
"kamu selingkuh za? iya?" sentak raya dengan nafas yang semakin memburu menahan amarah
"JAWAB" teriak raya karena eza hanya diam tak bicara sepatah katapun
eza dilema antara harus jujur atau harus berbohong jika dia harus jujur sekarang pasti raya akan meminta pisah darinya saat ini juga sedangkan tujuan utama eza berselingkuh dengan dini belum tercapai masih banyak hal yang ingin eza manfaatkan dari seorang dini yang tak lain adalah bosnya di kantor tempatnya bekerja dan jika harus berpisah dengan raya pun eza belum siap dan yang bisa eza lakukan saat ini hanya diam tidak mengiyakan ataupun mengelak dari tuduhan raya
raya semakin geram melihat eza yang hanya diam dan menundukan wajahnya tidak berani menatap sorot mata raya yang penuh dengan kekecewaan dalam lubuk hati eza yang paling dalam sebenarnya eza tidak tega untuk melukai raya sampai sedalam ini namun hanya dengan cara ini eza dapat melupakan masa lalu raya yang belum bisa eza terima sepenuhnya bayangan dimana raya di jamah oleh pria lain sebelum menikah dengannya membuat eza menjadi pria paling menyedihkan karena mau menikah dengan raya yang sudah menyerahkan kesuciannya kepada pria lain sudah berulang kali raya mencoba mundur dari hubungannya dengan eza sebelum mereka menilkah namun eza tetap meyakinkan raya bahwa dia akan menerima raya apa adanya dan tidak akan mengingat tentang masa lalu raya lagi tapi sekarang buktinya eza menjadikan masa lalu raya menjadi alasan utama eza untuk menyakiti raya
eza lebih memilih pergi meninggalkan raya yang sedang diliputi rasa amarah yang begitu membuncah, raya yang sudah tidak bisa lagi menahan rasa kecewanya akhirnya menumpahkan semuanya hanya dengan menangis tanpa peduli seisi rumah akan mendengar tangisan raya yang begitu memilukan
hampir satu jam berlalu raya baru menghentikan tangisannya raya melihat ponselnya ada sebuah pesan masuk dari eza
"tidur duluan aja ya aku keluar sebentar"
tanpa rasa berdosa sedikitpun eza mengirim pesan kepada raya menyuruhnya untuk segera tidur tanpa menunggu dirinya, tanpa membalas pesan dari eza raya langsung membaringkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lelah bukan karena menurut perintah eza namun hari ini raya benar-benar merasa tubuh dan pikirannya sudah di kuras habis tidak ada lagi tenaga untuk terus berdebat dengan eza meskipun hatinya merasa masih bimbang antara percaya atau tidak akan perselingkuhan yang eza lakukan
"ngapain sih lo bertamu malem-malem begini? gue capek tahu baru pulang dari cafe" tanya fahmi melihat eza tiba-tiba datang ke rumahnya
"gue butuh temen ngobrol mi temenin gue bentaran doang" sahut eza lemas
"ada apa? buruan dah kalau mau ngomong ngantuk banget gue sumpah" ucap fahmi ketus
"raya udah curiga sama gue mi"
__ADS_1
"curiga apa maksud lo?"
"curiga kalau gue selingkuh"
"emang lo selingkuhin raya za? wah parah lo, lo mau nyari cewek yang kayak gimana lagi hah? raya itu udah nyaris sempurna za"
"gue deket sama atasan gue di kantor mi dia ngasih semua yang gue mau mulai dari jabatan gue sekarang sampai transferan uang yang dia kirim ke gue satu minggu sekali dan pasti lo tahu alasan gue ngelakuin ini semua karena apa"
"gila lo za, lo udah nyakitin raya kalau gitu caranya"
"gue gak bisa lupain masa lalu raya mi, hati gue sakit kalau inget itu semua gue gak bisa ikhlas"
"lo bilang gak ikhlas? tapi lo nikmatin tubuh raya juga? munafik lo" sinis fahmi
"jadi lo naksir sama raya mi?"
"siapa sih yang gak bakalan naksir sama cewek secantik raya za, tapi maksud gue disini gue memposisikan kalau seandainya gue jadi lo"
"percuma gue ngomong sama lo"
"ya udah balik aja sono, gue cuman mau ngingetin satu hal sama lo za pandai-pandai lah bersyukur karena yang namanya penyesalan gak pernah datang di awal"
dengan perasaan kesal eza meninggalkan rumah fahmi bukannya mendapat solusi malah mendapat siraman rohani oleh sahabatnya yang sama sekali tidak mendukungnya
__ADS_1
eza kembali ke rumah pukul 23:30 eza melihat raya yang sudah tertidur pulas dengan sisa tangisan yang masih tersisa di ujung matanya
eza merebahkan tubuhnya di samping raya memandang lekat wajah raya yang masih terlihat sangat cantik meskipun dalam keadaan tidur
"kamu cantik ray sangat cantik tapi kenapa kamu semudah itu memberikan kesucian kamu kepada pria yang belum menjadi suami kamu, aku kecewa ray kecewa"
berulang kali eza melontarkan kata itu saat raya sedang tidur jika saja raya mendengar semua yang eza katakan pasti raya akan sangat terluka
dari awal mereka menjalin hubungan raya sudah menceritakan semuanya termasuk menceritakan bahwa raya sudah kehilangan kesuciannya karena di renggut oleh sang mantan kekasih, berulang kali raya mencoba untuk mundur dan tidak ingin melanjutkan hubungan yang lebih serius lagi bersama eza namun ucapan eza saat itu sangat meyakinkan raya bahwa eza menerima apapun kekurangan raya dan akan menyayangi raya dengan tulus semenjak itulah raya menyerahkan semua rasa cintanya kepada eza kepada pria yang menurut raya tulus mencintainya dan menerima raya apa adanya
pagi ini raya bangun lebih pagi dari biasanya tanpa mempersiapkan semua keperluan eza, raya langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan segera berangkat bekerja tanpa sarapan terlebih dahulu, raya masih sangat malas jika harus bertatap muka dengan eza pagi ini
setelah pamit kepada mama yeni raya segera berangkat menggunakan ojek online sebelum benar-benar bekerja raya menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu di depan kantor tempatnya bekerja
"ma raya kemana?" tanya eza karena tidak melihat istrinya dimana-mana
"sudah berangkat pagi-pagi sekali za katanya ada kerjaan yang harus di selesaikan, memangnya gak pamit sama kamu?"
"pamit sih semalem, aku kira raya boong ma" eza berkilah
"ya sudah kamu mandi dulu sana mama sudah siapkan sarapan"
"iya"
__ADS_1
"raya pasti marah banget sama aku sampai berangkat kerja aja gak pamit" gumam eza berjalan gontai ke arah kamar mandi