Broken Wedding

Broken Wedding
49


__ADS_3

"kalian lanjut kerja saja, dan kamu tari kerjakan pekerjaan raya yang bisa kamu kerjakan selebihnya biar nanti raya yang kerjakan" titah raffael


"baik pak" sahut tari berlalu meninggalkan raffael dan salma


"kamu kenapa masih disini?" tanya raffael kepada salma


"saya kan sekretaris pak raffael, dimana pak raffael berada saya juga harus ada disitu" jawab salma


"kembali bekerja saya ada urusan di luar kantor"


"masalah raya gimana pak?"


"biar saya yang urus"


raffael langsung menuju ke ruangan haris untuk menanyakan kabar tentang raya, karena berulang kali raffael mencoba menghubungi raya tetap saja raya tidak mau menjawab telfon ataupun membalas pesan darinya


"ris lo tahu gak kenapa raya gak masuk hari ini?" tanya raffael tiba-tiba


"bisa ketuk pintu dulu kali pak bos, kaget gue" sahut haris mengusap dadanya


"kelamaan, jadi gimana lo tahu gak?"


"apaan?"


"ckk... raya kenapa gak masuk hari ini?"


"lah mana gue tahu, lo tanya langsung aja sama orangnya"


"dia gak mau jawab ataupun balas pesan dari gue"


"ya lo tanya staf HRD lah bukan tanya gue, aneh lo"


"males, lo yang tanyain gih"


"dasar bos pemalas"


drrtttt


ddrrttt


ddrtttt


"tere ngapain dia telfon gue" gumam raffael saat melihat tere yang menelfonnya


"hallo re kenapa?"

__ADS_1


^^^"lo dimana?"'^^^


"di kantor"


^^^"ke kontrakan gue sekarang"'^^^


"ngapain? lo mau macem-macem sama gue ya"


^^^"si alan, buruan kesini raya ada di kontrakan gue"'^^^


"oke gue kesitu sekarang"


raffael langsung melesat ke kontrakan tere, jika menyangkut tentang raya, raffael tidak ingin menunda lebih lama lagi sampai melupakan haris yang sedang menelfon staff HRD menanyakan kabar tentang raya


"kam pret mau kemana lo?" teriak haris melihat raffael buru-buru pergi


"cabut" sahut raffael


"dasar bos sableng, baru sehari raya gak masuk udah ketar ketir.... pecinta istri orang memang ajaib" gumam haris tergelak sendiri


raffael yang mempunyai kemampuan mengemudi setara dengan pembalap internasional hanya butuh sepuluh menit untuk sampai di kontrakan tere


sesampainya raffael disana, raffael juga melihat sashi yang sedang mengobrol serius dengan tere sedangkan raya belum terlihat ke keberadaannya


"ngapain pada nangkring disini, raya mana?" tanya raffael


"masih pagi begini udah molor aja tuh anak, dia cerita gak kenapa hari ini gak masuk kerja?"


"lo tanya langsung aja sama orangnya"


raffael, tere dan sashi masuk ke dalam kontrakan tere terlihat raya yang memang sedang tidur di atas sofa dengan posisi membelakangi mereka


tere menyimpan beberapa bahan masakan dan minuman ke dalam lemari es sebelum menghampiri raya yang masih terlelap


"ray bangun, sarapan dulu ayok" ajak tere mengguncang pundak raya pelan


"masih ngantuk gue, nanti aja" sahut raya dengan mata terpejam


"bangun gak? apa mau gue siram?"


