
Berkali-kali Keanu melihat jam yang melingkari pergelangan tangannya. Sudah tiga puluh menit, namun batang hidung Aster belum juga terlihat keluar dari kedai itu.
Sampai-sampai Keanu berpikir dia pergi ke kedai itu bukan untuk makan malam, melainkan untuk tidur.
Direktur tampan itu berdecak sebal. Dia sudah menunggu begitu lama, tetapi Aster belum juga terlihat batang hidungnya. apalagi menunggu adalah salah satu hal yang paling Keanu benci di dunia ini. Dan sekarang dia malah harus menunggu, bukankah itu sangatlah menjengkelkan?!
Baru saja Keanu hendak menyusulnya, Aster sudah menunjukkan batang hidungnya. Perempuan itu berjalan dengan lunglai dan mata yang tampak berkaca-kaca.
Tiba-tiba Aster menghentikan langkahnya di bawah sebuah pohon besar lalu berjongkok sambil melipat kedua lengannya di atas lututnya.
Penasaran apa yang terjadi pada perempuan itu, Keanu pun bertugas menghampirinya. samar-samar dia mendengar suara isakan yang keluar dari sela-sela bibir Aster. Tak hanya isakan saja, tetapi umpatan juga yang Keanu sendiri tak tau umpatan-umpatan itu dia tunjukkan pada siapa.
"Dasar bajingan!! Penghianat!! Aku tidak akan pernah memaafkan kalian berdua, meskipun kalian mati sekalipun aku tidak akan pernah sudi untuk memaafkan kalian. Hiks, bajingan, penghianat!!"
Keanu mendengus. Awalnya dia yang merasa iba melihat Aster menangis, tapi sekarang Keanu justru merasa geli setelah mendengar umpatan-umpatan dan berbagai sumpah serapah yang keluar dari bibirnya.
Keanu tidak tahu permasalahan apa yang dihadapi sampai-sampai Aster harus mengeluarkan berbagai sumpah serapannya.
"Sampai kapan kau akan terus berjongkok dan menangis seperti orang bodoh?! Coba lihatlah, orang-orang tengah memperhatikanmu dan menganggapmu gila karena menangis di pinggir jalan!!"
Suara itu seolah-olah menarik Aster kembali ke alam sadarnya. Sontak Aster mengangkat kepalanya dan mendapati Keanu berdiri menjulang di hadapannya.
"Kau?! Sedang apa kau disini? Dan apa maksud kata-katamu barusan? kau meledekku, ya? Dasar tidak berhati, aku ini sedang bersedih dan patah hati. Tapi bisa-bisanya kau bersikap begitu jahat dan menyebalkan padaku!!" ujar Aster panjang lebar.
Keanu mengangkat alisnya dan dan menatap Aster penuh selidik. "Kau sudah punya kekasih?" tanyanya memastikan.
__ADS_1
"Ya, tadinya sudah. Tetapi sekarang tidak lagi karena bajingan itu berselingkuh dengan temanku sendiri, dan parahnya lagi aku tidak tahu jika mereka telah bermain gila di belakangku selama ini. Aku merasa sangat bodoh karena tidak menyadari perselingkuhan mereka," ujarnya.
"Bukannya malah bagus, ya. Karena Tuhan telah menunjukkan keburukan kekasihmu itu, dan jangan terlalu bodoh menjadi wanita. Meskipun kalian adalah kaum yang selalu dianggap lemah. Tetapi setidaknya jangan pernah tunjukkan kelemahanmu di depan orang lain, apalagi itu di depan laki-laki yang telah menyakitimu. Jadilah wanita yang berkelas, membalas mereka dengan cara yang elegan!!" tutur Keanu panjang lebar.
Sontak Aster mengangkat kepalanya dan menatap Keanu penuh tanya. "Caranya?" kemudian Keanu menyodorkan sebuah undangan kepada Aster. "Apa ini? Dan apa maksudmu memberiku sebuah undangan?"
"Berikan ini pada mantan kekasih dan temanmu itu. Biarkan mereka melihat jika kamu lebih hebat, dengan berdiri di atas altar bersamaku maka tidak akan ada lagi orang yang bisa menindas dirimu!!"
Alis Aster saling bertautan. "Kau ingin menikahiku?! Bukankah kau bilang tidak ingin membuat komitmen, lalu apa apa artinya undangan ini?!" Aster menatap Keanu penuh tanya. Dia membutuhkan sebuah penjelasan darinya.
