
Aster tak mampu membendung rasa bahagianya, saat mengetahui jika telah bersemayam sebuah kehidupan di dalam rahimnya. Ya, Aster positif hamil.
Dan kehamilan Aster tentu saja membawa sebuah kebahagiaan tak terkira bagi seorang Xiao Keanu. Impiannya untuk memiliki sebuah keturunan akhirnya menjadi kenyataan.
Semenjak mengetahui Aster positif hamil, Keanu menjadi sangat-sangat protektif padanya. Dia selalu melarang Aster melakukan ini dan itu, apalagi melakukan pekerjaan yang membuatnya kelelahan.
Keanu benar-benar menjaganya dengan baik, dan apapun yang Aster minta, pasti akan langsung dikabulkan olehnya. Dan semua itu Keanu lakukan demi janin di dalam rahim Aster. Sampai-sampai Keanu menyiapkan beberapa bodyguard untuk melindunginya.
"Key, apa ini tidak terlalu berlebihan? Kenapa harus menyewa Bodyguard segala untuk menjaga dan melindungiku! Lagipula, bukannya masih ada kau yang bisa menjagaku?" ucap Aster.
"Tentu saja tidak, aku memang bisa melindungimu. Tetapi aku tidak bisa selalu berada di sisimu selama 24 jam penuh, itulah kenapa aku menyewa Bodyguard untuk menjagamu." Terang Keanu.
"Aku tau. Tapi, Keanu. Diikuti kemana pun aku pergi selama 24 jam penuh itu rasanya tidak enak. Aku benar-benar tidak nyaman, apalagi sampai menarik perhatian banyak orang. Jadi tolong mengertilah, karena menjaga perasaan dan kewarasan seorang ibu hamil itu juga sangat penting," terang Aster menuturkan.
"Aku paham, Aster. Tapi aku juga tidak bisa mengambil resiko dengan membahayakan keselamatan kalian berdua. Janin itu sangat penting bagiku, jadi aku harus memastikan dia selalu aman dan terlindungi," tukas Keanu.
Aster terdiam setelah mendengar apa yang Keanu katakan. Harusnya dia sudah tahu tanpa Keanu mengatakannya. Karena yang Keanu pedulikan hanya janin di dalam perutnya.
Dan lagipula apa yang bisa Aster harapkan dari hubungan mereka saat ini? Keanu mencintainya lalu mereka memiliki akhir yang indah seperti akhir cerita di dalam novel? Sungguh sebuah pemikiran yang sangat konyol.
"Key, tiba-tiba Aku lelah, aku ke kamar dulu." Ucap Aster dan pergi begitu saja. Entah hanya perasaannya saja, atau memang benar adanya, sikap Aster tiba-tiba berubah menjadi dingin.
Kemudian Keanu menoleh dan menatap kepergian Aster dengan tatapan yang sulit diartikan. Pria itu menghela napas. Kemudian Keanu berbalik dan melenggang meninggalkan kediaman Xiao.
Rio yang menyadari kedatangan Tuan Mudanya, segera membukakan pintu mobil untuknya. Rio tahu jika saat ini Keanu sedang terburu-buru, dia ada janji dengan salah satu koleganya yang berasal dari luar negeri.
__ADS_1
"Rio, gantikan aku menemui Mr.Smith. Kau pergilah dengan mobil yang lain," pinta Keanu kemudian masuk ke dalam mobilnya.
Rio menghela napas, padahal dia sudah ada janji kencan malam ini. "Gagal lagi, gagal lagi. Nasib, nasib."
.
.
Aster duduk termenung di tepi tempat tidur. Tatapannya kosong dan wajah cantiknya tak menunjukkan ekspresi apapun. Jari-jarinya mengusap lembut janin di dalam perutnya, merasakan kehadiran kehidupan lain yang bersemayam di sana.
Wanita itu menghela napas. "Nak, bagaimana kabarmu hari ini? Tumbuh dengan sehat ya, Nak. Papamu, sangatlah menantikan kehadiranmu. Untuk itu kau harus baik-baik di dalam sini." Ujarnya bergumam.
Ketukan pelan pada pintu menyita perhatian Aster. Wanita itu menoleh, dan mendapati Bibi Lee berjalan menghampirinya. "Nyonya, saya bawakan susu untuk Anda. Sebaiknya segera diminum, selagi masih hangat," dia memberikan segelas susu itu pada Aster.
