
Ketukan pada pintu sedikit mengalihkan perhatian Keanu dari dokumen-dokumennya. Tampak pria itu mengangkat sedikit kepalanya dan mendapati seorang pria berkacamata berjalan menghampirinya sambil membawa sebuah dokumen yang berisi informasi yang Keanu minta.
"Direktur, ini adalah informasi yang Anda minta." Ucap pria berkacamata itu lalu meletakkan dokumen tersebut di atas meja.
"Bagaimana hasil penyelidikanmu selama beberapa hari ini? Apakah kau sudah menemukan informasi tentang suami, Yunna?" tanya Keanu memastikan.
Pria berkacamata itu menganggukkan kepala. "Ya. Sudah, Direktur. Bahkan saya sudah berhasil menghubunginya, dan melaporkan tentang kelakuan istrinya, dia akan segera tiba disini untuk membawanya kembali ke Macau." Jelasnya.
"Bagus sekali, memang ini yang aku harapkan. Baiklah, kau boleh keluar," pinta Keanu. Pria itu membungkuk sebelum meninggalkan ruangan Keanu.
Selepas kepergian pria berkacamata itu hanya menyisakan Keanu sendiri di ruangannya. Kemudian Keanu membuka dokumen tersebut dan menemukan beberapa fakta tentang Yunna dan suaminya. Sama sekali tak ada yang menarik dimatanya. Keanu menutup kembali dokumen itu dan melemparkannya ke atas meja.
Jika suaminya tidak bisa menyeret Yunna untuk pulang. Maka Keanu sendirilah yang akan mendeportasinya ke luar negeri, dan memastikan jika Yunna tidak bisa kembali lagi ke Seoul. Dia tidak akan membiarkan wanita itu mengusik hidupnya yang kini telah baik-baik saja.
Apakah Keanu pernah merasa hancur dan kehilangan setelah kepergian Yunna, maka jawabannya adalah iya.
Pada saat itu Keanu sangat mencintai Yunna, bahkan dia telah membuatkan sebuah rumah yang sangat nyaman untuknya. Tapi semua itu tak ada artinya lagi, karena Yunna telah mengkhianatinya dan menghancurkan rumah tangganya sendiri. Dan akhirnya rumah itu pun Keanu hancurkan hingga rata menjadi tanah. Membuat rasa cinta yang Keanu miliki untuknya berubah menjadi rasa benci.
Tingg...
Sebuah pesan singkat yang masuk ke ponselnya sedikit menyita perhatiannya. Kemudian Keanu membuka pesan singkat itu, membacanya sekilas lalu menyimpan kembali benda tipis nan canggih itu di atas meja kerjanya. Keanu melanjutkan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda tanpa berniat untuk membalas pesan itu.
.
.
"Fyuhhh.... Akhirnya selesai juga,"
__ADS_1
Aster menatap puas hasil masakannya yang tersusun diatas meja. Bibi Lee mengatakan jika hari ini adalah ulang tahun Keanu, makanya dia berinisiatif untuk membuat perayaan kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun pria dingin itu.
Dan tentu saja Aster tidak sendirian menyiapkannya, dia dibantu oleh Bibi Lee dan beberapa pelayan. Karena bagaimanapun juga Aster agak payah dalam urusan perdapuran, memasak terutama.
Tiba-tiba Aster terpikir sesuatu. Dia mengambil ponselnya lalu mengirim pesan singkat pada Keanu dan memintanya supaya cepat pulang. Aster sudah tidak sabar melihat bagaimana reaksi Keanu nantinya setelah melihat kejutannya, mungkinkah dia akan terharu atau justru tetap bersikap dingin seperti biasanya? Entah, Aster tak bisa memprediksikannya.
"Bibi, sisanya aku serahkan padamu. Aku mau mandi dulu," ucap Aster dan dibalas anggukan oleh Bibi Lee.
Berjam-jam berkutat di dapur membuat tubuh Aster berkeringat, dan itu membuatnya tidak nyaman. Dan Aster berpikir berendam selama beberapa menit mungkin akan membuat tubuhnya kembali rileks. Setidaknya dia harus terlihat lebih fresh ketika Keanu pulang.
BRAKKKK...
"Tuan Muda Dante, apa yang Anda lakukan?!"
Suara bantingan dan pekikan keras itu menghentikan langkah Aster. Sontak dia menoleh kebelakang, pupil mata Aster membelalak sempurna saat melihat meja makan yang sudah terbalik dan semua makanan yang ada diatasnya berserakan di lantai. Dan Dante pelakunya.
"Bajjingan, apa yang kau lakukan?!" teriak Aster dengan emosi.
Dengan emosi yang telah sampai di ubun-ubun, Aster menghampiri Dante dan langsung melayangkan sebuah pukulan keras di wajahnya hingga membuatnya tersungkur di lantai. "Betina sialan, apa yang kau lakukan?!" bentak Dante dengan emosi.
