
"anita" gumam raya saat melihat anita tiba-tiba ada di cafe itu dan berjalan menuju ke arahnya
"kak bisa bicara sebentar" ucap anita ketika sudah sampai di hadapan raya
"ada apa nit?" tanya raya melihat ada gurat kesedihan di wajah anita
"please kak, ada yang mau aku omongin sama kakak tenang aja ini bukan tentang kak eza tapi tentang mama" jawab anita membuat raya menautkan kedua alisnya
"aku ngobrol sama anita bentar ya" bisik raya kepada raffael
"mau aku temenin?" tawar raffael
"gak usah, kamu disini aja gak enak sama temen-temen kamu kalau di tinggalin"
"jangan lama-lama"
"iya"
raya mengajak anita untuk duduk di kursi yang sedikit menjauh dari raffael dan teman-temannya, raya tidak ingin sampai percakapannya di dengar oleh teman-teman raffael yang memang belum raya kenal dengan baik bagaimana sifat asli mereka
"kamu tahu dari mana kakak ada disini nit?" tanya raya menatap anita serius
"maaf kak sebenarnya aku ngikutin kakak dari rumah sampai kesini" jawab anita jujur
"kenapa gak masuk aja kalau kamu udah nyampe di rumah" protes raya
"aku malu kak, aku gak berani buat ketemu ayah sama bunda apalagi mama belum sempat erkunjung ke rumah kakak setelah perceraian kakak dan kak eza waktu itu" sahut anita membuat raya menghela nafas sepenuh dada
"Jadi apa yang terjadi sama mama nit sampai kamu bela-belain ngikutin kakak kayak gini?"
"Sudah satu bulan ini kita di usir sama nenek kak"
"Apa? Di usir? Kok bisa? Terus sekarang kalian tinggal dimana?"
"Sekarang aku sama mama ngontrak rumah di deket pabrik tempat aku kerja kak, nenek marah karena mama tak kunjung memberi restu untuk kak eza dan istrinya yang sekarang sampai akhirnya kemarahan nenek meluap ketika mama dengan terang-terangan membela kakak di hadapan nenek dan akhirnya nenek ngusir kita"
"Ya Allah sampai segitunya nenek sama kamu dan mama, lalu eza? Dia diem aja gitu liat kamu sama mama di usir sama nenek?"
__ADS_1
"Kak eza udah gak tinggal bareng kita lagi kak, dia udah pindah ke rumah baru yang di kasih dari mertuanya dan sejak kak eza nikah lagi dia gak pernah jengukin kita sampai sekarang pun kak eza gak tahu kalau kita udah gak tinggal sama nenek lagi"
Raya menghela nafas panjang sama sekali tidak pernah menyangka banyak kejadian mengejutkan setelah perceraiannya dengan eza, raya tidak habis pikir kenapa eza begitu tega dengan mama yeni sampai tidak pernah mengunjungi mama yeni dengan adiknya sendiri apa semua kemewahan yang eza dapatkan sekarang membuatnya buta dan tidak sadar dari mana dirinya beras
"Tapi keadaan mama baik-baik aja kan nit?" Tanya raya
"Itu dia kak kondisi mama sekarang sedang tidak baik" jawab anita sendu
"Mama sakit?" Tanya raya lagi
"Sudah hampir satu minggu mama ketabrak mobil kak danmengalami keretakan di tulang kakinya tapi orang yang nabrak mama gak mau tanggung jawab"
"Mama di rawat di rumah sakit?"
"Sudah pulang dua hari yang lalu kak tapi kondisinya belum sepenuhnya pulih kaki mama masih di pasang gift dan ada beberapa luka di bagian kepala dan bagian tubuh mama yang lain"
"Ya allah nita kenapa kamu bari ngabarin kakak sekarang?"