Keanu mengangkat bahunya. "Anggap saja aku sedang berbaik hati menjaga nama baikmu, karena jika kau tiba-tiba hamil tanpa ada yang tau kapan menikah, maka kau akan kehilangan nama baikmu dan sudah pasti dicap sebagai wanita murahan!! Dan ketahuilah jika aku tidaklah sekejam yang kau pikirkan. Cepat berdiri, aku akan mengantarmu ke rumah sakit." Keanu mengulurkan tangannya pada Aster yang kemudian di terima oleh perempuan itu.
Keheningan menyelimuti kebersamaan mereka berdua selama dalam perjalanan kembali ke rumah sakit. Tak ada perbincangan diantara Aster dan Keanu, keduanya sama-sama diam dalam keheningan. Sesekali Keanu menoleh pada perempuan yang duduk disebelahnya, sedari tadi dia terus sibuk dengan ponselnya.
"Bisakah kita berhenti sebentar di minimarket depan sana? Aku sedang kedatangan tamu dan membutuhkan pembalutt."
Aster menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia tak enak hati untuk meminta bantuan pada Keanu. "Em, anu... itu... Bisakah kau saja yang turun? Tolong belikan pembalutt untukku. Keadaanku sungguh tidak memungkinkan untuk turun dan masuk ke dalam."
"Apa kau gila?! Bisa-bisanya kau memintaku untuk membeli pembalutt, bagaimana orang-orang di dalam sana akan memandangku saat melihatku yang seorang laki-laki membeli harta Karun wanita!! Aku tidak sudi, beli saja sendiri!!"
Aster menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Memohon supaya Keanu mau membantunya. Keanu menghela napas. Dengan terpaksa dia menuruti permohonan Aster. Dan demi menutupi rasa malunya, Keanu memakai masker untuk menyamarkan wajahnya.
"Dasar!! Wanita benar-benar merepotkan!!"
Dan tak sampai sepuluh menit Keanu kembali dengan sebuah pembalut di tangan kirinya yang memenuhi satu kantong besar. Karena yang dia beli tak hanya satu atau dua pembalutt saja, melainkan sampai sepuluh pembalutt dengan merk yang berbeda.
__ADS_1
Keanu tidak tahu merk pembalutt mana yang biasa Aster pakai ketika datang bulan, jadi dia membeli begitu banyak pembalutt untuknya.
Setibanya di dalam mobil. Keanu melemparkan kantong besar itu pada Aster dan meminta gadis itu untuk memilihnya sendiri.
Aster tersenyum lebar. "Terimakasih untuk bantuannya, dan maaf sudah merepotkan. Dan sebagai ucapan terima kasih dariku, besok aku akan mentraktir mu makan siang di cafe ternama."
"Terserah!!"
Ekspresi wajahnya menunjukkan jika Keanu sedang jengkel setengah mati, bagaimana dia tidak jengkel. Ketika di dalam sana, orang-orang terus menatapnya dengan berbagai tatapan saat dirinya memasukkan berbagai jenis dan ukuran pembalutt ke dalam keranjang belanja.
Dan karena Aster, Keanu bener-bener telah kehilangan muka. Jika bukan karena terpaksa, Keanu tak akan sudi membeli pembalutt-pembalutt itu apapun alasannya.
Bukannya meminta maaf pada Keanu, Aster malah tertawa melihat ekspresi laki-laki itu saat ini. Menurutnya dia benar-benar sangat menggemaskan, dan sebuah hal langkah bisa melihat sang direktur menunjukkan ekspresi semacam itu. Karena biasanya dia selalu memasang muka datar dan dingin.
"Oh, ayolah Direktur Xiao. Jangan terus-terusan cemberut seperti itu. Kau itu sudah jelek, malah semakin terlihat jelek. Lagipula tidak semua laki-laki bisa sehebat dirimu, masuk ke pusat perbelanjaan hanya untuk membeli roti dumpal!!"
Keanu menatap Aster dengan sinis. "Itu karena kau memohon padaku. Jika tidak, aku juga tidak akan sudi!!"
"Aiyaa, jangan marah-marah lagi. Sudahlah, cepat jalankan mobilnya. Kita harus cepat sampai di rumah sakit."
Keanu menatap Aster tak percaya. Dan baru kali ini ada orang yang berani memerintah dirinya. Apa gadis ini tidak takut terkena masalah, tapi Keanu akui keberaniannya.
.
.
__ADS_1
Bersambung