Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Bosan


__ADS_3

Celine mengambil nafas panjang dan menghelanya. Seharian duduk di kursi roda tanpa melakukan apapun membuatnya merasa bosan. Akibat cedera yang dia alami, Celine harus merelakan dirinya diatas kursi roda untuk sementara waktu. Dan itu membuatnya sangat-sangat bosan.


"Apa yang sedang kau lamun kan?" pertanyaan itu sedikit mengalihkan perhatiannya. Celine menoleh dan menghadapi Ken menghampirinya.


"Ge, sampai kapan aku harus duduk di kursi roda seperti ini? Aku benar-benar bosan karena tidak bisa melakukan aktivitas apapun, seharian duduk di kursi roda benar-benar membuatku sangat muak." Ujarnya.


Kemudian Ken meraih tangan Celine kemudian berlutut di depannya. "Apa kau ingin jalan-jalan ke luar?" tanya Ken memastikan. Celine menganggukkan kepala, menjawab pertanyaan Ken. Baiklah kalau begitu aku akan membawamu jalan-jalan."


Kedua mata Celine berbinar-binar mendengar apa yang Ken tawarkan. Dia pun menjadi begitu antusias untuk pergi jalan-jalan bersama Ken. Lagipula siapa yang betah terus-terusan di rumah tanpa melakukan apa-apa.


Setelah mengganti pakaiannya. Lucas membawa Celine untuk jalan-jalan di taman. Dia memilih lokasi yang tidak terlalu jauh dari mansion mewah milik keluarga Xiao, bukan karena Lucas malu bersama wanita yang duduk di atas kursi roda, namun hal itu dia lakukan demi kebaikan Celine juga. Ken tidak ingin menjadikan Celine sebagai pusat perhatian karena duduk di atas kursi roda seperti orang cacat.

__ADS_1


"Kita sudah sampai," ucap Ken sambil menghentikan kursi roda Celine.


"Ge, ternyata tempat ini ramai juga ya. Oya, bagaimana kalau kita mengambil foto di sini, sepertinya banyak spot-spot menarik untuk berfoto."


Ken menggeleng. "Aku tidak mau. Lagipula aku tidak suka berfoto."


"Tapi aku suka!!" Celine menyela cepat. Wanita itu menekuk mukanya dan menatap Ken dengan sebal."Ya, sudah kalau tidak mau. Toh di sini banyak sekali pria tampannya , tinggal mengajak mereka apa salahnya." ucap Celine sambil mengerakkan kursi rodanya dan menjauh dari Ken.


Celine tersenyum lebar. "Bagaimana kalau kita berfoto di.... sana saja!!" dia menunjuk sebuah bunga yang di bentuk menyerupai hati. Ken mengangguk dan menyetujui usulan Celine.


Meskipun terpaksa, Ken tetap menyetujuinya karena jika tidak di setujui pasti Celine akan semakin kesal, dia paling malas mendengar ancamannya.

__ADS_1


Dan ancamannya adalah dia yang akan berfoto dengan pria lain. Ada rasa tidak rela menghimpit dadanya. Dia selalu sebal setiap kali melihat Celine berinteraksi dengan laki-laki lain, mungkinkah Ken sudah jatuh cinta padanya? Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawabnya.


Matahari sudah semakin tenggelam. Menandakan jika petang akan segara datang. Ken pun mengajak Celine untuk pulang, meskipun sempat ada penolakan, namun akhirnya gadis itu tetap menurutinya juga, dia setuju untuk pulang. Namun ditengah jalan dia merengek ingin makan cheese cake dan Ken pun mengabulkannya.


"Kau tunggulah di sini, aku akan segara kembali." Ucap Ken dan di balas anggukan oleh Celine.


Sambil menunggu Ken, Celine mengutak-atik ponselnya. Pupil matanya membulat sempurna."OMO!! Bukankah dia adalah bajingan tak berhati itu? Untuk apa lagi dia kembali?!" ujar Celine saat melihat sebuah berita jika seorang aktor terkenal Korea akan kembali ke negara asalnya setelah berhasil melebarkan sayapnya di manca negara.


Tidak sampai lima belas menit. Ken kembali dengan Cheese cake pesanan Celine. Gadis itu tersenyum lebar, dengan senang hati dia pun menyantap cake tersebut dan mobil Ken kembali melaju membelah jalanan kota yang sedikit padat kendaraan.


xxx

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2