
sah.......
akhirnya raya dan raffael sudah resmi menjadi sepasang suami istri setelah melewati berbagai macam drama dan perdebatan-perdebatan kecil akhirnya tiba hari dimana raffael sudah resmi memiliki raya seutuhnya, raffael menatap raya yang kini sangat terlihat cantik dengan gaun pengantin berwarna broken white di taburi berlian swarovki di bagian dadanya serta tatanan rambut raya yang sengaja di gerai dan di buat bergelombang dengan hiasan tiara di atas kepalanya membuat raya terlihat berkali-kali lipat lebih cantik dan sangat mempesona
raffael sampai tak berhenti menatap wajah cantik sang istri seakan tidak ada apapun yang mampu mengalihkan pandangannya dari wajah cantik raya saat ini
"kenapa sih liatin aku kayak gitu banget, malu tahu" raya mencebikan bibirnya membuat raffael gemas
"kamu cantik sayang, jadi makin gak sabar" sahut raffael tersenyum nakal
"gak sabar apa?" tanya raya melotot
"bikin dedek bayi" ceplos raffael membuat raya semakin membulatkan kedua bola matanya
"mulutnya minta di sumpal ya"
"sumpal pake bibir ya"
"RAFFAEL........."
"masa udah jadi suami gak ada panggilan sayangnya sih, gak romantis" raffael pura-pura merajuk
"terus aku harus panggil apa dong?" tanya raya
"panggil apa kek gitu yang lebih enak di denger.
sayang, honey, hubby atau baby gitu"
"tapi aku belum biasa"
"makanya biasain"
"iya, iya...."
"apa?"
"sa....yaang"
"apa gak denger?"
"sayang aku laper ambilin makanan dong" rengek raya manja membuat raffael semakin tak sabar membawa raya ke dalam kamar mereka
"boleh masuk kamar sekarang gak sih? udah gak kuat banget ini" bisik raffael sambil memeluk erat pinggang raya
"sabar dong sayang, tamunya masih banyak gitu masa di tinggalin gitu aja" raya sengaja mengelus rahang raffael supaya raffael semakin tergoda
"tuh kan bangun"
"siapa yang bangun?" tanya raya pura-pura tak mengerti
__ADS_1
"ini coba pegang deh" raffael mengarahkan tangan raya untuk menyentuh junior raffael yang sudang tegang
raffael mendeesaah saat raya sengaja mengelus dan meremas lembut juniornya yang sudah tegak. berdiri meronta untuk segera masuk ke dalam sarangnya, raya sengaja menggoda raffael agar suaminya itu semakin merasa tersiksa karena hasraatnya yang harus di tunda lebih dulu karena para tamu yang masih berdatangan
sebenarnya raya merasa tidak tega karena melihat wajah raffael menjadi merah padam karena mati-matian menahan hasratnya namun mau bagaimana lagi kondisi mereka saat tida memungkinkam untuk meninggalkan para tamu saat ini
"kamu jahat sengaja banget nyiksa aku" ucap raffael dengan raut wajah kesalnya
"sabar hubby, aku janji nanti malam kasih yang extra hot" bisik raya sambil sedikit menjilatt telinga raffael
"janji ya"
"janji sayang, sekarang senyum dulu dong gak enak sama tamu nanti di kira kamu kepaksa nikah sama aku"
00:30
acara resepsi yang begitu mewah itu akhirnya selesai para tamu undangan sudah pulang sejak pukul 22:30 lalu namun semua anggota raffael dan anggota keluarga raya berkumpul terlebih dahulu sebelum benar-benar melepaskan raya dan raffael untuk melakukan malam pertama mereka
raffael yang awalnya kesal karena malam pertamanya harus tertunda sekarang berubah menjadi sangat bahagia karena kado yang di berikan oleh papi hendro dan mami aruni bukanlah kado sembarang kado
tak tanggung-tanggung papi hendro dan mami aruni telah menyiapkan tiket perjalanan menggunakan kapal pesiar untuk menjelajahi pulau maldives selama satu minggu untuk mengahabiskan waktu bualn madu raya dan raffael
papi hendro juga memberikan mobil sport keluaran terbaru untuk raya dan raffael sebagai kado pernikahan mereka
sungguh kebahagiaan yang tak dapat raffael jabarkan saat ini
raffael tersenyum saat melihat raya yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya
raffael tidak bisa membayangkan betapa senangnya raya jika istrinya itu tahu jika mereka akan pergi ke bulan madu ke pulau maldives pulau yang selama ini raya ingin kunjungi
raffael pun tidak mengerti bagaimana papu hendro dan mami aruni mengetahui jika sang menantu sangat ingin sekali mengunjungi pulau itu namun yang jelas saat ini raffael benar-benar sangat bahagia
"kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya raya melihat raffael dari pantulan cermin
"kamu seksii sayang" jawab raffael blak-blakan
"gimana gak seksii orang cuman pake handuk doang juga, kamu mandi sana baru istirahat" titah raya
"iya, tapi kamu jangan dulu tidur ya ada sesuatu yang mau aku omongin"
"apa emang? penting banget?"
