Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Tidak Apa-Apa


__ADS_3

"KEANU, TIDAK!!"


Aster menjerit histeris ketika melihat Jack mengarahkan pisau di tangannya pada mata kanan Keanu. "Aaarrkkhh," dan membuat pria itu berteriak kesakitan. Seketika darah segar mengalir dari luka di mata itu.


"Hahahha!! Satu mattamu telah aku dapatkan, dan sekarang aku akan mengambil satu lagi. Xiao Keanu, bersiaplah, HAHAHA!!"


BRAKKK....


Dorr...


Tubuh Jack tumbang seketika setelah sebuah timah panas menerjang kepala belakangnya. Rio datang bersama anak buahnya. Mereka datang terlambat, jika saja mereka datang tepat waktu, hal mengerikan itu pasti tidak akan terjadi.


Kedua mata Rio membelah anak sempurna, melihat apa yang terjadi pada Keanu. "Tuan muda!!" dia berteriak lalu menghampiri Keanu yang kesakitan sambil menekan matta kanannya yang terus mengeluarkan darah.


"Jangan hiraukan aku, cepat bebaskan Aster lalu bahwa dia ke rumah sakit," pintanya dengan suara lirih.


"DASAR KEANU BODOH. SEBELUM KAU MEMIKIRKAN ORANG LAIN, SEBAIKNYA PIKIRKAN DIRIMU SENDIRI. KARENA YANG MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN ITU BUKAN AKU, TAPI KAU!!" teriak Aster dengan emosi.


Aster sudah tidak bisa mencegah air matanya lagi. Wanita itu menangis melihat Keadaan Keanu saat ini. Kenapa dia begitu bodoh dengan membiarkan dirinya sendiri terluka parah seperti itu. Jelas-jelas dia bisa melawan mereka semua, namun malah membiarkan dirinya terluka parah.


"Diamlah!! Lagipula aku membiarkan diriku terluka bukan untuk dirimu, melainkan untuk bayi di dalam perutmu. Karena aku tidak ingin anak itu kenapa-kenapa," ujar Keanu dan membuat Aster sedikit membelalakkan matanya.


Wanita itu tersenyum pahit. Ya, benar apa yang Keanu katakan. Dia datang bukan untuk dirinya, melainkan untuk bayi di dalam perutnya. Karena dia yang paling berharga bagi Keanu.


"Kau benar sekali. Karena mana mungkin kau akan datang untuk diriku, tapi untuk anak di dalam perutku. Lagipula siapa aku? Toh, aku hanya wadah untuk mengandung anakmu," Ucapnya dengan lirih. Mati-matian Aster menahan air matanya. "Kalian jangan pedulikan aku, sebaiknya segera bawa dia ke rumah sakit. Karena dibandingkan diriku, dia jauh lebih membutuhkan pertolongan." Ujar Aster. Anak buah Rio telah melepaskan ikatan pada tubuh Aster.


"Nyonya, kita pergi ke rumah sakit. Kondisi Anda sangat lemah, biarkan saya membantumu." ucap pria yang memegangi Aster.


Aster menggeleng.Dia menepis tangan pria itu dari lengannya. "Tidak perlu, aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." Lalu pandangan Aster bergulir pada Keanu yang sedang dipapah oleh Rio.


Kontak mata diantara mereka pun tak terhindarkan, mereka saling menatap selama beberapa detik. Dan pasangan itu Aster sendiri yang mengakhirinya. Dengan tubuh sedikit sempoyongan, Aster meninggalkan Keanu dan anak buahnya.


Namun tak dibiarkan oleh Keanu. Dia meminta Rio untuk segera menyusulnya, meskipun dia bersikap dingin dan acuh, tapi jelas sekali Keanu sangat mencemaskannya. "Ahhh," dan wanita itu terkejut ketika Rio mengangkatnya bridal style. "Rio, apa yang kau lakukan? Cepat turunkan aku!!" pinta Aster menuntut.

__ADS_1


"Nyonya, sebaiknya Anda menurut saja, ya. Karena yang dimarahi oleh Tuan Muda adalah saya. Sungguh, Tuah Muda tidak bermaksud bersikap kejam pada Anda, tapi dia ~"


"Aku mengerti, kau tidak perlu katakan apapun lagi, cepat turunkan aku." Pinta Aster sekali lagi.


Rio menggeleng. "Sekali tidak, tetap tidak!! Nyonya, sebaiknya Anda menurut saja dan jangan bandel, oke."


"Terserahlah,"


Aster pun hanya bisa pasrah dan membiarkan Rio tetap membopongnya. Meskipun dia terlihat dingin seperti Bosnya. Tapi di depan orang yang sudah mengenalnya dengan baik, maka sifat kekanakannya akan keluar, kali ini contohnya. Makanya Aster lebih memilih mengalah daripada debat dengannya. Karena itu akan sangat menyebalkan.


.


.


Keanu membuka mata kirinya dan mendapati dirinya terbaring disebuah ruangan yang di dominasi warna putih dengan aroma khas yang menyengat. Lalu pria itu menyapukan pandangan ke segala penjuru arah, tak ada seorangpun di dalam ruangan itu, hanya ada dia sendirian.


