Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Apakah Ini Adil Bagiku?!


__ADS_3

Susah payah Aster menelan saliva-nya saat melihat Keanu tiba-tiba melepas pakaiannya. Kemeja hitam lengan panjang yang semula melekat di tubuh kekarnya telah dia tanggalkan dan menyusahkan singlet putih yang membingkai tubuh kekarnya dengan begitu pas.


Aster memperhatikan tubuh lelaki itu dengan seksama. Tubuhnya kekar dan berotot. Meskipun tak terlalu besar, namun terlihat kuat ketika di sentuh. Selain itu ada satu hal yang begitu menarik perhatian Aster. Yakni Tatto di lengan kanan dan punggungnya.


Dan sementara itu, Keanu merasa tak nyaman karena di tetap seperti itu oleh Aster. Dia merasa risih dengan tatapan itu. "Ada apa denganmu?! Berhentilah menatapku seperti itu, kau membuatku tidak nyaman!!" sinis Keanu dengan nada tak bersahabat.


Buru-buru Aster menggelengkan kepalanya."Kau terlalu percaya diri memangnya siapa yang menatapmu?! Lagi pula kau tidak memiliki kelebihan apapun untuk ditatap dan dikagumi," ujar Aster menimpali.


"Dasar pembohong yang buruk!! Jelas-jelas kau sedang menatapku, tapi masih tidak mau mengaku. Mulai malam ini dan seterusnya, kita akan tidur satu kamar. Kalau kau tidak suka berbagi ranjang denganku, kau boleh tidur di sofa!!" terang Keanu.


"Aku tidak masalah dengan hal itu. Tapi ada satu hal yang harus aku tanyakan padamu. Setelah aku melahirkan anakmu, kau ingin aku pergi atau~"


"Aku ingin kau pergi!!" Keanu menyela cepat ucapan Aster. "Karena yang aku butuhkan adalah anak, bukan istri!! Jadi kau bisa pergi setelah melahirkan anak itu!!" imbuhnya.


Aster terdiam setelah mendengar ucapan Keanu. Apa ini adil baginya? Dia yang mengandung dan melahirkan, tapi setelah anak itu lahir Keanu malah memintanya untuk pergi? Meskipun dia sudah menerima uang 10 milyar, tapi Aster rasa itu tidaklah sebanding dengan perjuangan dan pengorbanannya selama sembilan bulan.


"Apa menurutmu ini adil bagiku? Kau memberiku 10 milyar hanya untuk melahirkan anak, tapi kau tidak memikirkan bagaimana perjuangan dan perasaanku saat berpisah dengan anak itu. Apalagi yang harus aku taruhkan adalah nyawaku, apa menurutmu 10 milyar itu sebanding?!" Aster mengigit bibir bawahnya. Suaranya terdengar parau.


"Lalu kau ingin bagaimana? Aku menikahi mu? Jika itu keinginanmu aku tidak bisa mengabulkannya, karena aku belum siap untuk membuat komitmen. Jika kau keberatan untuk pergi, kau boleh tetap tinggal dan merawatnya," Timpal Keanu.


Aster tak langsung memberikan tanggapan. Perempuan itu terlihat diam dan melamun, pikirannya berkecamuk hebat. Dia benar-benar bingung dan bimbang.


Aster ingin membatalkan perjanjiannya dengan Keanu, tapi dia telah menerima uang itu dan permasalahan keluarganya juga telah diselesaikan olehnya. Dan Aster tak ingin menjadi perempuan yang tak tau diri meskipun posisinya kini tidaklah mudah.


"Apa yang kau pikirkan?" tegur Keanu.

__ADS_1


Suara Keanu menyadarkan Aster. Perempuan itu menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, aku akan memikirkannya terlebih dulu. Antara pergi atau tetap tinggal. Aku sangat lelah. Aku tidur dulu," ucap Aster kemudian berbaring di ranjang milik Keanu disisi kiri dengan posisi menyamping. Dan yang terlihat oleh Keanu hanya punggungnya.


Keanu menghela napas. Ia ikut berbaring disamping Aster dalam posisi yang sama. Mereka berdua sama-sama berbaring dalam posisi memunggungi.


.


.