"banget"
raffael segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket karena keringat
15 menit berlalu raffael keluar dari kamar mandi hanya menggunakan celana boxernya saja membuat raya menelan salivanya melihat tubuh kekar milik raffael yang terlihat sangat seksii di mata raya saat ini
"ngiler kan?" goda raffael
__ADS_1
"apaan coba?" elak raya
"baru sekarang liat badan aku bagus kayak gini makanya sampe ngeces kayak gitu" ucap raffael membuat raya langsung memegang bibirnya
"ih nyebelin" kesal raya karena raffael sudah berhasil mengerjainya
"sayang aku pengen" bisik raffael memeluk tubuh ramping raya dari belakang
"pengen apa?" pancing raya
"bikin dede gemess" raffael sengaja mereemass payudaraa milik raya yang hanya terhalang gaun tidur tipis miliknya tanpa mengenakan braa
"i'm yours hubby" ucap raya membalikan tubuhnya dan mengecup bibir raffael
"tapi gak disini" raffael membalas kecupan raya dan sedikit memberikan lumataan
"terus dimana?" tanya raya heran
"ayok siap-siap jangan lupa pakai braa aku gak mau orang lain sampai ngeliat milik aku meskipun cuman bayangannya aja"
raya yang masih belum sepenuhnya mengerti dengan ucapan raffael akhirnya ikut bersiap juga karena raffael terus saja mengoceh
kini raya dan raffael sudah rapi dengan pakaian yang hampir senada
raffael memeluk pinggang raya dan membawanya keluar dari kamar hotel serta menyeret koper yang berisi barang-barang mereka yang sudah di siapkan mami aruni dan bunda lena
setelah sampai di basement hotel raya dan raffael di antarkan oleh supir menuju pelabuhan
raya semakin tidak mengerti kenapa raffael mengajaknya pergi di saat jam orang-orang tertidur pulas
raya semakin membulatkan matanya tak percaya jika di hadapannya kini sudah terlihat kapal pesiar yang begitu besar dan mewah
"sayang kita mau kemana sebenernya?" bisik raya yang terus menempel kepada raffael
"kita mau honeymoon sayang" sahut raffael semaki memeluk erat pinggang raya
"di kapal pesiar ini?" tanya raya tak percaya
"of course, are you happy baby?" raffael mengecup bibir raya tanpa memperdulikan semua orang yang berada di sana
"seneng banget, aku gak nyangka lho kamu udah nyiapin ini semua" sahut raya dengan mata berbinar
"surprise dong"
"kita mau pergi ke pulau mana?" tanya raya lagi
"maldives"
"sayang" ucap raya manja dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena terharu
__ADS_1
"kita nikmatin bulan madu kita dan semoga raffael junior segera hadir disini" raffael mengusap lembut perut raya yang masih sangat rata
"Aamiin" sahut raya tersenyum bahagia