Broken Wedding

Broken Wedding
100


__ADS_3

raya memutar bola matanya malas kala melihat raffael sudah berdiri dengan senyuman terkembang di bibirnya, raya terbayang saat raffael masuk ke dalam kamar hotel bersama wanita lain membuat hatinya sangat kesal dan tidak berniat sedikitpun untuk membalas sapaan raffael


raya tetap menatap lurus ke depan tanpa memperdulikan keberadaan raffael yang ada di sampingnya saat ini


"sayang kok diem aja aku dateng kesini? peluk kek atau apa kek gitu" ucap raffael setengah bercanda


"ternyata bener ya apa yang di bilang sashi" sahut raya


"sashi bilang apa?" tanya raffael


"kamu mau ngapain kesini?" bukannya menjawab raya malah balik bertanya kepada raffael


"mau jemput calon istri yang lagi merajuk" jawab raffael


"siapa calon istri kamu?" tanya raya jutek


"siapa lagi kalau bukan wanita satu-satunya yang ada di depan mata aku sekarang" jawab raffael sambil menggenggam tangan raya namun dengan kasar raya menepisnya


"bullshit"


"kenapa lagi sih?"


"aku tahu niat kamu kesini bukan buat nemuin aku kan? bisa-bisa ya kamu bilang aku masih calon istri kamu setelah menghabiskan waktu dengan cewek lain di kamar hotel" ucap raya dengan nada sedikit berteriak meluapkan amarahnya


"maksud kamu apa? sumpah aku dari bandara langsung kesini cuman buat nemuin kamu dan mau ngajak kamu pulang, kenapa jadi nuduh macem-macem sih"


"bukan nuduh tapi fakta"


"mana buktinya?"


"sashi liat kamu masuk ke hotel bareng sama cewek"


"kamu yakin omongan dia bisa percaya? kapan sashi liat aku masuk ke hotel?


"setengah jam yang lalu"


"apa bisa seorang cowok yang bawa cewek ke hotel cuman bisa selesai dalam waktu setengah jam?" tanya raffael


"bisa-bisa aja" jawab raya


"kamu juga gak yakin apa yang aku lakuin di dalam hotel itu seandainya bener aku yang masuk ke hotel sama cewek lain kan?"


"tetep aja aku gak percaya sama kamu"

__ADS_1


"aku harus apa biar kamu percaya?"


"nyebur ke tengah lautan" ucap raya spontan


"serius?"


"ya"


raffael langsung berjalan ke tengah lautan tanpa melepaskan satu helai pun pakaian yang dia kenakan, raffael tidak peduli jika dia harus mati hari ini yang terpenting raffael bisa membuktikan jika dirinya sama sekali tidak pernah melakukan apapun yang raya tuduhkan padanya apalagi masuk ke dalam kamar hotel bersama perempuan lain, tubuh raffael sudah setengah basah namun raffael terus melangkahkan kakinya tidak peduli jika tiba-tiba akan datang ikan hiu dan melahapnya sampai habis, raya yang tidak menyangka sama sekali jika raffael akan nekad melakukan hal gila yang tanpa sengaja raya katakan membuat raya ketakutan setengah mati


"RAFFAEL..........." teriak sashi sambil berlari


"stop please" lanjut sashi membuat raya dan raffael menolah ke arahnya


"ray please kali ini percaya sama raffael karena semua ucapan gue tadi semuanya bohong, gue cuma becanda gue cuma mau buat lo cemburu doang dan ngakuin kalau lo gak bisa jauh-jauh dari raffael apalagi liat raffael sama cewek lain" ucap sashi dengan suara ngos-ngosan


"demi apa semua yang lo ucapin tadi itu gak bener?" tanya raya menatap sashi begitu tajam


"demi Allah raya, gue gak mau sampai hubungan lo sama raffael berakhir sia-sia karena sebuah kesalahpahaman, gue sangat tahu kalian saling mencintai dan saling membutuhkan"


raffael hanya diam saja tanpa maju atau mundur, raffael mendengarkan dengan serius apa yang sedang di ucapkan oleh sashi kepada raya


raffael tidak langsung menghampiri raya setelah sashi selesai berbicara, raffael ingin tahu apa yang raya yang lakukan setelah mendengar semua kebenaran yang sudah sashi ungkapkan


"lo mau berdiri disini aja atau nyamperin calon laki lo hm?" tanya tere membuyarkan lamunan raya


"malu gak sih kalau gue nyamperin raffael?" tanya raya balik


"lo milih gengsi lo atau milih nyesel seumur hidup lo?"