"Aku malu kak, karena kelakuan kak eza yang udah nyakitin kakak sampai selingkuh dan menikah lagi tanpa seijin kak raya membuat aku kehilangan muka di hadapan kakak"
"Meskipun kakak dengan kakak kamu sudah resmi bercerai tapi kakak masih mengganggap kamu dan mama yeni seperti keluarga kakak sendiri nit jangan sungkan kalau kamu butuh bantuan kakak"
"Kakak mau kan buat jenguk mama? Mama bilang katanya kangen sama kakak dan mau ketemu sama kak raya" lanjut anita
"Pasti nit, kakak pasti jengukin mama kamu kirimin alamat rumah kalian yang sekarang ya nanti kakak akan datang buat jenguk mama"
Tanpa raya tahu ada sepasang telinga yang mendengarkan percakapan mereka sejak tadi awalnya orang itu tidak berniat untuk mendengar apa yang tengah raya dan anita bicarakan namun setelah mendengar ucapan raya pernah menikah mengundang rasa penasaran orang itu menguping pembicaraan antara raya dan anita yang kebetulan duduk tepat di dekat pintu masuk cafe
Memang tidak ada obrolan yang berhubungan dengan hubungan raya dan raffael tapi status raya yang sudah pernah menikah menjadi kabar mengagetkan bagi orang yang sejak tadi mendengar percakapan antara raya dan anita, tanpa menunggu raya dan anita selesai mengobrol orang itu segera kembali ke meja dimana masih ada raffael dan teman-temannya disana
"Dari mana aja sih lo ngambil dompet doang nyampe setengah jam" tanya yogi menggerutu
"Sorry tadi ada sedikit masalah di parkiran" sahut adam orang yang mendengarkan percakapan antara raya dan anita
"Raff gue mau tanya sesuatu sama lo" ucap adam menatap raffael serius
"Nanya tinggal nanya dam pake ijin segala" sahut raffael
__ADS_1
"Raya itu janda ya?" Tanya adam to the point
Uhuukk....uhuuukkk
Raffael langsung tersedak mendengar pertanyaan adam
"Jangan fitnah lo dam" ucap dodo
"Serius gue tadi gue denger sendiri kok pas raya lagi ngobrol sama cewek tadi itu" sahut adam
" Raff gimana nih? Kita nunggu penjelasan lo" todong yogi namun raffael hanya diam saja
"kalau lo diem aja berarti bener kan gue gak salah denger tadi, wah parah lo raff selera lo sekarang janda muda bro" ucap adam tergelak kencang
"Lo yakin mau jadiin raya istri lo raff? Lo gak malu kalau semua orang tahu kalau lo nikahin janda?" Tanya dodo mengintimidasi
"emangnya ada yang salah dengan status janda? kalau gue cinta sama raya apapun status raya gue gak peduli" jawab raffael santai
"ternyata benar ya kata orang kalau orang jatuh cinta itu bisa kehilangan akal sehatnya" ucap dika yang sejak tadi diam saja
"lo pikir gue udah gak waras hah?" sentak raffael sedikit tersinggung dengan ucapan dika
"bukan gitu maksud gue raff, lo kan ganteng, banyak duit keluarga lo juga keturunan konglomerat lo kok mau sih nikah sama janda secara masih banyak cewek single yang ngantri buat jadi bini lo"
"mungkin raffael suka yang lebih hot dan berpengalaman bro... iya gak raff secara jaman sekarang janda semakin di depan" sahut dodo tertawa
"tapi emang raya itu cantik banget gila, body nya kayak gitar spanyol pulak pantas aja raffael sampe klepek-klepek"
raya yang hendak menghampiri raffael merasa sedikit tercubit hatinya karena mendengar teman-teman raffael sedang membahas status dirinya yang seorang janda, timbul rasa tidak percaya diri dalam diri raya ketika mendengar ucapan teman-teman raffael yang entah hanya bercanda atau benar-benar tengah mengejek raffael karena memacari seorang janda, dada raya merasa semakin sesak karena raffael hanya diam saja dan tidak melakukan pembelaan apapun raya berpikir jika memang raffael malu menjalin hubungan dengannya dan sampai di ketahui oleh teman-temannya
"ekhemmmm.... kalau kamu masih mau ngobrol sama temen-temen kamu, aku pulang duluan aja ya sama anita" ucap raya memberanikan diri dan langsung mengambil tasnya yang masih tertinggal di kursi tempatnya duduk
"ngobrolnya udah selesai kok, ayok pulang" raffael langsung bangkit dan menggenggam tangan raya begitu erat
"guys gue balik duluan ya, lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi" pamit raffael kepada teman-temannya
"ok... hati-hati raff"
__ADS_1
raya berjalan mendahului raffael karena merasa kesal dengan raffael karena tidak ada niatan sama sekali untuk membela dirinya di hadapan teman-temannya yang entah sengaja atau tidak sudah merendahkan status raya yang sebagai seorang janda
inilah yang raya takutkan sejak awal sebelum menjalin hubungan dengan raffael, pasti banyak pihak yang menggunjing hubungannya dengan raffael terlebih raffael adalah sosok pria yang nyaris sempurna tanpa cela sangat berbeda jauh dengan dirinya yang hanya wanita biasa-biasa dan berstatus sebagai seorang janda