Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Ayo Kita Menikah!!


__ADS_3

Sepanjang Ken mengobati kakinya, tidak sedikitpun Celine mengalihkan pandangannya dari pria itu. Memperhatikan wajah Ken yang sedang serius, dan baru Celine sadari jika kakak angkatnya benar-benar tampan. Ken memiliki rahang yang tegas, hidung yang mancung, bibir yang Kiss Able. Meskipun selalu memberikan tatapan dingin, namun tidak bisa Celine pungkiri jika Ken memiliki sepasang mata yang sangat indah.


Sadar sedang diperhatikan, Ken mengangkat kepalanya dan membuat mata berbeda warna milik mereka saling bertemu dan mengunci selama beberapa detik.


Baik Ken maupun Celine sama-sama tidak ada yang ingin mengakhiri kontak mata diantara mereka berdua. Mereka saling menatap dalam diam, dan dalam suasana yang hening serta sunyi.


Tiba-tiba Celine merasakan debaran aneh, debaran yang sudah lama tidak dia rasakan. Celine terus memandang mata Ken, dan begitupun sebaliknya. Dan seketika Ken teringat dengan saran dari teman-temannya yang memintanya untuk menikahi Celine daripada dia harus menikah dan dimiliki oleh orang lain.


"Celine, Aku ingin menanyakan sesuatu yang sangat penting padamu. Aku harap kau menjawabnya dengan serius dan bersungguh-sungguh," tatapan Ken berubah serius, membuat Celine kebingungan dan bertanya-tanya.


"Apa itu? Ge, sepertinya sangat serius. Memangnya apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Celine penasaran.


"Apa kau menyayangi Mama dan Papa?"


"Tentu saja Aku menyayangi mereka. Tapi kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu padaku?" Celine menatap Ken dengan bingung, dia tampak terheran-heran.


"Kalau begitu ayo kita menikah!!" tanpa basa-basi Ken mengajaknya untuk menikah, dan hal itu tentu saja mengejutkan Celine. Kedua matanya membulat sempurna setelah mendengar apa yang Ken katakan.


Tunggu... Menikah, apa dia tidak salah?! Kenapa tiba-tiba Ken mengajaknya menikah? Celine benar-benar dibuat kebingungan oleh Kakak angkatnya tersebut. "Ge, Apa maksudmu? Kenapa tiba-tiba sekali kau mengajakku menikah? Jangan bercanda, ini benar-benar tidak lucu." Ucap Celine. Dia benar-benar masih tidak habis pikir dengan Ken.


"Tapi aku tidak bercanda, karena aku benar-benar serius mengajakmu untuk menikah. Aku tahu ini sangat konyol dan tidak masuk akal, tapi Celine... semua ini semata-mata aku lakukan demi Mama dan Papa. Kau adalah Putri kesayangan mereka, mereka tidak pernah rela jika kau sampai menikah lalu meninggalkan kediaman Xiao."

__ADS_1


"Mama, terutama... Dia hanya ingin putrinya selalu berada disisinya apapun alasannya, dan satu-satunya untuk membuatmu tetap menjadi milik keluarga kami, yakni dengan menikahi mu. Hanya itu satu-satunya cara agar mereka tidak kehilanganmu, Aku tidak akan memaksamu memberikan jawaban sekarang, tapi akan kuberikan kau waktu untuk berpikir. Jadi pikirkan baik-baik sebelum mengambil keputusan,"


Celine menggigit Bibir bawahnya, dia sendiri bingung harus menjawab apa, antara menyetujui ajakan Ken untuk menikah atau justru menolaknya. Celine harus memikirkannya baik-baik dan secara matang, karena keputusannya adalah penentu masa depannya.


"Baiklah, Ge. Aku akan memikirkannya baik-baik. Tapi kau jangan buru-buru meminta jawaban dariku, aku butuh waktu untuk memikirkannya dengan matang." Tandas Celine.


Ken mengangguk. "Baiklah, aku akan memberimu waktu. Tapi jangan terlalu lama, beri aku jawaban secepatnya." Celine menjawabnya dengan menganggukkan kepala. Dia benar-benar bingung harus bagaimana sekarang, Ken terlalu mendadak dan tiba-tiba, sampai-sampai Celine tidak bisa berpikir dengan jernih.


