Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Aku Akan Menikahinya


__ADS_3

Celine tidak bisa melepaskan pandangannya sedikit pun dari langit malam. Begitu banyak angan yang timbul dan tenggelam saat menyaksikan langit. Hanya dengan memandangnya, dirasanya sudah cukup untuk mengungkapkan tiap-tiap harapan tak berujung kepada semesta.


Celine menatap keluar jendela. Malam ini langit tampak cerah, susunan bintang-bintang berkumpul menciptakan selendang terang raksasa yang membentang pada cakrawala. Melihat bulan dan bintang adalah hal wajib yang selalu Celine lakukan ketika malam tiba dan langit cerah.


"Kalau begitu ayo kita menikah,"


Kata-kata itu begitu sulit dia enyahkan dari kepalanya. Ucapan Ken benar-benar mengganggunya, sampai-sampai membuatnya tidak bisa tidur, ataupun hanya sekedar menutup mata saja. Alasan Ken memang masuk akal, akan tetapi Celine masih tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar dari laki-laki tersebut.


"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Jawaban apa yang harus aku berikan padanya, menerima atau menolaknya? Aku benar-benar galau Tuhan. Jika aku menolaknya itu artinya aku harus siap untuk berpisah dengan keluargaku, tapi jika aku menerimanya itu artinya..." Celine tidak melanjutkan ucapannya. Gadis itu menutup matanya sambil menggelengkan kepala.


Jangankan benar-benar mengalaminya, baru membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri. Dia benar-benar sedang galau dan di lemah. Gadis itu bangkit dari duduknya lalu melenggang keluar, berdua di kamar hanya membuat kepalanya semakin pusing dan pening.


Celine melihat jam yang menggantung di dinding, dan waktu menunjuk pukul 23.23. Tapi lampu di ruang tengah masih menyala. Berpikir jika lampu itu lupa di matikan, dia pun berjalan ke sana dan berniat untuk mematikannya.


Namun ternyata dia salah, bukan karena lupa belum dimatikan, tetapi memang sengaja tidak dimatikan. Karena seseorang masih terjaga dan sedang duduk di sofa, Celine mengayunkan kedua kakinya dan menghampiri orang itu yang pastinya adalah Ken.


"Ge, Kenapa kau belum tidur?" tegur Celine sambil terus melangkah menghampiri lelaki tersebut.


Sadar ada yang sedang bicara dengannya. Ken mengangkat kepalanya yang sebelumnya tertunduk dan mendapati Celine menghampirinya. "Belum ngantuk. Lalu kenapa kau bangun?" sebuah pertanyaan balasan Ken berikan padanya.


"Sama sepertimu, Aku juga belum mengantuk, lebih tepatnya tidak bisa tidur." Jawab Celine kemudian mengambil tempat di samping Ken.


"Apa yang membuatmu tidak bisa tidur?" Ken bertanya sambil menatap gelas berkaki tinggi dan berisi cairan merah tersebut, lalu meneguknya hingga tandas tak tersisa..


"Kata-katamu." Gerakan tangan Ken yang hendak meletakkan gelas itupun terhenti setelah mendengar jawaban Celine. Kembali dia mengangkat kepalanya dan menatap padanya.


"Kata-kataku, yang mana?" Ken menatapnya dengan bingung.


"Kalau begitu ayo kita menikah!! Kata-kata itu, aku benar-benar tidak bisa tidur karena terus kepikiran dengan perkataanmu itu." Jawab Celine.

__ADS_1


Untuk sesaat keheningan menyelimuti kebersamaan mereka berdua. Celine menggigit bibir bawahnya. Gadis itu menatap Ken dengan penuh penyesalan, dia takut jika perkataannya malah menyinggung perasaannya. Dan Celine hanya ingin mengatakan yang sejujur-jujurnya, karena memang itu yang membuatnya tidak bisa tidur sampai selarut ini.


"Lalu bagaimana keputusanmu? Aku tidak akan memaksamu untuk menyetujui ataupun menerima ide gilaku. Semua keputusan ada di tanganmu," ujar Ken mengakhiri keheningan.


