
"APA?! DISITA OLEH RENTENIRR?!"
Aster tak bisa menahan keterkejutannya setelah mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh ayahnya. Dengan suara berat, dia memberitahunya jika rumah yang selama ini mereka tempati telah disita oleh rentenirr.
Tuan Jovan menganggukkan kepalanya. "Ya, Aster. Rumah ini telah disita oleh Tuan Hongju karena Papa tidak bisa melunasi semua hutang-hutang kita padanya. Papa, menjadikan rumah ini sebagai jaminan ketika berhutang padanya." Jelas Tuan Jovan dengan frustasi.
Aster mendesah berat. "Masalah ini biar aku yang menyelesaikannya. Papa, tidak perlu cemas lagi. Kita tidak akan kehilangan rumah yang penuh kenangan ini," ucapnya meyakinkan.
Mana mungkin Astra melepaskan rumah yang penuh dengan Kenangan bersama mendiang ibunya. Karena di rumah ini dia dilahirkan dan dibesarkan hingga dewasa. Begitu banyak kenangan yang dia dimiliki di rumah ini, dan Aster akan mempertahankannya serta memastikan rumahnya tak akan jatuh ketangan rentenirr kejam itu.
"Kau tetaplah disini dan temani ayahmu. Untuk masalah ini kau tidak perlu turun tangan sendiri, biar aku yang mengurusnya." Keanu menatap pergelangan tangan Aster ketika dia hendak beranjak pergi.
Aster menggelengkan kepalanya. "Tidak, Keanu. Aku tidak bisa melibatkan mu dalam masalah ini. Mereka adalah orang-orang yang sangat berbahaya, jika kau yang pergi menemui mereka. Aku takut mereka tidak akan melepaskan mu. Lagipula ini dalam masalah keluargaku, jadi biarkan aku yang menyelesaikannya!!" ucap Aster dengan tegas.
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan untuk menyelesaikan masalah ini?!" Keanu menatap langsung ke dalam manik hazel itu dan menatapnya dengan tajam. "Memangnya kau bisa mengatasi mereka? Jelas-jelas mereka adalah orang yang berbahaya, jadi bagaimana kau akan menghadapinya?!"
Skakmat....
Aster langsung kehilangan kata-katanya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar apa yang Keanu katakan. Benar apa yang dia katakan, bagaimana dia bisa menghadapi mereka yang sangat berbahaya jika hanya datang seorang diri. Bukan hanya nyawanya saja yang bisa terancam, tetapi juga keamanannya.
"Tetaplah disini sampai aku kembali, sebaiknya temani saja ayahmu!!" ucap Keanu.
__ADS_1
Menghadapi para lintah darah seperti mereka tentu bukan perkara yang sulit bagi seorang Keanu Xiao. Hanya dengan jentikan jari saja, dia bisa mengatasi mereka semua. Selama ada kekuasaan, seberat apapun masalah yang dihadapi pasti akan teratasi dengan mudah.
"Aster, kenapa kau membiarkannya pergi? Bagaimana jika mereka berbuat yang tidak tidak padanya,"
"Papa, tidak perlu cemas. Keanu, bukanlah orang sembarangan. Dia adalah pemilik Xiao Corp, dan direktur utama perusahaan besar itu. Sebaiknya Kita percaya saja padanya, jika dia akan baik-baik saja." Ucap Aster meyakinkan.
Tuan Jovan menghela napas panjang. "Ya, kita memang harus percaya padanya."
.
.
Bukan hanya satu mobil saja, tetapi sedikitnya ada tiga mobil yang datang.
Beberapa pria berpakaian formal keluar dari dua mobil yang terparkir di belakang sedan hitam tersebut. Lalu pria itu bangkit dari kursinya dan berjalan keluar untuk melihat siapa yang berani datang di saat dirinya sedang beristirahat.
"Hei, apa kalian datang untuk mengantarkan nyawa?! Berani-beraninya kalian datang di saat aku sedang beristirahat, apa kalian semua sudah bosan hidup?!" bentak Mahoju dengan emosi.
Pintu bagian belakang mobil sedan itu terbuka, sangat familiar bagi Mahoju keluar dari mobil mewah tersebut. Buru-buru Hoju menghampiri pria itu. "Tu...Tuan Xiao," ucapnya seraya memberi hormat.
"Oh, benar kau rupanya!!"
__ADS_1
"Apa maksud Anda, Tuan? Dan ada angin segar apa sampai-sampai Anda sudi datang ke pondok saya ini? Ma..Mari silahkan masuk."
"Tidak akan banyak basa-basi. Segera tinggalkan rumah ini dan jangan pernah lagi menginjakkan kakimu disini!! Karena tanah, bangunan serta isinya bukanlah milikmu!!"
Hoju menatap Keanu dengan penuh kebingungan. "Ke...Kenapa tiba-tiba Anda mengusir saya dari sini, Tuan?! Memangnya kesalahan apa yang telah saya perbuat pada Anda, sampai-sampai Anda mengambil keputusan sebesar ini?!"
"Bukankah hal ini juga yang selalu kau lakukan pada mereka yang tidak bisa melunasi semua hutang-hutangnya padamu? Kau meminta tempat tinggal mereka sebagai jaminan, lalu mengambilnya di saat mereka tidak bisa membayar semua hutang-hutangnya. Apakah kau pikir semua itu setimpal?!"
"Ta..Tapi, Tuan~"
Keanu mengabaikan pria itu lalu pandangannya bergulir pada semua anak buahnya. "Aku akan memberi kalian semua dua pilihan, pergi atau bertahan?!"
Jika Keanu sudah turun tangan, maka mereka tidak akan bisa berkutik lagi. Dan mereka memilih untuk cari aman daripada berurusan dengan pria itu. Mereka masih menyayangi nyawanya dan ingin hidup lebih lama.
Dan dalam sekejap mata. Mahoju telah kehilangan segalanya. Rumah, harta benda dan juga anak buahnya. Tidak ada yang berani menentang keputusan seorang Keanu Xiao, karena berani mencari masalah dengannya sama saja dengan bunuh diri.
.
.
Bersambung.
__ADS_1