"maksud lo?"


"gimana kalau tiba-tiba ada hiu dateng terus raffael di makan sampe habis, lo bakal nyesel gak?"


"enggak, gue gak mau kehilangan raffael"


raya langsung berlari menuju dimana raffael masih mematung menunggu dirinya, raffael menyunggingkan senyumnya saat melihat raya berlari ke arahnya dengan lelehan air.ata yang membasahi pipi mulusnya


brukkkk.....


raya menubruk tubuh tegap raffael dan langsung memeluknya erat, tangis raya pun pecah di dalam pelukan raffael merasa sirinya selama terlalu keras kepala dan selalu membesar-besarkan masalaj yang terjadi di antara mereka padahal jika di bicarakan baik-baik semua masalah yang mereka hadapi pasti akan menemukan jalan keluarnya bukan menghindar seperti ini


"maaf" lirih raya semaki mengeratkan pelukannya

__ADS_1


"kenapa nangis hm?" tanya raffael mengelus puncak kepala raya dengan penuh kasih sayang


"sifat aku terlalu kayak bocah ya?" raya mendongak menatap raffael dengan pipi yang sudah banjir karena airmata


"emang" sahut raffael membalas tatapan raya


"tuh kan" raya mengerucutkan bibirnya membuat raffael gemas


"tapi aku cinta" raffael mengecup kening raya membuat raya merona dan menyunggingkan senyumnya


"kamu gak marah sama aku?" tanya raya lagi


"kapan aku marah sama kamu?"


"kemaren namanya apa kalau bukan marah?"


"itu namanya cemburu bukan marah"


"sama aja"


"i love you so much" ucap raffael kemudian mengecup bibir raya sekilas


"i love you more" balas raya membalas kecupan di bibir raffael tanpa ada rasa malu sedikitpun


tere dan sashi merasa ikut bahagia melihat raya dan raffael kembali berbaikan, usaha mereka untuk menyatukan cinta raya dan raffael pun ternyata tidak sia-sia dan sekarang saatnya tere dan sashi membantu para orang tua untuk mempersiapakn acara yang sudah raffael siapkan tanpa sepengetahuan raya


"janji ya kalau ada apa-apa omongin baik-baik jangan langsung pergi-pergi tanpa kabar" ucap raffael di sela pelukan mereka


"iya, maaf karena sifat aku masih kayak anak kecil" sahut raya yang menenggelamkan wajahnya di dada raffael


"aku yang harusnya minta maaf karena waktu itu cemburunya keterlalun sampai numpahin masakan kamu dengan sengaja, aku juga minta maaf karena gak bisa membungkam.mulut temen-temen aku yang sudah menyinggung dan melukai perasaan kamu


tapi sumpah demi apapun aku gak peduli dengan semua omongan orang lain, aku hanya percaya dengan pilihanku sendiri bahwa wanita yang ada di hadapanku saat ini adalah sumber kebahagiaan dalam hidup aku dan aku bisa gila jika tidak ada kamu dalam hidup aku" ucap raffael membuat raya semakin jatuh cinta berkali-kali dengan mantan sahabatnya itu


"kita mulai lagi semuanya dari awal ya, mulai sekarang kita harus terbuka dalam masalah apapun itu jangan membuka celah bagi orang lain untuk merusak hubungan kita karena kita tidak saling percaya satu sama lain, mau kan kita berjuang sama-sama mulai sekarang?" lanjut raffael menangkup kedua pipi raya


"iya aku mau" jawab raya sambil mengangguk-anggukan kepalanya membuat raffael merasa sangat gemas dan kembali mengecuup bibirrr raya berkali-kali


"sekarang kita makan dulu ya aku laper, dari tadi belum makan apapun" pinta raffael mengusap-usap perutnya yang sudah keroncongan


"kasian banget pacar aku, ya udah kita makan biar aku yang teraktir ya sekali-kali"


"tapi aku yang nentuin tempat makannya ya"

__ADS_1


"iyaaaa...."


__ADS_2