Celine kembali menggigit bibir bawahnya. Dalam-dalam dia mengambil napas lalu melepaskannya. Celine telah mengambil keputusan dan keputusannya adalah... "Aku setuju untuk menikah denganmu!!" menyetujui ajakan Ken untuk menikah. Bukan karena dia ingin, tapi karena Celine tidak rela jika harus berpisah dengan Aster dan Keanu yang selama ini telah membesarkan dirinya serta menyayanginya dengan sepenuh hati.


"Apa kau serius dengan keputusanmu itu? Aku tidak ingin kau menyesalinya karena keterpaksaan, sebenarnya aku tidak ingin memaksamu untuk menerima ajakanku, itu hanya sebuah penawaran dan kau bisa mempertimbangkannya lebih dulu. Sebaiknya jangan terburu-buru mengambil keputusan, pikirkan lagi baik-baik dan aku akan memberimu waktu," Ujar Ken sambil mengunci manik Hazel milik Celine.


Gadis itu menggeleng. "Tidak, Ge. Aku sudah memikirkannya baik-baik, dan ini adalah keputusanku. Aku sudah merenungkan dan memikirkannya dengan baik, dan memang benar apa yang kau katakan, jika aku menikah dengan orang lain, itu artinya aku harus siap berpisah dengan Mama dan Papa kemudian jauh dari mereka, apalagi ada pepatah yang mengatakan jika seorang putri telah menikah bagaikan air yang telah di buang," ujar Celine panjang lebar.


"Baiklah jika memang itu keputusanmu, secepatnya aku akan menghubungi Mama dan Papa lalu memberitahu mereka jika kita akan menikah. Aku harap kau tidak pernah menyesali keputusanmu ini, dan Jangan sampai karena ada faktor keterpaksaan, Aku benar-benar tidak ingin kau menerima pinangan ku karena terpaksa." Tutur Ken.


Celine menggeleng. "Keputusan ini aku ambil bukan tanpa berpikir, aku sudah memikirkannya baik-baik. Keputusanku sudah bulat dan aku mau menikah denganmu!!" jawabnya menegaskan.


Ken mengangguk. Ken meraih tangan Celine lalu menggenggamnya. "Aku memang tidak bisa menjanjikan dunia ini padamu, tapi aku berjanji untuk selalu membahagiakanmu, melindungi mu, aku akan menyayangi dirimu dengan caraku." ucap Ken sambil mengunci sepasang binder Hazel milik Celine.


Gadis itu menganggukkan kepala, dia mempercayai kata-kata dan janji Ken untuk selalu membahagiakannya, dan Celine yakin dia bisa memenuhi janjinya, karena Ken adalah tipe pria yang tidak suka mengingkari janji-janjinya.


Ken menarik tengkuk Celine kemudian mencium singkat bibirnya. Dan apa yang Ken lakukan tentu saja membuatnya terkejut bukan main, Celine memperkirakan jika Ken akan menciumnya. Dan ciuman itu berlangsung kurang dari 30 detik.


"Kembali ke kamarmu dan cepat tidur," pinta Ken dan dibalas anggukan oleh Celine. tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Celine beranjak dari hadapan kakaknya dan pergi begitu saja. Dia kembali ke kamarnya, meskipun dia sendiri tidak yakin bisa tidur dengan cepat.


Ken menatap punggung Gadis itu yang semakin menjauh dengan tatapan yang sulit dijelaskan, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu membahagiakannya meskipun tidak mencintainya. Ken yakin jika hubungan mereka bisa berjalan dengan baik meskipun tidak dilandasi oleh cinta, dan cinta bisa datang seiring berjalannya waktu.


Terlihat pria itu mengutak-atik ponselnya, dia mengetik pesan singkat yang kemudian ia kirimkan pada kedua orang tuanya. Ken berencana untuk memberitahu Aster dan Keanu tentang rencananya untuk menikahi Celine.


Ken tidak bisa mengambil keputusan sepihak tanpa memberitahu mereka berdua. Bagaimana tanggapan mereka tentang keputusannya, itu bisa dipikirkan nanti. Yang terpenting adalah memberitahu mereka terlebih dulu, itulah yang terpenting sekarang.


