
"ASTER,"
Seorang laki-laki terlihat melambaikan tangannya pada Aster sambil berteriak memanggil nama perempuan itu. Dengan senyum lebar yang menghiasi bibirnya, laki-laki itu berlari menghampirinya.
"Aster, Aku mau membuat perhitungan denganmu. berani-beraninya Kau mengambil libur tanpa izin dariku?!" ucap orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah Tommy. "Aku tidak mau tahu. Pokoknya kau harus masuk kerja lagi mulai besok, kalau tidak~"
"Kalau tidak apa?!" sahut Keanu sembari turun dari mobilnya.
Perhatian keduanya lalu teralihkan. Kedua pupil mata Tommy membelalak sempurna melihat siapa yang menghampiri mereka berdua. "Direktur," serunya lalu memberi hormat. "Aster, apa yang kau lakukan? Cepat membungkuk dan beri hormat pada, Direktur Xiao," gumam Tommy setengah berbisik. Dia mendorong leher Aster supaya membungkuk juga, sama seperti dirinya.
"YAKK!! Apa-apaan kau ini? Aku datang kemari bersamanya, jadi untuk apa aku membungkuk padannya?!" teriak Aster dengan kesal.
Tommy lantas menoleh dan menatap Aster dengan penuh kebingungan. "Bicara apa kau ini? Dia adalah seorang Direktur yang terhormat, jadi tidak mungkin dia datang bersama karyawannya. Apalagi kau hanya sekretaris di perusahaan cabang. Jadi jangan bicara sembarangan," ujar Tommy panjang lebar.
"Omong kosong apa maksudmu? Aku mengatakan yang sebenarnya, aku memang datang bersamanya. Lagipula aku sudah mengirim surat pengunduran diri ke kantor, jadi untuk apa lagi aku datang kesana untuk bekerja?" ujar Aster menuturkan.
"Apa kau bilang, kau mengundurkan diri? Kenapa?" Tommy menatap Aster penasaran.
"Karena Direktur mu yang tampan itu sudah menikah denganku. Bukankah begitu, Direktur Xiao?" ucap Aster sambil menatap Keanu.
__ADS_1
Tiba-tiba Tommy tertawa keras. "Aster, Aster. Dan Ini lagi, kenapa bicaramu semakin ngelantur saja!! Tadi kau bilang datang bersama Direktur, dan sekarang kau malah mengatakan jika kau dan Direktur Xiao sudah menikah. Jika bermimpi jangan terlalu tinggi, Aster. Karena saat kau terjatuh, itu rasanya sangat sakit. Satu lagi, bangun ini masih siang . Jangan tidur saja," Tutur Tommy meremehkan.
Padahal Aster mengatakan yang sebenarnya, tapi Tommy malah tidak percaya menganggap jika dia sedang berbohong.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi aku mengatakan yang sebenarnya. Dan jika kau tidak percaya, maka tanyakan saja padanya. lagi pula aku masih memiliki harga diri aku tidak mungkin mengatakan omong kosong secara terang-terangan di depan Direktur Xiao!!" Aster meyakinkan.
Keanu menghela napas. Jika dibiarkan saja maka perdebatan mereka berdua tidak akan ada habisnya, dan sepertinya dia harus turun tangan langsung untuk menghentikan perdebatan mereka.
"cukup kalian berdua! Hentikan perdebatan konyol kalian, ini tempat umum. Tidak seharusnya kalian berdebat disini. Dan kau, Tommy. Sebaiknya hargai ucapan orang lain, jangan meremehkan apa yang dia katakan tanpa kau tau kebenarannya. Aster tidak berbohong, dia memang istriku." Ungkap Keanu setelah cukup lama bungkam.
Tommy pun terkejut bukan main setelah mendengar pengakuan Keanu. Apa telinganya tidak salah dengar?
