
raya menghentakan kakinya kesal karena raffael terus saja mengikuti kemanapun kaki raya melangkah
bukan ingin meratapi nasibnya raya hanya ingin sendiri dan menenangkan pikirannya namun raffarel tidak mengerti akan hal itu
raya berjalan begitu cepat berharap raffael akan tertinggal jauh namun sayang langkah kaki raffael lebih lebar dari langkah kaki raya mau berjalan secepat apapun raffael tidak akan pernah kehilangan jejak raya membuat raya mencebikkan bibirnya
"pergi gak?" usir raya dengan mata melotot tajam ke arah raffael
"gak mau" kekeuh raffael dengan senyuman manisnya
"RAFFAEL WICAKSONO........" teriak raya geram
"APA SAYANG???....." sahut raffael tanpa dosa
"nyebelin aargghh" umpat raya berteriak kencang membuat raffael gemas melihatnya
"i love you" goda raffael membuat raya kekesalan raya semakin meradang
"lo itu maunya apa sih raff? gue bener-bener pengen sendiri please ngertiin gue" mohon raya
"gue bakalan biarin lo sendiri asal lo udah sampai rumah dengan selamat, gue gak mau terjadi hal buruk sama lo ray please lo juga harus ngerti perasaan gue" sahut raffael namun raya diam seraya menatap lebih tajam ke arah raffael
"lo boleh marah bahkan benci sama gue sekarang ray, tapi sumpah demi apapun gue sayang dan cinta sama lo, gue gak mau lo kenapa-napa... pulang ya" bujuk raffael
"tapi gimana sama ayah dan bunda raff? gue belum siap buat jelasin semuanya ke mereka, gue cuman butuh waktu buat sendiri saat ini gue janji gak akan berbuat hal konyol gue cuma mau tenangin pikiran gue, hati gue sakit raff... sakit banget" sahut raya kembali terisak dan raffael langsung membawa raya masuk ke dalam pelukannya
"ada gue yang selalu ada buat lo, lo jangan pernah ngerasa sendirian gue yakin bunda sama ayah bakalan ngerti sama keputusan lo, bunda sama ayah juga gak akan rela kalau lo terus di sakitin sama si kam pret itu kalau lo terus hidup sama dia... sekarang pulang ya masa wanita sholehah jam segini masih keluyuran di luar rumah" ajak raffael tersenyum dan mengusap pipi raya dengan lembut
"tapi gue belum mau pulang ke rumah sekarang"
"mau pulang ke apartemen gue aja? gue janji gak akan ganggu lo"
"boleh?"
"apa sih yang gak gue kasih buat lo, lo minta gue terjun ke jurang pun gue jabanin"
__ADS_1
"modus"
"ini serius bukan modus"
"terus kalau lo terjun ke jurang gue mau sama siapa?" ceplos raya
"cieee yang gak mau jauh-jauh dari gue" ledek raffael membuat wajah raya sedikit merona
"raffael ish nyebelin" raya mencubit lengan raffael
"sakit sayang.... ayok pulang" raffael menggandeng tangan raya untuk mengambil mobilnya yang sempat dia tinggalkan di taman
entah mengapa mendengar raffael memanggilnya dengan sebutan sayang membuat hati raya menghangat tidak seperti sebutan sayang yang di ucapkan oleh eza dulu terkesan terpaksa dan terlalu di buat-buat berbeda dengan dengan raffael yang terdengar sangat lembut dan sangat tulus tanpa sadar raya menyunggingkan senyumnya mengingat saat raffael mengutarakan isi hatinya dengan tingkah konyol raffael
raya menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa berhenti tersenyum
"lo cantik kalau lagi senyum gitu ray apalagi pakai hijab begini, sempurna" puji raffael
"lo berlebihan raff, kalau gue sempurna eza gak mungkin sampai nyakitin dan ninggalin gue dengan cara yang begitu menyakitkan bahkan nyaris bikin gue trauma buat punya pasangan lagi"
"si eza aja yang gak pernah sadar dan gak pernah bersyukur punya istri secantik dan sesempurna lo malah milih kecebong kayak begitu, to lol emang"
raffael sudah berjanji untuk malam ini saja, raffael akan membiarkan raya menenangkan dirinya sendiri tanpa di ganggu oleh siapapun termasuk dirinya
"lo gak tidur disini juga?" tanya raya saat melihat raffael hendak pergi
"gue kan udah janji gak bakal ganggu lo malam ini, inget cuma malam ini aja tidak berlaku untuk malam-malam berikutnya" jawab raffael
"thanks ya raff, gue udah banyak ngerepotin lo" ucap raya
"udah gue bilang, apa sih yang gak gue kasih buat lo ray
lo istirahat ya kalau laper gue udah nyiapin banyak makanan di kulkas, inget jangan kemana-mana tetep disini.
gue cabut ya... good nigth calon istri" ucap raffael mengecup kening raya secara tiba-tiba membuat raya terpaku
__ADS_1
raya menyentuh keningnya yang baru saja di kecup oleh raffael, kenapa ada bahagia yang menjalar ke relung hatinya karena di perlakukan begitu oleh sahabatnya sendiri
raya berulang kali menepis perasaannya dan menyadari jika raya memiliki sedikit perasaan lebih dari seorang sahabat untuk raffael namun ketika mengingat statusnya yang belum resmi bercerai dengan eza raya membuang oikirannya itu jauh-jauh
"gak... gak mungkin, gue pasti udah gila" gumam raya seraya masuk ke dalam kamar untuk segera beristirahat
sebelum benar-benar pergi meninggalkan raya seorang diri di apartemennya raffael sudah menugaskan dua orang bodyguard yang berjaga di depan apartemennya agar raya tidak kabur
raffael langsung melesatkan mobilnya menuju kediaman kedua orang tua raffael, ada sesuatu yang ingin raffael sampaikan kepada mami aruni dan papi hendro dan itu sangat penting baginya dan tidak bisa di biarkan terlalu lama
"bi mami sama papi kemana kok sepi?" tanya raffael ketika sudah tiba di rumahnya
"nyonya dan tuan sedang pergi ke luar kota den"
"kapan? kok gak ngasih kabar ke aku sih"
"perginya tadi sore den, mau ngabarin aden katanya susah di hubungi"
"pulangnya kapan bi?"
"besok juga sudah pulang, aden mau bibi siapkan makan malam sekarang?"
"gak usah bi aku udah makan, mau langsung tidur aja"
"baik den bibi permisi ke belakang"
"iya bi"
raffael berjalan gontai menapaki anak tangga menuju kamarnya, niat hati ingin meminta pertolongan kepada sang ayah namun ternyata niatnya harus tertunda sampai besok
raffael menatap langit-langit kamarnya, pikirannya menerawang jauh membayangkan jika suatu saat nanti raya akan menjadi istrinya, raffael pasti akan merasa menjadi pria paling bahagia sedunia
"baru ngebayangin doang rasanya bahagia setengah mam pus, apalagi kalau beneran gue bakal ngadain sukuran tujuh hari tujuh malem" gumam raffael seraya tidak berhenti tersenyum
raffael menghubungi bodyguard yang dia tugaskan untuk menjaga raya, raffael ingin memastikan jika raya masih berada di apartemen dalam keadaan baik-baik saja meskipun raffael sangat tahu keadaan hati raya saat ini sangat hancur bahkan untuk sejedar tersenyun pun sulit bagi raya
__ADS_1
"nikmati semua luka lo hari ini ray,
gue janji gue akan nyembuhin luka lo sampai sembuh dan gue jamin lo gak akan pernah merasakan lagi luka setelah ini"