
setelah masa cuti berakhir hari ini eza kembali bekerja, raya yang sudah bangun sejak subuh langsung turun ke dapur setelah menunaikan kewajibannya terlebih dahulu raya menyiapkan menu nasi goreng seafood untuk sarapan
eza menghampiri raya yang sedang menata hasil masakannya di atas meja makan dan mengecup mesra pipi raya
"pagi sayang, masak apa nih?" tanya eza memeluk erat raya
"masak nasi goreng, ayok sarapan dulu" ajak raya
"yang lain mana? kok belum keliatan?" tanya eza
"mama disini za" sahut mama yeni yang baru bergabung bersama eza dan raya
"nenek sama anita mana ma?" tanya eza lagi
"anita sudah berangkat interview kerja tadi jam 6, kalau nenek masih di kamarnya" jawab mama yeni yang duduk di hadapan raya
"bukannya nita baru nyiapain cv nya kok udah ada panggilan interview aja?"
"beda perusahaan za"
"oh gitu"
tak lama nenek sukma datang dengan wajah sangarnya membuat raya semakin segan untuk dekat-dekat dengan nenek mertuanya
nenek sukma duduk di samping mama yeni menatap malas pada menu sarapan yang di buat oleh raya
"ayok sarapan ma" ajak mama yeni kepada nenek sukma
__ADS_1
"nenek gak selera" sahut nenek sukma ketus
"nasi goreng nya enak lho nek, cobain dulu" tawar eza
"engga ah nenek mau beli lontong sayur aja di depan" sahut nenek sukma beranjak meninggalkan semua orang yang belum menyelesaikan sarapan mereka
mama yeni menatap raut wajah raya yang berubah sendu, mama yeni dapat merasakan bagaimana berada di posisi raya saat ini nenek sukma semakin memperlihatkan rasa tidak sukanya kepada raya membuat mama yeni serba salah entah apa yang harus mama yeni lakukan untuk membuat raya bisa di terima di rumah ini oleh nenek sukma
"sayang aku sudah selesai sarapannya, berangkat dulu ya" ucap eza memecah keheningan
"iya aku antar kedepan" sahut raya
"ma aku berangkat ya" pamit eza kepada mama yeni
"iya hati-hati za"
raya menarik nafas panjang dan kembali masuk ke dalam rumah untuk membereskan sisa sarapan tadi namun saat sudah sampai di dapur raya melihat mama yeni baru saja selesai memberesakan semuanya tentu saja hal itu membuat raya tidak enak hati untung saja nenek sukma tidak ada disitu kalau ada bisa habis di ceramahi tujuh hari tujuh malam
"kok mama yang beresin, raya jadi gak enak" ucap raya segan
"gak apa-apa kamu kan abis nganterin eza ke depan" sahut mama yeni tersenyum menatap raya
"maafin raya ya ma belum bisa jadi menantu yang baik di rumah ini" celetuk raya membuat hati mama yeni mencelos
"ikut mama sebentar yuk" ajak mama yeni masuk ke dalam kamar anita dan menguncinya
raya duduk di samping mama yeni yang tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan
__ADS_1
mama yeni memegang erat tangan raya seolah takut untuk kehilangan menantunya itu tak dapat di pungkiri sejak saat eza mengenalkan raya sebagai kekasihnya mama yeni langsung suka melihat raya yang begitu cantik, anggun dan sangat sopan untuk yang lainnya mama yeni tidak mempersalahkannya apalagi saat ini raya sudah menjadi menantunya mama yeni semakin menyayangi raya layaknya anak sendiri
"apa kamu nyaman tinggal di rumah ini sayang?" tanya mama yeni lembut
"emmmmm,, nya...nyaman ma" jawab raya terbata-bata
"mama tahu sikap nenek sangat keterlaluan sama kamu ray, mama minta maaf membuat kamu merasa tidak nyaman tinggal disini seandainya mama punya pilihan lain mama akan memilih meninggalkan rumah ini dari pada harus tinggal satu atap dengan nenek" sahut mama yeni sendu seakan tahu apa yang di rasakan raya saat ini
"kenapa mama bicara seperti itu? memang sikap nenek seperti tidak suka dengan kehadiran raya di rumah ini tapi raya akan berusaha untuk membuat nenek bisa menerima raya tinggal di rumah ini"
"sebenarnya bukan hanya sama kamu nenek bersikap seperti itu ray pada mama dan anita pun sama hanya pada eza saja nenek bisa bersikap manis, sebetulnya saat eza memutuskan mengajak kamu tinggal disini mama kurang setuju bukan karena mama tidak ingin tinggal satu rumah sama kamu tapi mama memikirkan kehidupan rumah tangga kamu dan eza yang pasti akan terus di provokasi sama nenek dan pasti membuat kamu merasa sangat tidak nyaman"
"ma...." raya menggenggam erat tangan mama yeni
"mama sudah jengah dengan sikap nenek yang selalu seenaknya, rumah ini memang bukan rumah mama pribadi ray mama hanya numpang di rumah ini makanya nenek selalu mengungkit masalah ini ketika merasa kesal sama mama, mama tidak tega ketika melihat anita di perlakukan seperti cucu tiri oleh nenek bahkan tidak jarang nenek berniat memukuli anita jika anita melawan nenek beruntung ketika nenek akan berbuat itu selalu ada tetangga yang sengaja datang kesini untuk menghentikan aksi nenek itu dan soal kejadian kemarin anita juga sudah cerita semuanya sama mama. maafkan mama ya sayang sudah membuat kamu terjebak dengan situasi sulit seperti ini" sahut mama yeni panjang kali lebar
"tidak apa ma, mungkin raya belum bisa menjadi menantu yang baik di mata nenek makanya nenek seperti benci sama raya"
"yang sabar ya nak mama akan pikirkan cara agar kamu dan eza bisa pindah dari rumah ini tanpa harus adu mulut terlebih dahulu dengan nenek"
"memangnya kenapa dengan nenek kalau eza dan raya pindah dari rumah ini ma"
"seperti yang mama katakan tadi, nenek sangat menyayangi eza nenek tidak mau berjauhan dengan eza sampai kapanpun itu, dulu sempat mama memutuskan untuk menyewa rumah membawa eza dan anita namun tak lama setelah itu nenek datang menjemput eza untuk kembali tinggal disini namun karena eza tidak ingin jauh dari mama dan anita akhirnya mama terpaksa ikut kembali tinggal di rumah ini"
"pantas aja nenek kayak yang benci banget sama raya ma mungkin nenek takut kalau kasih sayang eza terhadap nenek jadi berkurang karena raya"
"mungkin itu salah satu alasan nenek tapi menurut mama itu tidak masuk akal sayang seharusnya nenek bisa menerima kamu sebagai pilihan eza bukan terkesan seperti memusuhi kamu beruntung sampai detik ini eza masih mau tinggal disini coba kalau eza ngajak kamu buat pindah rumah bisa nangis kejer itu si nenek"
__ADS_1