berada disisinya, karena kau adalah ibunya!!" ucap Keanu memberikan keputusannya.
Aster mendongak seketika. "Kau serius? Apa keputusanmu ini tidak akan kau ubah lagi, aku sangat takut tiba-tiba kau berubah pikiran lagi setelah anak ini lahir." Aster mengusap janin di dalam perutnya sambil menatap perut yang sedikit membuncit itu dengan sendu.
"Tidak!! Aku tidak akan merubah keputusanku lagi, kau bisa tetap berada disisinya setelah anak itu lahir. Ya sudah, cepat habiskan ice creammu, sudah mulai meleleh, aku ke kamar dulu." Keanu bangkit dari duduknya dan hendak pergi, namun di tahan oleh Aster.
"Keanu, tunggu. Kenapa kau masih disini? Apa kau tidak ingin pulang?" tanya Aster.
Keanu menautkan alisnya. "Kenapa? Apa kau ingin mengusirku?"
Aster menggeleng. "Bukan, bukan begitu. Tapi ini bukan tempat yang layak untuk seorang Tuan Muda dan Direktur sepertimu, jadi sebaiknya kau pulang saja." pintanya.
"Aku tidak mau!! Kau tidak bisa mengusirku begitu saja, karena aku juga memiliki hak untuk berada di tempat ini, ini rumah ayah mertuaku dan aku adalah menantunya jadi aku berhak disini!!" tegasnya.
__ADS_1
Aster mendengus berat. Berdebat dengan Keanu memang tidak ada gunanya. Lebih baik dia mengalah daripada emosi sendiri, karena jika diteruskan akan sangat panjang urusannya dan perdebatan mereka tak akan selesai sampai tahun depan.
"Terserah kau sajalah," malah Aster yang meninggalkan Keanu begitu saja, wanita itu pergi ke kamarnya.
Keanu menghela nafas. Emosi orang yang sedang hamil memang tidak bisa diprediksi, kadang suka turun naik tidak stabil. Dan Keanu memakluminya, kemudian dia melanjutkan langkahnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket semua.
Berbeda dengan kamar di kediaman Xiao yang setiap kamar memiliki kamar mandi, di rumah Aster hanya ada satu kamar mandi yang biasanya di pakai bersama. Meskipun begitu, kamar mandi itu begitu bersih dan terawat dengan baik, jadi Keanu bisa merasa tenang mandi di sana.
.
.
Ponsel milik Keanu yang tidak berhenti berdering membuat Aster kesal setengah mati. Meskipun agak sedikit terganggu, akan tetapi dia tidak berani mematikan apalagi menerima panggilan tersebut, karena bagaimanapun juga Aster masih tahu batasannya.
Decitan suara pintu dibuka dari laut mengalihkan perhatiannya. Terlihat Keanu memasuki kamar dengan wajah dan tubuh yang jauh lebih fresh dari sebelumnya. Dia hanya memakai Singlet putih dan celana panjang hitam. Aster melihatnya sekilas lalu kembali fokus pada novelnya.
"Ponselmu dari tadi berdering, sebaiknya hubungi kembali orang yang menelfonmu tadi, mungkin saja penting." Ucap Aster tanpa menatap lawan bicaranya.
"Kenapa kau tidak mengangkatnya?" ucap Keanu sambil menatap wanita itu.
"Karena aku masih mengerti batasanku!!" sahut Aster menimpali.
Keanu tak mengatakan apapun lagi setelah mendengar jawaban Aster. Kemudian dia beranjak dari hadapan wanita itu dan melenggang keluar. Keanu hendak menghubungi balik orang yang sedari tadi menelponnya tersebut. Mungkin saja ada hal pentingnya sampai-sampai Rio menghubunginya berkali-kali.
"Ada apa kau menghubungiku?" tanya ke anu tanpa basa-basi.
"Tuan Muda, Nyonya Yunna datang dan dia menolak untuk pergi. Tidak hanya itu saja, dia juga membuat keributan yang mengakibatkan Bibi Lee terluka," lapor Rio.
"Aku tidak mau tahu, bagaimana pun caranya usir wanita itu keluar dari kediaman Xiao!!" perintah Keanu menuntut.
"Baik, Tuan Muda,"
Keanu tidak tahu apa alasan wanita itu tiba-tiba datang ke kediaman Xiao. Dan dia tidak akan membiarkan Yunna membuat onar apalagi membuat orang-orangnya sampai terluka.
.
__ADS_1
.
Bersambung.