Aster yang hanya sekretaris dari sebuah cabang perusahaan menikahi seorang Direktur utama dari perusahaan pusat, rasanya benar-benar sulit dipercaya, apalagi Aster wanita yang berasal dari keluarga kaya raya melainkan keluarga sederhana. Ayahnya seorang pengangguran, neneknya sakit-sakitan dan kakaknya memiliki kehidupan yang tidak jelas. Aster adalah tulang punggung salam keluarganya.
piano menganggukkan kepala dan menjawab singkat. "Ya," jawabnya. Tubuh Tommy terhuyung kebelakang. Itu artinya dia sudah mencari masalah dengan orang yang salah, dan jika ia tidak segera meminta maaf bisa-bisa dirinya malah kehilangan pekerjaannya.
"Bagaimana, masih ingin menyebutku tukang halu atau tukang mimpi?!" Aster menatapnya dengan sebal.
Tommy meraih tangan Aster. "Aster, maksudku Nyonya Xiao, maafkan saya. Saya sungguh-sungguh minta maaf pada Anda. Sungguh saya tidak tahu jika Anda dan Direktur Xiao telah menikah, sekali lagi saya minta maaf." Ucapnya dengan penuh sesal.
__ADS_1
Aster tersenyum lebar. "Minta maaf saja tidak akan cukup. Ingat, apa yang telah kau lakukan dulu padaku. Dulu kau itu sering sekali menyulitkanku, dan sekarang sudah saatnya aku membalasmu!!" wanita itu menyeringai.
Wanita itu sangat ingat betul bagaimana dulu Tommy memperlakukan dirinya. Dia selalu bersikap semena-mena dan seenak jidat padanya. Dan sudah saatnya dia membalas dendam pada Tommy, karena bagaimanapun juga posisinya sekarang lebih tinggi dari pria itu.
Lalu pandangan Aster bergulir pada Keanu. "Key, Aku membutuhkan seorang pelayan pribadi. Dan aku mau kau menonaktifkan dia dari jabatannya saat ini untuk sementara waktu. Karena aku ingin dia menjadi pelayan pribadiku!!"
Kedua mata Tommy sontak membuat sempurna setelah mendengar permintaan Aster yang menurutnya sangat gila. "A...Apa, kau ingin menjadikanku sebagai pelayan pribadimu?! Aster, jangan bercanda. Masa iya harus menjadi pelayan pribadimu? Jangan bercanda, karena begini-begini juga aku pernah menjadi atasanmu." Ucap Tommy setengah memohon.
"Lalu apa hubungannya denganku? Lagipula apa yang aku lakukan sekarang adalah bentuk lain dari yang dulu sering kau lakukan padaku. Apa kau lupa bagaimana dulu kau memperlakukanku saat masih menjadi sekretaris mu? Kau itu dulu sering sekali membullyku, jadi sudah saatnya nya aku balas dendam padamu!!" ujar Aster menegaskan.
Dan Aster tidak akan menyia-nyiakan posisinya sebagai Nyonya Xiao. Dia akan membalas dendam pada orang-orang yang dulu pernah menindas dan memperlakukannya dengan buruk, termasuk rekan-rekan kerjanya.
"Baiklah, karena Aster sangat menginginkannya, maka aku tidak bisa menolak permintaannya. Aku akan tetap menggajimu sebesar posisimu sebagai manajer utama di perusahaan cabang. Dan mulai besok kau tidak perlu datang lagi ke kantor sebagai manajer. Karena mulai besok kau akan menjadi asisten pribadi, Aster. Aster, ayo pergi." ucapnya.
Keanu meraih tangan Aster dan mengajaknya kembali ke mobil. mereka akan melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda selama beberapa saat. Aster tersenyum lebar, akhirnya keinginannya untuk membalas dendam terpenuhi juga, dan dia sangat berterima kasih pada Keanu yang telah membantunya.
Dan tanpa bantuan darinya pasti saat ini ayahnya masih terlilit hutang pada rentenir r dan neneknya belum dioperasi. Tommy masih suka bersikap semena-mena padanya, dan juga memerintahnya dengan seenak jidatnya
.
__ADS_1
.
Bersambung.