Bibi Lee memperhatikan Aster dengan seksama. Entah benar atau salah, tetapi Bibi melihat kesedihan Dimata wanita itu. Dan dia berani bersumpah jika itu ada hubungannya dengan Tuan Mudanya. "Nyonya, apakah Tuan Muda melakukan sesuatu pada, Anda? Apakah dia mengatakan kalimat-kalimat yang menyinggung dan melukai perasaan, Nyonya?" tanya Bibi Lee.
Aster menggeleng. "Tidak, memangnya kenapa Bibi berkata begitu?" sepertinya Bibi Lee menyadari sesuatu.
"Tidak apa-apa, Nyonya. Hanya saja saya merasa jika suasana hati nyonya tidak dalam keadaan baik," jawabnya.
Wanita itu tersenyum simpul. "Memangnya terlihat jelas, ya?" Bibi Lee mengangguk. "Ya, suasana hatiku memang sedang kurang baik. Bibi, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Aster menatap Bibi Lee dengan serius.
Bibi Lee mengangguk. "Tentu saja, Memangnya apa yang ingin Nyonya tanyakan padaku, Bibi?" Bibi Lee balik bertanya.
"Tentang Keanu dan mantan istrinya. Apakah dari wanita itu, Keanu juga menginginkan seorang keturunan?" tanya Aster.
__ADS_1
"Seingat Bibi tidak. Nyonya Yunna, sangat menentang keras ketika Tuan Muda menginginkan seorang anak. Nyonya Yunna tidak ingin menjadi jelek dan tidak terawat setelah melahirkan, apalagi kalau sampai tubuhnya melar lebar. Dia selalu ingin terlihat menawan dan cantik, itulah yang membuatnya tidak menginginkan anak. Padahal Tuan Muda sangat menginginkannya, karena dia membutuhkan seorang pewaris." Tutur Bibi panjang lebar.
"Lalu bagaimana reaksi Keanu ketika mendapatkan penolakan dari wanita itu? Apa dia kecewa dan marah padanya?" Aster benar-benar penasaran.
"Ya," Bibi Lee menganggukkan kepala. sejak Tuan Muda menyampaikan keinginannya tersebut. Hubungan mereka menjadi sedikit renggang, mereka berdua selalu saja terlibat cekcok yang ujung-ujungnya membuat keduanya perang dingin. Padahal Tuan Muda sudah mengatakan dengan jelas pada Nyonya Yunna, jika dia akan tetap menerima dia apa adanya, bahkan jika dia tidak cantik lagi."
"Tapi Nyonya Yunna tetap bersikeras pada keputusannya, dia selalu menolak mentah-mentah ketika Tuan Muda meminta supaya dia melahirkan anak untuknya."
"Sejak saat itu, Tuan Muda menjadi jarang pulang dan lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor. Sementara Nyonya Yunna, dia menjadi lebih sering keluar bersama teman-temannya. Dan satu bulan kemudian Nyonya Yunna meminta cerai dari Tuan Muda," ujar Bibi Lee panjang lebar.
Aster hanya diam dan tidak memberikan tanggapan apa-apa setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Bibi Lee. Pantas saja jika sekarang Keanu menjadi sangat membenci Mantan istrinya tersebut, karena Yunna telah menyakitinya sangat dalam. Dan mungkin karena hal itu pula, Keanu tidak ingin melibatkan hati dalam hubungan mereka.
"Nyonya, apa yang Anda lakukan?" tegur Bibi Lee melihat kediaman Aster.
Wanita itu menggeleng. "Tidak ada. Bibi, terimakasih untuk Susunya. Katakan jika Tuan Mudamu pulang, tidak usah mencariku apalagi pergi menjemputku. Aku akan tinggal bersama Papa selama beberapa hari," Aster bangkit dari duduknya lalu mengemasi barang-barangnya. Tak banyak yang Aster bawa, hanya beberapa helai pakaian saja.
"Tapi, Nyonya. Apa tidak sebaiknya Anda menunggu Tuan Muda pulang dulu? Atau jika tidak, Anda hubungi saja ponselnya dan memberitahunya secara langsung. Saya takut untuk mengatakannya pada Tuan Muda, bisa-bisa beliau marah," Tutur Bibi Lee.
Aster menghela napas. "Baiklah, aku akan memberitahunya nanti. Bibi, aku pergi dulu." pamit Aster seraya menarik kopernya meninggalkan kamar. Tiba-tiba Aster merindukan ayahnya dan dia ingin tinggal bersamanya selama beberapa hari. Setidaknya sampai suasana hatinya membaik.
.
.
Bersambung.
__ADS_1