Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Season 2: Rencana Aster


__ADS_3

"Bagaimana jika kita nikahkan saja, Ken dan Celine?"


Kalimat itu menghentikan gerakan tangan Keanu yang hendak menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Sontak dia mengangkat kepalanya dan menatap Aster yang juga menatapnya, pandangan serius dan terfokus.


"Maksudmu apa? Apa kau ingin menciptakan skandal besar dengan menikahkan mereka berdua?! Celine dan Ken adalah kakak beradik, jadi tidak mungkin jika kita menikahkan mereka berdua. Apa kata orang jika mereka sampai menikah, pasti akan terjadi skandal besar yang bisa mencoret nama baik keluarga kita." Ujar Keanu panjang lebar.


"Dan membiarkan Celine menikah dengan orang lain lalu meninggalkan kita?!" Aster menyela ucapan Keanu. "Apa itu yang kau inginkan, Key?" lanjut Aster menambahkan.


Keanu menggelengkan kepala. "Tidak tidak tidak. Celine adalah Putri kita, dan kita tidak boleh kehilangannya. Aku tidak akan membiarkan putriku meninggalkan rumah ini Apapun alasannya!!" jawab Keanu menegaskan.


"Lalu kenapa kau tidak setuju dengan ideku? Karena jika celine menikahi orang lain, udah pasti dia akan meninggalkan keluarga ini dan tinggal bersama keluarga suaminya. Tapi jika dia menikahi Ken, dia tidak akan kemana-mana dan tetap bersama kita.", Terang Aster.


Keanu mengangguk. "Benar juga yang kau katakan. Tapi, Aster. Bukankah Keanu sudah memiliki kekasih, jika kita menikahkannya dengan Celine lalu bagaimana dengan Regita? Masa iya mereka harus putus? Lagi pula bukankah kita berdua sama-sama tahu jika Ken sangat tidak menyukai Celine, jadi bagaimana mau menikahkan mereka berdua?" ucapnya dengan bingung.


"Masalah itu serahkan padaku biar aku yang mengaturnya, aku sudah memiliki cara untuk membuat mereka dekat dan kemudian saling mencintai." Ujar Aster.


"Tapi bagaimana dengan skandal yang akan terjadi? Orang-orang pasti akan membicarakan kita jika sampai mereka berdua benar-benar jatuh cinta kemudian menikah. Meskipun hanya saudara angkat, tapi tetap saja mereka kakak beradik." Tukas Keanu dengan cemas.


"Itu bukan masalah yang sulit, kita bisa menikahkan mereka di luar negeri. Lagi pula Amerika adalah negara yang bebas, jadi aku rasa tidak ada masalah dengan hal ini. Mereka bisa tinggal di sana dan hidup bahagia dengan anak-anaknya, beres kan!!" Tutur Aster.


Keanu benar-benar tidak habis pikir, bagaimana bisa Aster memiliki pemikiran sejauh itu. Namun apa yang Aster katakan memang ada benarnya. Jika Celine menikah dengan orang lain, maka dia akan meninggalkan mereka berdua dan hidup bersama dengan keluarga suaminya. Dan Keanu benar-benar tidak rela untuk berpisah dari putrinya.


"Baiklah, kau atur saja." Dan mereka melanjutkan sarapannya dengan tenang.

__ADS_1


Mereka hanya sarapan berdua saja karena Celine tiba-tiba pamit pergi setelah mendapatkan telfon dari temannya. Dan dia mengajak Celine untuk bertemu dan sarapan di luar. Dia adalah sahabat Celine ketika sekolah dulu.


xxx


Dua sahabat itu saling berpelukan untuk saling melepaskan rindu. Setelah lebih dari satu tahun tidak bertemu. Akhirnya mereka bisa bertemu dan berkumpul kembali. Mereka berdua adalah Celine dan Rania.


Saat ini mereka berada sedang berada di cafe yang dulu menjadi tempat mereka nongkrong saat pulang sekolah, maupun saat malam Minggu. Rania langsung menghubungi Celine dan mengajaknya untuk bertemu setelah menerima kabar jika sahabatnya itu telah pulang ke Korea.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Celine sambil mendaratkan pantatnya di kursi.


Rania mengangkat bahunya. "Ya, begini-begini saja. Tidak ada yang istimewa." Jawabnya. "Kau benar-benar berubah drastis, Cel. Hampir saja aku tidak mengenalimu. Lihatlah penampilanmu sekarang, kau mirip boneka." Ujar Rania.