Lalu terdengar suara pintu dibuka dari luar, dan terlihat sosok Aster memasuki ruangan itu sambil membawa sebuah bunga di pelukannya.


"Berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya Keanu sambil mencengkram mata kanannya yang berdenyut sakit. Mata itu terlilit perban.


Kemudian Aster berbalik badan. "Kira-kira dua hari dua malam, kau kehilangan banyak darah dan itu yang membuatmu tak sadarkan diri. Operasi pada mata kananmu juga berhasil, dan dokter mengatakan jika kemungkinan kau mengalami cacatt permanen." Ujar Aster menuturkan.


Keanu menutup matanya dan mendesak berat. "Lalu bagaimana dengan kondisimu sendiri? Apa kau dan bayi di perutmu baik-baik saja?" tanya Keanu memastikan.


"Kami baik-baik saja, dan kau tidak perlu mencemaskan apapun. Lagi pula aku tidak akan membiarkan dia terluka sedikitpun, karena aku adalah ibunya. Setelah tidak sadarkan hari selama dua hari dua malam, pasti kau lapar. Aku membawakan Makanan kesukaanmu, sebaiknya kau makan dulu."


Keanu menggeleng. "Aku tidak lapar," Dia mencoba untuk bangun namun ditahan oleh Aster.


"Sebaiknya tetap berbaring, kau itu seorang pasien. Dan seorang pasien harus menurut, tidak boleh bandel. Aku akan menyuapimu." Aster duduk disamping Keanu sambil memegang sebuah nampan berisi makanan untuk Keanu.


"Aster, maaf."


Wanita itu mengangkat wajahnya dan menatap Keanu yang juga menatap kearahnya. "Maaf untuk apa? Kau tidak punya salah padaku, jadi untuk apa meminta maaf." Ucapnya.

__ADS_1


"Atas sikapku padamu hari itu, aku sadar jika ucapanku sudah melukai hatimu. Untuk itu aku minta maaf," jelasnya.


Aster tersenyum simpul. "Kau tidak melakukan kesalahan. Sikapmu hari itu sudah benar, lagipula apa yang bisa aku harapkan? Kau datang demi diriku? Aku masih tau diri, Xiao Keanu. Karena tak ada yang lebih penting bagimu selain anak di dalam perutku. Jadi jangan mengatakan hal-hal yang membuatku ingin tertawa," ujarnya. Entah kenapa hati Aster terasa sesak.


Rasanya seperti ada yang menghimpit dadanya. Namun ia tak mau ambil pusing, karena Keanu sudah melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.


"Kenapa kau menangis?" Keanu mengulurkan tangan kanannya untuk menyeka air mata di pipi Aster.


Wanita itu menyingkirkan tangan Keanu dari wajahnya dan menggeleng. "Aku tidak menangis, kau hanya salah lihat saja. Sebaiknya kembali istirahat, aku akan pergi sekarang." Aster membawa nampan itu keluar dan meninggalkannya begitu saja.


Hubungan mereka berdua begitu rumit. Baik Aster maupun Keanu, sama-sama tidak ada yang menyadari perasaan masing-masing.


Terkadang mereka berdua saling merindukan ketika berjauhan. Dan jika salah satu ada yang terluka, pasti mereka akan saling mencemaskan. Dan ada pula momen dimana mereka berdua saling bersikap dingin dan acuh.


Dan selepas kepergian Aster, pintu kamar inap Keanu dibuka dari luar. Terlihat sosok Yunna memasuki ruangan tersebut. "Ya Tuhan, Keanu. Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau jadi seperti ini?" Yunna begitu terkejut ketika melihat keadaan Keanu. Wajah pucat, luka dibeberapa bagian tubuhnya , yang terparah ada luka di mata kanannya.


",Sedang apa kau disini? Memangnya siapa yang mengizinkanmu masuk kemari? Keluarlah, aku tidak ingin melihat mukamu lagi!!"


"Key, aku datang karena mencemaskanmu. Saat aku diberitahu kau masuk rumah sakit, aku langsung pergi ke sini. Dan beginilah tanggapanmu?" Yunna menatapnya dengan sedih.


"Aku tidak ingin mendengar alasan apapun lagi. Keluar dari sini sekarang juga atau aku akan meminta seseorang untuk menyeretmu keluar!!" ancam Keanu bersungguh-sungguh.


Yunna menatap Keanu dengan kecewa."Kau membuatku sangat kecewa, Key. Kenapa kau jadi begitu kejam padaku, dan baiklah aku akan pergi sekarang." Yunna meninggalkan buah-buahan yang ia bawa dan meletakkannya di atas meja kecil samping ranjang inap Keanu.


"Aku tidak membutuhkannya, jadi bawa pergi saja dari sini!!"


Yunna menghela napas. Dengan kesal dia mengambil buah-buahan itu lalu membawanya pergi. Dalam hatinya dia terus menggerutu tidak jelas. "Sia-sia aku mengeluarkan banyak uang. Dasar manusia tidak berhati, awas saja kau nanti, aku pasti membuatmu menjadi milikku lagi!!"


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2