"Kau yang sialan, berani-beraninya kau menghancurkan kerja kerasku dan mereka. Kami menyiapkannya dengan susah payah, dan kau malah menghancurkannya begitu saja. Apakah benar-benar sudah bosan hidup? Karena kau yang lebih dulu memulainya, maka jangan salahkan aku jika aku tidak akan segan dan sungkan padamu!!" ujar Aster dengan penuh amarah.
Dante bangkit dari posisinya lalu menatap Aster dengan Seringai meremehkan. "Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh perempuan lemah sepertimu? Jangan kau pikir karena berhasil menumbangkanku dengan satu pukulanmu yang tidak seberapa itu, maka kau bisa mengancamku. Kau hanyalah wanita lemah, jadi dirimu bukanlah tandinganku!!" ujar Dante sambil mendorong Aster.
Kemudian Aster menarik lengan Dante dan langsung membantingnya ke lantai, membuat semua orang yang menyaksikan kegilaan wanita itu terperangah, mereka melongo dan menatapnya tak percaya. Aster, seorang wanita yang terlihat lemah mampu menjatuhkan Dante dengan satu kali tarikan. Benar-benar diluar dugaan.
"Jangan pernah meremehkan wanita hanya karena mereka terlihat lemah. Karena Jika dia sudah marah, bahkan malaikat maut sekalipun akan segan untuk mendekatinya!! ucap Aster dengan tatapan tajam penuh intimidasi. Kemudian Aster mendorong Dante lalu meninggalkannya begitu saja.
__ADS_1
Tiba-tiba wanita itu menghentikan langkahnya, saat merasakan sesuatu yang sangat tajam menusuk telapak kakinya. Aster memejamkan matanya sesaat lalu melanjutkan langkahnya, dan melenggang pergi menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Dia mengabaikan rasa sakit yang luar biasa pada telapak kaki kanannya yang saat ini sedang mengeluarkan darah.
Saat ini Aster sedang kesel setengah mati. Bagaimana tidak, persiapan perayaan ulang tahun Keanu yang sudah ia rencanakan dengan matang dan menyiapkannya dengan susah payah harus hancur berantakan karena ulah Dante. Marah, kesal, sedih, semua perasaan itu bercampur menjadi satu dan membuat Aster kesal setengah mati.
.
.
Dan sementara itu, di lantai satu para pelayan Tengah sibuk membersihkan lantai yang kotor.
Tak hanya makanan saja, tetapi juga banyak pecahan-pecahan beling yang berserakan di lantai. Membuat para pelayan itu harus ekstra hati-hati dalam membersihkannya, supaya pecahan-pecahan beling itu tidak melukai jari dan kaki mereka.
"Darah," ucap Bibi Lee setengah bergumam saat melihat darah segar di salah satu beling yang ada di lantai. Kemudian dia menoleh dan banyak darah segar yang berceceran dilantai menuju lantai dua. Kedua mata Bibi Lee membelalak sempurna. "Mungkinkah, Nyonya terluka?" ucapnya setengah bergumam.
"Apa yang terjadi disini?" dan suara dingin terlewat datar itu segera mengalihkan perhatian Bibi Lee.
Wanita paruh baya itu lantas menoleh kebelakang dan mendapati kedatangan Keanu bersama asisten pribadinya, Rio. "Tuan Muda, Anda sudah pulang. Nyonya sepertinya terluka, saya melihat banyak tetesan darah di lantai dan tetesan-tetesan itu menuju kamar Anda, Tuan Muda." Jelas Bibi Lee.
Lalu pandangan Keanu bergulir pada pintu kamarnya yang terbuka lebar, lalu pandangan Keanu kembali pada Bibi Lee. "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa rumah bisa berantakan seperti ini?" tanya Keanu penasaran.
"Ini semua adalah ulah, Tuan Muda Dante. Nyonya, sengaja membuat perayaan untuk ulang tahun Anda dengan memasak makanan-makanan kesukaan Tuan Muda. Tetapi Tuan Muda Dante tiba-tiba datang dan menghancurkan semuanya, Nyonya yang tidak terima langsung memukulnya."
"Kemudian mereka berdua cek-cok, Tuan Muda Dante mengatai Nyonya dan sampai mendorongnya. Karena terlalu marah, Nyonya menarik lengan Tuan Muda Dante dan membantingnya ke lantai." Dan akhirnya Bibi Lee menceritakan semuanya pada Keanu.
Tanpa mengatakan apapun. Keanu meninggalkan Bibi Lee dan yang lainnya lalu pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua untuk melihat keadaan Aster. Bibi Lee mengatakan jika kemungkinan besar wanita itu terluka.
.
__ADS_1
.
Bersambung