"Kau terlalu melebih-lebihkan. Sebenarnya aku sudah lelah dengan diriku yang dulu. Hidup di negeri orang tidaklah semudah yang dibayangkan, apalagi jauh dari keluarga. Aku rela berdandan dan berpenampilan layaknya laki-laki hanya untuk menjaga diri juga kehormatanku. Dengan begitu tidak ada musang jantan yang berani macam-macam." Terang Celine panjang lebar.


Rania menganggukkan kepala. "Ya, benar juga yang kau katakan. Tapi baguslah karena akhirnya kau kembali pada kodratmu sebagai perempuan. Dan lihatlah kau sekarang, kau benar-benar menjelma menjadi angsa yang sangat cantik dan menawan." Ujar Rania memuji kecantikan Celine saat ini.


Rania menepuk jidatnya. "Hampir saja aku lupa. Dia temanku, sebentar lagi mungkin dia sampai di sini." Jawab Rania. Dan orang yang di maksud oleh Rania adalah seorang laki-laki yang memang ingin dia kenalkan pada Celine.


Celine menoleh , dan tanpa sengaja manik Hazel-nya yang cerah bersirobok dengan sepasang mutiara hitam milik Ken. Rupanya dia dan Ken berada di cafe yang sama. Namun mereka saling bertegur sapa dan bersikap layaknya orang asing yang tidak saling mengenal.


Ken tidak sendirian, dia bersama seorang wanita yang Celine ketahui bernama Regita. Wanita yang menjadi kekasih kakaknya sejak beberapa tahun yang lalu. Celine tidak tahu seperti apa hubungan mereka berdua. Namun dari sikap yang ditunjukkan terlihat jika Ken seperti bahagia berhubungan dengan wanita itu.


"Aku ke toilet dulu." Celine bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.

__ADS_1


Mata Ken tidak bisa teralihkan dari Celine ketika wanita itu melewati mejanya. Membuat pandangan Regita ikut teralihkan juga, ternyata Ken sedang menatap orang yang baru saja melintas di depa mereka dan Regita tahu siapa wanita itu. Dia adalah adik angkat Ken , dan Regita tahu itu.


Tiba-tiba Regita bangkit dari kursinya dan berpamitan ke toilet'. Ken hanya menganggukkan kepala tanpa berniat untuk membalas ucapannya.


Cklekkk...


Celine menoleh saat mendengar suara pintu di kunci. Seorang wanita terlihat menghampirinya. Dia bertanya-tanya kenapa Regita menyusulnya ke toilet dan mengunci pintunya. Celine kembali fokus pada wastafel, dia sedang mencuci tangannya.


"Untuk apa kau sampai mengejarku kemari?" tanya Celine tanpa menatap lawan bicaranya secara langsung, dia hanya menatap Regita dari pantulan cermin.


"Aku muak melihatmu. Dan sudah sejak lama aku ingin memberimu pelajaran, tapi sayangnya aku tidak pernah memiliki kesempatan untuk melakukannya. Dan ketika ada kesempatan bagus, jadi mana mungkin aku menyia-nyiakannya." Jawab Regita.


Celine berbalik badan. Posisinya dan Regita saling berhadapan. "Lalu mau apa kau sekarang?" tanya Celine dingin.


"Aku benci mengatakannya. Tapi karena dirimu perhatian Ken teralihkan dariku. Aku benci saat melihat cara dia menatapmu, memberikan perhatian padamu. Aku benci kepeduliannya padamu, kau hanya anak pungut di Keluarga Xiao, tapi kenapa memiliki nasib yang begitu baik?!" ujar Regita dengan emosi.


Celine memicingkan matanya. Apa dirinya tidak salah dengar? Ken peduli padanya? Ken memperhatikannya? Ken menatapnya? Rasanya sangat lucu mendengar kata-kata wanita itu. Sepertinya dia terlalu banyak menonton drama atau mungkin takut Ken akan meninggalkannya? Makanya dia mengarang sebuah skenario yang begitu menggelikan.


"Sekarang hanya ada antara kau dan aku, kita selesaikan saja hari ini juga!!"


"Lakukan saja, kau pikir aku takut?!" Celine menyeringai dan menatap Regita dengan sinis.


Sementara itu. Seorang pengunjung mendadak panik saat mendengar suara kegaduhan di dalam toilet. Dia tidak jadi masuk karena pintunya terkunci. Di dalam sana terdengar suara wanita yang sedang bertengkar dan berteriak kesakitan. Dia pun segara mencari batuan sebelum terjadi masalah yang tidak diinginkan.

__ADS_1


xxx


Bersambung


__ADS_2