Broken Wedding

Broken Wedding
22


__ADS_3

setelah menyiapkan semua kebutuhan eza, raya bergegas membersihkan diri karena hari ini raya akan kembali bekerja


eza tampak baru bangun melihat raya yang sudah rapi dengan setelan kerjanya


entah kenapa eza sedikit bimbang membiarkan raya untuk bekerja kembali di perusahaan itu namun mengingat sebuah kontrak yang sudah di tanda tangani raya eza tidak bisa berbuat apa-apa


"kamu yakin mau mulai kerja lagi hari ini?" tanya eza masih dengan muka bantalnya


"iya" jawab raya yang masih sibuk dengan make up di wajahnya


"kaki kamu bukannya masih sakit ya?" tanya eza lagi


"sedikit, gak masalah aku juga gak mau kelamaan diem di rumah nanti orang-orang kiri aku istri yang bisanya cuma ngabisin uang suami doang" sahut raya membuat eza mendelik tak suka


"maksud kamu apa ngomong kayak gitu?"


"gak maksud apa-apa lupain aja, kamu cepetan mandi sana kita sarapan dulu"


"pakai make up nya jangan tebel-tebel aku gak suka liatnya"


"hhm"


raya keluar lebih dulu dari kamar raya memutuskan untuk menunggu eza di meja makan saja sekalian ingin memberitahu kepada nenek sukma bahwa raya bukan wanita penggangguran yang bisanya hanya menghabiskan uang suami


"pagi ma, nek" sapa raya duduk di kursi yang sudah biasa dia duduki


"pagi nak, kamu mulai masuk kerja lagi?" tanya mama yeni lembut


"iya ma kemarin aku dapet kabar event yang seharusnya di adakan bulan depan acaranya di percepat" jawab raya jujur


"bukannya kaki kamu masih sakit jalannya masih sedikit oincang gitu"


"gak apa-apa ma sebentar lagi juga sembuh, oh ya anita kemana kok gak ikut sarapan?"


"dia udah di jemput sama pacarnya gak sempet sarapan, eza kok belum keluar ray?"


"masih mandi ma bentar lagi juga selesai"


"ehmm baguslah kalau kamu juga kerja jadi gak melulu habisin uang suami" celetuk nenek sukma membuat raya sedikit tersinggung


"dari sebelum menikah juga raya sudah kerja nek, nenek tidak usah khawatir raya tidak akan menghabiskan uang eza untuk sesuatu yang tidak penting"


"sudah berani jawab kamu ya, gak sopan"

__ADS_1


"ada apa ini pagi-pagi kok udah tegang" seru eza yang baru bergabung di meja makan


"gak apa-apa za, ayok sarapan dulu mamti kamu terlambat" ucap nenek sukma


"sayang aku gak bisa anter kamu gak apa-apa ya? hari ini ada meeting dadakan apalagi tujuan kita berlawanan arah nanti pulangnya aku jemput ya" seru eza di tengah sarapannya


"iya gak apa-apa aku naek ojek online aja"


pembicaraan mereka terhenti karena eza dan raya harus segera berangkat bekerja


eza pergi lebih dulu karena raya masih menunggu ojek pesanannya datang


sepuluh menit berlalu ojek yang di pesan raya datang raya berpamitan kepada mama yeni dan nenek sukma


mama yeni menatap kepergian raya dengan tatapan nanar, mama yeni bisa merasakan bagaimana tertekannya raya harus tinggal satu atap bersama nenek sukma


mama yeni sangat paham selama satu bulan ini raya terus menekan rasa sabarnya untuk menghadapi sikap nenek sukma yang menunjukkam rasa tidak sukanya secara terang-terangan


mama yeni hanya bisa mendoakan jika eza bisa secepatnya membawa raya keluar dari rumah nenek sukma


"kak raya" teriak tari melihat raya yang baru datang


"hai tar apa kabar?" sahut raya menyambut pelukan tari


"kaki aku terkilir tar udah di urut sih tapi masih kerasa sakitnya by the way kok jadwalnya ada perubahan segala kenapa?"


"katanya anaknya si bos udah balik dari luar negeri dan kakak tahu dia yang akan gantiin pak bos buat jadi owner di kantor ini makanya semua jadwal di rubah sesuai keinginan owner yang baru"


"serius? kamu udah ketemu sama anak si bos itu?"


"belum sih tapi dari gosip-gosip yang beredar katanya sang owner baru itu masih muda dan single alias belum menikah kak"


"seneng banget kayaknya kalau denger yang muda-muda"


"seneng dong kak kalau ownernya masih muda otomatis kita akan makin semangat kerjanya apalagi owner baru kita masih jomblo ada lah kesempatan buat pedekate" ucap tari tertawa


"kalau jelek gimana? kamu masih mau pedekate hah?"


"minimal dompetnya tebel lah kak kalau kumel dikit gampang bisa di permak"


"celana jeans kali ah di permak" sahut raya tertawa


raya dan tari tertawa dengan obrolan absurd mereka sampai waktunya mereka benar-benar melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan tidak melakukan kesalahan, sebenarmya pekerjaan raya tidak telalu sulit raya hanya membantu semua staf untuk menyiapkan sebuah event agar berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun berhubung posisi raya masih sebagai karyawan freelance raya tidak terpaku pada satu pekerjaan saja raya siap membantu semua staf yang membutuhkan bagiannya apalagi raya tipe orang yang aktif dan mudah bergaul tidak sulit untuk bersosialisasi dengan lingkungan baru meskipun raya hanya bekerja sebagai jaryawan freelance namun penghasilan raya bisa di bilang lumayan besar apalagi kalau di hitung perbulan gaji raya bisa lebih nedar jika di bandingkan dengan gaji eza apalagi kalau event itu sukses dan mencapai target yang di tentukan klien

__ADS_1


tentu saja raya akan mendapatkan bonus dari sang owner


"raya bisa ikut bapak sebentar" ucap pak sigit seorang staf yang jabatannya lebih tinggi dari raya


"ada apa pak, tumben biasanya ikut nimbtung sama anak yang lain" sahut raya yang memang sudah akrab dengan pak sigit


"pak manager mau bicara sama kamu katanya penting" ucap pak sigit semgaja menakut-nakuti raya


"aduh ada apa ya pak perasaan aku gak ngelakuin kesalahan"


"ya makanya ayo kita temuin dulu pak managernya"


raya berjalan gontai ke arah ruangan sang manager tak lupa pak sigit juga mendampingi raya karena pak sigit tahu saat ini raya pasti merasa was-was khawatir dirinya melakukan kesalahan dalam bekerja


*tok


tok


tok*


"masuk" seru pak manager dari balik pintu


"siang pak" sapa raya dan pak sigit kompak


"siang"


"pak sigit ini karyawan freelance yang bernama raya anastasia?" tanya pak manager kepada pak sigit


"betul apa ini raya karyawan freelance yang baru bekerja tiga bulan ke belakang" jawab pak sigit


"baiklah terima kasih sudah mengantarnya kesini pak sigit boleh kembali bekerja" titah manager


"baik pak, saya permisi" pak sigit membungkukan badannya dan segera keluar dari ruangan pak manager"


"bapak duluan ya ray, jangan panik semuanya pasti baik-baik saja" bisik pak sigit kemudian melenggang pergi meninggalkan raya yang mematung penuh kecemasan


"raya anastasia" seru pak manager dengan suara bass nya


"saya pak" sahut raya


"kami tahu kesalahan apa yang sudah kamu lakukan sampai saya memanggil kamu kesini"


DEG..........

__ADS_1


__ADS_2