Keheningan kembali menyelimuti kebersamaan mereka berdua. Tidak ada lagi obrolan di antara Celine dan Ken, keduanya sama-sama diam dalam keheningan. Ken kembali fokus pada telapak kaki Celine yang terluka, dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Mereka berdua sudah sepakat jika malam ini akan bermalam di villa. Bukan karena mereka berdua ingin berbuat macam-macam, ataupun melakukan hal yang tidak tidak. Besok adalah hari libur, jadi mereka berdua sama-sama ingin bersantai dan menikmati waktunya dengan tenang tanpa ada kebisingan dan keributan seperti hari-hari yang mereka lalui di kediaman Xiao.


"Selesai, sebaiknya kau duduk saja. Lukamu bisa terbuka dan mengeluarkan banyak darah, jika kau tukang kelayapan dan tidak mau diam." Ken mengangkat wajahnya dan mengunci sepasang biner Hazel milik Celine.


"Bukan kita, tapi aku! Kau tidak membantu apapun dan hanya ribut sendiri, jadi bagaimana bisa kau mengatakan jika kita?! Jangan mengada-ada!!"


Celine mendengus dan menetapkan dengan geli. Bisa-bisanya dia bersikap sangat kekanakan dan meributkan perkataannya yang menurut Celine tidak masuk akal sama sekali. Menggelikan, terkadang Ken memang bersikap kekanak-kanakan seperti ini.


"Baiklah, kau sendiri dan bukan kita berdua, puas?! Begitu saja diributkan, Ge... Kenapa Kau sangat-sangat menyebalkan, sikapmu juga kekanakan." Ujar Celine menimpali.


Lagi dan lagi... Keheningan menyelimuti kebersamaan mereka berdua. Mereka sudah kehabisan bahan untuk di bahas, tidak ada lagi obrolan dan perbincangan diantara keduanya, hanya sesekali saja mereka saling menatap dalam diam.

__ADS_1


Ken berdiri dari duduknya lalu beranjak dari hadapan Celine. "Tunggu di sini, aku akan membakar ikan terlebih dulu." Ucap Ken dan dibalas anggukan oleh Celine.


"Oke,"


.


.


Dengan langkah tertatih-tatih. Celine menghampiri Ken di dapur. Aromanya yang lezat membuat perut Celine keroncongan dan dia sudah tidak sabar untuk segera mencicipi dan menyantap ikan bakar yang sedang di bakar oleh kakaknya. Dan kedatangan Celine di sana disambut dengan buruk oleh Ken.


"Apa yang kau lakukan di sini? Memangnya siapa yang mengizinkanmu untuk kemari? Sebaiknya tinggalkan dapur dan tunggu di meja makan!!" pinta Ken menuntut, dan dia tidak ingin perkataannya sampai dibantah.


Celine mempoutkan bibirnya dan menetap Ken dengan kesal. Padahal dia cuma ingin melihat, tanpa membantu apapun, tapi Ken malah mengusirnya dan memintanya untuk meninggalkan dapur. Tentu saja hal itu membuat Celine kesal setengah mati.


"Ge, Kenapa kau malah mengusirku? Padahal aku tidak melakukan apa-apa, membantumu pun tidak. cuma ingin melihatnya saja, jadi jangan memintaku untuk pergi!!" pinta Celine.


Ken menghela nafas. Dia tidak mengatakan apapun lagi pada Celine, dia membiarkan perempuan itu mengoceh sesuka hatinya, menurutkan itu tidak penting sama sekali, karena mengganggu konsentrasinya saat sedang memanggang ikan-ikan tersebut.


"Huft, baiklah kalau begitu aku akan pergis sekarang." Celine beranjak dari dapur dan meninggalkan Ken begitu saja.


Melihat Celine yang kesulitan berjalan tak lantas dia begitu saja. tanpa mengatakan apapun, Ken mengangkat tubuh Celine bridal style dan membawanya untuk duduk di meja makan, entah disadari ataupun tidak tapi kedua pipi Celine sudah memerah dan mirip seperti tomat matang.

__ADS_1


xxx


Bersamanya


__ADS_2