Tengah malam Aster terbangun dan dia terkejut saat merasakan ada sebuah tangan yang melingkari perutnya. Sontak dia menoleh dan wajah tampan Keanu lah yang terpampang jelas di depan matanya.


Alih-alih mendorongnya menjauh. Aster justru membiarkan laki-laki itu memeluknya. Entah apa alasannya, tapi dia tak pernah merasakan senyaman dan seaman ini sebelumnya. Pelukan Aiden seperti pelukan ayahnya, yang selalu membuatnya merasa nyaman, hangat dan aman.


Aster mendesah berat. Kemudian dia menyingkirkan tangan Keanu setelah membiarkan dia memeluknya begitu lama, lalu beranjak dari berbaringnya dan berjalan kearah balkon kamar.


Hawa dingin langsung menyambutnya ketika Aster menginjakkan kakinya di lantai kamar Keanu. Gadis itu mendongakkan kepalanya dan menatap langit yang dipenuhi oleh jutaan bintang. Malam ini langit terlihat lebih cerah, bulan berpendar dengan eloknya.


Perhatian Aster sedikit teralihkan oleh kedatangan sebuah mobil mewah yang memasuki halaman. Tak berselang lama seorang laki-laki keluar dari mobil tersebut lalu melenggang masuk ke dalam rumah. Seorang laki-laki muda yang seumuran dengan Keanu. Aster tidak tau siapa laki-laki itu, dan apa hubungan dia dengan Keanu.


"Sedang apa kau disini?" suara dingin itu mengalihkan perhatiannya. Terlihat Keanu yang berjalan menghampirinya.


"Cari angin," jawabnya singkat.


"Kenapa tidak tidur?" tanya Keanu lagi.


"Tidak bisa tidur karena kau mendengkur!!" jawab Aster dengan asal.

__ADS_1


Keanu mendengus. Jelas bukan karena hal itu. Karena dirinya tidak pernah mendengkur saat tidur. Kemudian Keanu mendekati Aster lalu berdiri di sebelahnya. "Kau suka melihat bintang?" tanya Aiden.


Aster menoleh dan membuat pandangan mereka saling bertemu. gadis itu menganggukkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya dari Keanu, kembali dia menatap langit malam bertabur bintang. "Ya, aku sangat menyukai bintang."


Keanu menautkan alisnya dan menatap gadis itu penasaran. "Kenapa?"


"Karena aku percaya, orang yang telah tiada akan menjadi salah satu dari bintang-bintang itu. Saat aku masih kecil, Mama sering kali memberitahuku jika orang yang telah tiada di dunia ini akan menjadi bintang di langit. Dan aku mempercayainya. Ketika aku sedang merindukan Mama, aku pasti melihat bintang.


"Bukankah itu hanya mitos?" ucap Keanu memastikan.


Aster menggeleng. "Aku tidak tau. Terlepas dari itu semua, semua tergantung dari kepercayaan dan keyakinan masing-masing." Ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari sang malam.


"Sudah larut malam, sebaiknya kembali ke kamar. Udara disini sangat dingin, dan kau bisa sakit jika terlalu lama berada di luar." Ucap Keanu namun tak diindahkan oleh Aster. Gadis itu masih asik memandangi langit malam.


Bagi sebagian orang, pemandangan langit ketika malam hari adalah hal yang biasa-biasa saja. Tetapi tidak bagi Aster. Karena dia akan mendapatkan ketenangan dari hobinya itu. Dia selalu merasa tenang ketika melihat bintang.


Karena bintang seperti sebuah sihir yang mampu membuat orang-orang yang melihatnya akan terpanah oleh keelokannya. Salah satunya adalah Aster, dia selalu terpukau oleh keindahannya.


"Kau masuklah dulu, aku masih ingin disini." Akhirnya sebuah kalimat balasan keluar dari bibir gadis itu. Aster menoleh dan membalas tatapan Keanu. "Bukankah kau besok harus pergi bekerja?! Aku masih ingin disini."


Keanu mendesah berat. "Dasar keras kepala. Terserahlah," kemudian dia beranjak dari samping Aster dan pergi begitu saja. Meninggalkan gadis itu sendiri di balkon kamarnya. Keanu mengantuk dan matanya tak bisa diajak untuk kompromi lagi.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2