Benih Titipan Tuan Muda

Benih Titipan Tuan Muda
Kau Iblis


__ADS_3

"Keanu Xiao, cepat lepaskan aku dari tempat terkutuk ini!!"


Dante terus berteriak, dan meminta supaya dirinya dilepaskan. Terkurung di dalam ruangan yang gelap dan dingin benar-benar membuat Dante merasa frustasi. Dia ingin sekali keluar, dia ingin menghirup udara bebas, tapi sayangnya tak seorang pun ada yang mau melepaskan dirinya.


"Keanu Xiao... Apa kau semua tuli?! Cepat lepaskan dan keluarkan aku dari sini!!" teriak Dante untuk kesekian kalinya namun tak ada yang mendengarkan apalagi menghilangkan, lebih tepatnya pura-pura tidak mendengar.


Dante benar-benar merasa sangat frustasi. Memang tidak seharusnya dia berurusan dengan Keanu yang kejamnya melebihi iblis. Dan sekarang dia harus menerima konsekuensinya karena berani mencari masalah dan gara-gara dengannya.


"Hei, kalian yang ada di luar, cepat lepaskan aku!! Aku ingin keluar cari tempat ini," teriak Dante untuk kesekian kalinya.


Tidak hanya sekali dua kali dia berteriak, meminta supaya dilepaskan, tetapi tak ada satupun yang mau mendengarkan apalagi menuruti permintaannya. Mereka tidak ingin mendapatkan masalah dari Keanu jika berani melepaskan Dante tanpa ijin.


"Kau itu terlalu berisik, sebaiknya diam dan tutup mulutmu yang bau itu!!" pinta salah seorang penjaga yang berjaga di depan pintu ruangan tempat Dante disekap.


Dante menghentakkan kakinya ke lantai dengan marah. "Aaarrkkhh, sialan kalian semua. Kalian semua benar-benar brengsekk!!" teriak Dante dengan emosi. "Keanu, aku pasti akan menghabisimu!!"

__ADS_1


.


.


Jam dinding sudah menunjuk angka 02.00 dini hari, tetapi Aster masih tetap terjaga. Kedua matanya sebenarnya sudah terasa berat dan tidak bisa diajak kompromi, tapi anehnya masih tetap sulit untuk dipejamkan.


Lalu pandangan Aster bergulir pada sisi kanannya, tempat itu kosong dan terasa dingin ketika dia menyentuhnya. Keanu masih belum kembali sampai saat ini, padahal dia pergi tak lama setelah percintaan mereka berakhir, dan Aster sendiri tidak tahu Kemana perginya pria itu.


Karena sulit untuk tidur. Aster memutuskan untuk pergi ke balkon melihat bintang. Malam ini langit terlihat lebih indah dan cerah dari malam-malam sebelumnya. Bintang-bintang tampak bertaburan diatas sana, serta sang Dewi malam yang tampak elok memperlihatkan sinarnya yang lembut dan hangat.


Derap langkah kaki seseorang yang datang sedikit menyita perhatiannya. Lantas Aster menoleh dan mendapati Keanu memasuki kamar. Kemudian Aster beranjak dari balkon dan menghampiri pria itu.


"Kau dari mana saja, kenapa baru kembali?" tanya Aster setelah berhadapan dengan Keanu.


"Ini sudah lewat tengah malam, kenapa belum tidur?" alih-alih menjawab, keanu malah balik bertanya.

__ADS_1


"Aku masih belum bisa tidur, mungkin karena tubuhku sakit semua. Jika kau lelah, sebaiknya tidur duluan saja, karena aku masih belum ngantuk." Tukas Aster lalu beranjak dan meninggalkan Keanu. Dia hendak kembali ke balkon, namun dihentikan oleh pria itu.


Keanu menahan pergelangan tangan Aster, dan membuat langkah wanita itu terhenti. Kemudian Aster menoleh, dan menatap Keanu dengan bingung. "Ada apa?" mata Hazel itu menatap langsung ke dalam manik hitam Keanu.


"Ini sudah lewat tengah malam, kau mau ke mana lagi? Sebaiknya cepat pergi tidur, dan aku tidak ingin mendengar alasan apapun!!" pinta Keanu menuntut.


Aster menghela napas. Kemudian dia menganggukkan kepala lalu menuruti perintah Keanu untuk segera tidur. Meski sebenarnya Aster masih belum mengantuk, hanya saja dia terlalu malas jika harus berdebat dengan pria itu. Itulah kenapa Astor memilih mengalah dan menuruti perintah Keanu untuk segera tidur.


"Huft, baiklah."


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2