"tega lo" raya mencebik lalu membalikan badannya ke arah tere


mata raffael dan sashi langsung membola melihat keadaan wajah raya yang babak belur dengan mata yang terlihat sembab akibat terlalu banyak menangis


"ya Tuhan raya muka lo" ucap sashi menutup mulutnya sendiri karena kaget

__ADS_1


"kalian ada disini juga?" tanya raya membuat raffael menatap tajam ke arahnya


"lo abis berantem sama siapa ray? muka lo ancur bene" tanya Sashi meneliti setiap inci wajah raya


"ribut sama angling dharma" sahut tere kesal


"serius kali re" sashi mencebik


"jadi ini alasan lo gak masuk kerja?" tanya raffael dengan muka datarnya


"ya kali gue kerja dengan keadaan muka gue bonyok begini, malu kali raff" jawab raya


"sampe kapan lo mau jadi orang bo doh terus ray?" tanya raffael sedikit sinis


"maksud lo apa raff?" tanya raya balik


"gak usah pura-pura be go, rasa cinta lo memang dalem banget ya ray sampe ngerubah lo jadi wanita paling bo doh di dunia"


"bukan gitu raff tapi gue...."


"takut jadi janda? takut di pandang sebelah mata karena status janda? takut kedua orang tua lo sakit karena tahu pernikahan lo ancur? it's so fucking raya" ucap raffael dengan perasaan kesal setengah mati


"cowok breng sek itu gak tulus cinta sama lo ray berapa kali gue harus ngomong biar otak lo kebuka hah? lo mau tekanan batin seumur hidup? lo mau badan lo kurus kering tinggal tulang karena terus di sakitin sama cowok yang lo anggap paling sempurna itu? lo itu lebih dari wanita bo doh tahu gak" ce ar raffael mengeluarkan semua kekesalannya kepada raya


"raff gue belum...."


"belum siap kehilangan dia? belum bisa hidup tanpa dia? belum bisa ngilangin rasa cinta lo sama dia? be go raya lo be go" raffael sengaja memotong ucapan raya dengan amarah yang semakin meluap


raya terdiam mendengar ucapan raffael yang sedikit kasar, raya memaklumi jika raffael sampai sekesal itu padanya bukan kali ini saja raffael berusaha menasehati raya tapi sudah berulang kali namun tetap saja raya tidak berniat untuk meninggalkan eza meskipun terluka lahir batin


Tere dan sashi ikut diam membiarkan raffael mengeluarkan semua unek-unek yang selama ini dia tahan untuk raya, untuk kali ini tere dan sashi berada di pihak raffael karena mau bagaimanapun ini sudah termasuk tindak KDRT, tere dan sashi tidak ikhlas jika raya harus di sakiti lebih dalam lagi jika raya nekat memilih terus bertahan dengan pria be jad seperti eza


"kita semua sayang sama lo ray, kita peduli sama lo apa susahnya sih minta pisah gue yakin lambat laun lo pasti bakalan lupa sama si taplak meja" ungkap tere membuat sashi sedikit melipat bibirnya menahan tawa


"taplak meja siapa re? ngakak gue" pertanyaan bo doh itu keluar dari mulut sashi begitu saja


"menurut lo" ucap tere dengan tatapan menghunus ke arah sashi


"santai bestie, gue cuman tanya sensi amat"


"ray dengerin gue baik-baik, tindakan eza udah di luar batas udah keterlaluan banget gue yakin kalau ayah sama bunda sampe tahu, pasti bakalan laporin eza ke polisi" seru tere mencoba meyakinkan raya jika eza tidak pantas untuk di pertahankan lagi


"kasih gue waktu guys"


"ya Tuhan waktu buat apalagi raya? kita bukan sedang ujian akhir sekolah, lo mau seumur hidup lo menderita karena mempunyai suami yang kasar, suka main tangan dan tukang selingkuh? gue mah ogah" sashi ikut menimpali

__ADS_1


"biarin aja guys, dia emang ikhlas kali seumur hidupnya di siksa lahir batin kayak gitu percuma kita ngomong ampe berbusa juga gak bakalan dia turutin, satu lagi lo harus masuk kerja besok gak peduli keadaan lo kayak gimana


kerjaan lo udah numpuk kasian tari harus handle kerjaan lo... profesional bisa kan? jangan sampai gue pecat lo secara gak hormat... gue cabut"


__ADS_2