"Pa, Ma, aku harap kalian bisa merestuinya,"

__ADS_1


Xxx


Suara denting pesan yang masuk membuat Aster yang sedang tertidur pulas terkejut bukan main. Dengan sebal dia meraih ponselnya yang ada di atas meja kecil samping tempat tidurnya. Rasanya Ibu dua anak itu ingin mengutuk orang yang sudah mengganggunya malam-malam begini. Dan dia bertanya-tanya memangnya orang gila mana yang berani mengganggu tidurnya.


Mata Aster yang sebelumnya masih setengah terbuka, seketika terbuka lebar setelah melihat siapa yang mengiriminya pesan, terutama isi pesan tersebut.


"Ma, aku akan menikahi Celine dalam waktu dekat ini. Jadi cepat pulang dan restui kami!!" kurang lebih begitulah isi pesan itu.


Buru-buru Aster membangunkan Keanu dengan begitu tidak sabaran. Dia ingin supaya Keanu juga membaca pesan itu. "Keu, bangun... Cepat buka matamu, Keanu cepat bangun dan lihat pesan yang di kirim Ken padaku." Aster terus mengguncang lengan suaminya. Memaksa Keanu untuk cepat bangun.


"Ck, ada apa sih? Kenapa kau memaksaku untuk bangun? Memangnya tidak bisa ya jika besok pagi saja aku melihat pesannya? Aster, aku benar-benar mengantuk." Ujar Keanu setengah menggerutu.


Aster menggeleng kuat. "Tidak bisa!! Aku tidak mau mendengar alasan apapun, pokoknya kau harus bangun sekarang juga dan melihatnya. Key, Ken mengirim pesan padaku dan memberitahuku Jika dia akan menikahi Celine dalam waktu dekat ini." Ujar Aster dengan begitu girang.


Mata Keanu yang sebelumnya masih setengah terbuka, sekarang terbuka lebar setelah mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Aster. Sontak Keanu menoleh dan menatap wanita itu tak percaya. "Benarkah?" tanyanya memastikan. Aster mengangguk membenarkan. Keanu mengambil ponsel itu dari tangan Aster lalu membaca sendiri pesan singkat tersebut, dan benar-benar sangat mengejutkan.


"Aku tidak mau tahu, pokoknya besok bisa tidak bisa kita harus kembali ke Korea!! Aku harus segera menyiapkan pernikahan mereka, dan pernikahan itu akan ku gelar dengan sangat meriah supaya semua orang tahu jika akhirnya putra-putriku menikah." Ujar Aster.


Semangatnya begitu menggebu-gebu ketika membicarakan tentang pernikahan Ken dan Celine, dan Aster sudah tidak sabar untuk segara melihat mereka berdua berdiri di atas Altar janji Suci sehidup semati.


"Tapi yang menjadi pertanyaannya, apakah Ken mau jika pernikahannya di gelar secara mewah dan meriah? Sebelum kau mengambil keputusan itu, seharusnya kau tanyakan dulu padanya. Jangan asal mengambil keputusan tanpa merundingkan terlebih dulu dengan orang yang akan menikah!!" Tutur Keanu.


Aster menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenapa dia tidak berpikir sampai ke sana? Aster benar-benar merasa konyol karena terlalu bahagia dengan keputusan Ken yang ingin menikahi Celine, dan Aster adalah orang pertama yang menyetujui serta merestui pernikahan mereka berdua. Memang lebih baik membahasnya setelah dia tiba di Korea, Aster akan mengikuti keputusan mereka berdua, karena bagaimana pun juga mereka berdua lah yang akan menjalaninya, bukan Keanu maupun dirinya.


"Kenapa malah senyum-senyum sendiri seperti orang yang tidak waras? Sebaiknya tidur kembali, ini masih malam."


Aster menoleh dan menatap Keanu dengan tajam. Memangnya sejak kapan dia berani berbicara dengan nada seperti itu padanya, dapat dia benar-benar sudah bosan hidup? Sedangkan Keanu yang menyadari kesalahannya buru-buru menundukkan kepalanya. Dia sangat-sangat menyesali dan merutuki kebodohannya. Demi keamanan, Keanu memutuskan untuk segera tidur kembali.


Wanita itu menghela napas. Kemudian Aster membaringkan tubuhnya di samping Keanu, dan mereka berdua lanjut tidur lagi.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2