Broken Wedding

Broken Wedding
99


__ADS_3

hari ini raffael akan pergi ke semarang untuk menyusul raya, raffael tidak peduli dengan reaksi raya sekalipun kekasihnya itu akan semakin murka kepadanya


raffael tidak ingin rencana yang sudah ia susun dengan sempurna harus gagal


sebelum berangkat raffael menghubungi tere dan sashi terlebih dahulu agar tidak memberitahukan rencananya untuk menyusul raya, raffael ingin memberikan kejutan sekaligus ingin meminta maaf karena sudah sangat salah paham kepada raya


"inget ya re lo harus bawa raya ke tempat yang udah gue siapin, sebelum gue sampai lo semua harus udah ada disana"


^^^"bawel banget sih lo, udah ngerti banget gue gak usah di ulang-ulang juga kali"'^^^


"gue cuma gak mau rencana gue gagal, jangan lupa baju yang kemaren gue paketin buat raya harus dia pakai"


^^^"ya Tuhan gue getok juga kepala lo raffael, cerewetnya melebihi emak-emak komplek, lo tenang aja semuanya udah beres"'^^^


"ok, sampai ketemu disana"


^^^"ya"^^^


"dasar bucin" umpat tere setelah sambungan telefon dari raffael terputus


tanpa membuang-buang waktu lagi tere langsung mengajak raya untuk jalan-jalan dan menyuruh raya untuk memakai gaun yang sudah raffael kirimkan untuknya


awalnya raya sempat menolak karena raya sedang tidak ingin pergi kemana-mana nun dengan segala bujuk rayu tere dan Sashi akhirnya raya luluh juga


"cuman mau jalan-jalan ke pantai kan? ngapain harus pakai gaun kayak gini segala sih warna putih pula, sayang re nanti gaunnya kotor" ucap raya menolak gaun yang di berikan tere


"nanti kita ganti pakai gaun juga, khusus hari ini akan ada acara di pantai yang mau kita datengin masa kita pakai baju yang biasa aja malu dong di liat sama yang lain" sahut tere


"ya ounya acara kan mereka ngapain kita harus ikutan repot juga sih"


"kita kan mau dateng kesana otomatis kita juga jadi tamu disana raya, acaranya di buka untuk siapapun kok"


"ya udah terserah kalian aja"


tere dan sashi bersorak dalam hati, tidak sia-sia usaha mereka untuk membujuk raya yang sangat keras kepala untuk menuruti keingian mereka


setelah selesai bersiap raya, tere dan sashi segera pergi ke pantai yang mereka ingin kunjungi di antar oleh supir keluarga tere


dalam perjalanan menuju pantai tidak ada seorang pun yang mengeluarkan suara semuanya sibuk dengan ponsel masing-masing kecuali raya yang memang sempat membeli ponsel baru

__ADS_1


raya hanya melihat ke luar jendela memikirkan kisah cintanya bersama raffael yang cukup rumit tapi tidak bisa di pungkiri ada rasa rindu yang rasakan kepada sang kekasih setelah hampir tiga hari mereka tidak bertemu


raya menghela nafas panjang, berulang kali menghilangkan raffael dari pikirannya namun tetap saja tidak bisa


"apa aku benar-benar cinta sama kamu raff, rasanya gak sanggup kalau jauh-jauh dari kamu, kangen" batin raya


"woy.... kok ngelamun? mikirin raffael kan? kangen kan sama dia?" goda sashi


"sok tahu" elak raya


"udah jangan bohong, mulut lo bisa ngelak tapi hati lo gak bisa" seloroh tere


"terserah lah" kesal raya


"eh re lo liat deh itu beneran raffael bukan sih? kok sama cewek sih masuk hotel pulak" ucap sashi saat mobil mereka berhenti di lampu merah


"serius lo? mana coba?" sahut tere clingak-ckinguk mencari keberadaan raffael


"tuh yang lagi ngerangkul cewek seksi terus masuk ke hotel raffael bukan sih" tunjuk sashi sengaja ingin memanas-manasi raya


"wah iya bener, kok bisa raffael ada disini sih, parah-parah bukannya nyariin lo malah bawa cewek lain ke hotel" ucap tere melirik raya yang sudah menahan rasa kesalnya


"ray lo kok diem aja sih, kita susulin mereka yuk" ajak sashi antusias


"udah biarin aja" sahut raya dengan suara sedikit bergetar menahan tangis


"ray lo nangis?" tanya tere namun di jawab gelengan kepala oleh raya


"lo takut kan apa yang gue omongin bener? lo gak rela kan kalau raffael sampai masuk kamar hotel sama cewek lain? ngaku Lo jangan munafik" selidik sashi


"kalau emang bener itu raffael berarti itu pertanda kalau hubungan sama dia memang harus bener-bener berakhir" ucap tere menyandarkan tubuhnya dengan memejamkan kedua matanya


"jangan gila lo ray, lo jangan nyerah gitu aja dong masa mau relain raffael gitu aja, berjuang dikit gitu bisa kali" sahut sashi


"kalau raffael segampang itu buat tergoda sama cewek lain saat ada masalah sama gue berarti dia bukan cowok yang tepat buat gue perjuangin, gue emang cinta sama raffael tapi kalau sekali aja raffael selingkuh gak akan ada lagi kesempatan kedua"


"lo gak mau selidiki dulu itu bener raffael atau bukan? gue takutnya salah liat tadi" cerocos sashi mulai ketar-ketir


"mata lo masih normal kan?"

__ADS_1


"tapi ray"


"udah berisik jangan bahas apapun lagi"


"mampus gue... kenapa jadi kayak gini sih? gimana kalau raya bener-bener minta pisah sama raffael nanti, bisa berabe nih urusannya" batin sashi benar-benar cemas


"kenape lo?" tanye menatap tajam ke arah sashi


"gue cuman becanda doang tadi re, sama sekali gue gak liat raffae apalagi sampe masuk hotel, gue cuma mau liat raya cemburu doang kenapa jadi kayak gini sih" bisik sashi


"lagian lo kalau ngibul gak liat sikon udah tahu raya lagi sensi, gimana kalau pas ketemu mereka malah tambah ribut?" ucap tere semakin membuat sashi ketakutan


"bisa di gantung idup-idup gue sama raffael"


"makanya kalau ngerjain orang itu dipikir dulu, repot sendiri kan jadinya"


tak terasa mobil yang di tumpangi raya, tere dan sashi sudah sampai di pantai


ketiganya segera turun dan meminta supir untuk menunggu


raya, tere dan sashi berjalan menyusuri tepi pantai dengan bertelanjang kaki, cuaca yang tidak terlalu panas membuat ketiganya merasa nyaman berada lama-lama di pantai itu


Tere memeriksa ponselnya karena ada notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya


"sash anterin gue ke toilet yok, gue kebelet ini" ucap tere


"sendiri juga bisa kali re ngapain sih pake di anter segala" sahut sashi yang tidak mengerti dengan kode yang di berikan tere


"toilet nya cukup jauh, gue takut kalau sendirian" tere mengedipkan matanya sebelah berharap kali ini sashi mengerti


"oke, ray lo tunggu disini ya gue anter si cu rut ini bentaran"


"hhmmmm"


raya menikmati semilir angin pantai yang membuat jiwanya merasa sangat tenang, raya merentangkan tangannya dan menghirup dalam-dalam udara pantai yang sangat jarang dia rasakan sejenak dia melupakan permasalah yang sedang terjadi antara dirinya dengan raffael


"niat banget ninggalin aku sampai pergi jauh-jauh kesini"


deg.........

__ADS_1


__ADS_2