
sesampainya di rumah eza langsung terkapar tak berdaya
nafas raya terengah-engah karena membopong tubuh eza seorang diri raya merasakan tenggorokannya sangat kering setelah eza benar-benar tidur dengan nyaman raya mengambil minum terlebih dahulu untuk menyegarkan tenggorokannya namun saat hendak keluar kamar langkah raya terhenti karena mendengar ponsel eza berdering raya melihat nama doni yang tertera di layar ponsel suaminya
raya mengerutkan keningnya karena setahu raya eza tidak mempunyai teman bernama doni dan untuk apa doni menguhubungi eza tengah malam begini
saat raya akan menjawab panggilan telfon itu tiba-tiba ponsel eza berhenti berdering namun beberapa detik kemudian ada chat masuk ke dalam ponsel eza
"za aku gak bisa tidur"
isi pesan dari doni membuat raya merasa aneh, untuk apa doni malam-malam menghubungi eza hanya karena dia tidak bisa tidur dan
"kok bahasanya agak aneh ya, masa cowok ngomongnya begitu" batin raya bertanya-tanya
jujur saja raya merasa curiga membaca chat dari orang yang bernama doni itu, entah kenapa raya merasa doni itu bukan seorang pria tapi mengingat yang tertulis di kontak ponsel eza jelas-jelas adalah nama pria raya mencoba menepiskan pikiran buruknya, saking terhanyut dengan pikirannya sendiri raya sampai lupa jika dirinya tengah haus dan membutuhkan minuman untuk menyegarkan tenggorokannya
tak ingin terlalu berlarut dengan rasa penasarannya akhirnya diam-diam raya menyimpan nomor ponsel yang bernama doni itu di ponsel miliknya
setelah menyimpan nomor ponsel doni raya membuka aplikasi room chat milik eza di sana terlihat banyak catatan panggilan eza dengan si doni itu dan durasi percakapannya cukup lama bahkan ada yang mencapai 2 jam
"doni ini sebenarnya siapa sih masa iya ngobrol sampe dua jam begini, ngobrolin apaan aja" gumam raya yang semakin bertanya-tanya
tidak ingin membuat eza curiga raya menghapus chat yang masuk dari doni tanpa membalasnya terlebih dahulu raya kembali menyimpan ponsel milik eza ke dalam tas slempang milik suaminya
raya seakan melupakan dirinya yang tengah kehausan, sepanjang malam raya sibuk dengan pikirannya sendiri sampai susah untuk memejamkan matanya sendiri akhirnya raya baru tertidur saat waktu menunjukan pukul 03:30 dini hari
"astagfirullah, aku kesiangan" raya terjingkat saat melihat jam sudah menunjukan pukul 08:00 pagi
prankkkkkkkk....
raya kaget saat mendengar beberapa benda jatuh dari luar kamarnya
__ADS_1
"ada apa ya kok ribut banget" gumam raya bangun dari ranjangnya dan berniat pergi ke kamar mandi
saat hendak membuka pintu kamarnya raya mendengar ocehan nenek sukma yang cukup menyentil hatinya dan membuat dadanya merasa sesak
"cucu mantu gak tahu diri, jam segini masih enak-enak tidur si eza gimana sih gak becus banget cari istri, wanita pemalas malah di jadikan istri" umpat nenek sukma yang terdengar jelas oleh raya
"nita lihat kakak ipar kamu lagaknya seperti ratu saja, sudah bagus nenek mengijinkan dia tinggal disini kalau bukan eza yang memaksa nenek tidak mau satu rumah dengan dia" lagi-lagi celetukan nenek sukma sangat menusuk hati raya
ceklek
raya membuka pintu kamarnya dengan perasaan campur aduk raya memberanikan diri menghampiri nenek sukma yang sedang berada di ruang tv dan anita masih anteng di dalam kamarnya sedangkan mama yeni sudah dari subuh pergi karena ada panggilan merias untuk acara pernikahan
mata raya membola karena melihat ruang tv sangat berantakan seperti kapal pecah sudah di pastikan itu adalah ulah nenek sukma yang membanting-banting barang agar raya bangun dan keluar dari kamarnya
"nek maaf raya bangunnya kesiangan, semalem raya gak bisa tidur" ucap raya takut-takut
"alasan dasar pemalas sekalian saja tidak usah bangun" hardik nenek sukma
"sudah jangan banyak bicara cepat bereskan seluruh ruangan di rumah ini dan siapkan makan untuk suami kamu" titah nenek sukma dengan tatapan tidak sukanya kepada raya
"baik nek"
"jadi istri kok bisanya cuman jadi beban suami, benar-benar sial nasib kamu za nikah sama wanita yang tidak berguna" gerutu nenek sukma sambil berjalan menuju kamarnya
raya mematung mendengar ucaoan nenek sukma yang benar-benar membuat hatinya sakit, raya sebisa mungkin menahan air matanya untuk tidak menetes namun ternyata raya tidak sekuat itu air mata raya luruh begitu saja meskipun sekuat tenaga raya mencoba menahannya
anita yang melihat kejadian itu dari balik pintu kamarnya merasa iba pada kakak iparnya
"kak" panggil anita lirih
"nita, kamu udah bangun?" tanya raya basa-basi dan segera menyusut airmatanya
__ADS_1
"kakak yang sabar ya, nenek memang suka keterlaluan kalau ngomong" ucap anita menenangkan raya
"kamu dengar semuanya nit?"
"iya, aku sengaja gak keluar kamar kak nenek kalau di ladenin bisa kaya orang kesetanan"
"maafin kakak ya nit karena bangun kesiangan jadi bikin ribut pagi-pagi"
"gak apa-apa aku ngerti pasti semalem kakak repot banget kan ngurusin kak eza yang lagi mabok" ucap anita membuat raya kaget
"kamu tahu kalau kakak kamu mabok semalem?" tanya raya
"aku semalem ngintip dari jendela kamar kak, aku bisa liat kakak kerepotan mapah kak eza padahal semalem nenek juga lihat lho kak tapi kenapa sekarang malah marah-marah sama kakak, dasar nenek durjana" umpat anita merasa kesal dengan nenek sukma
"tapi kok semalem kakak gak liat nenek keluar dari kamar nit, lampu rumah juga semalem pas kakak pulang udah pada mati"
"kakak lupa kalau kamar nenek ada jendela yang bisa liat langsung ke ruang tamu? aku minta maaf ya kak karena semalem gak bantuin kakak aku takut nenek marah-marah karena aku bantuin kakak"
"oh iya kakak lupa, gak apa-apa nit buktinya kakak bisa mapah kakak kamu sendirian sampai kamar"
"ya udah kalau gitu aku bantuin kakak beres-beres ya, kakak masak aja biar aku yang beresin rumah"
"beneran? nanti kalalu nenek lihat bisa marah lagi nit"
"biarin aja palingan sekarang nenek lagi sholat di kamar, nanti keluar kamar biasanya jam 10 atau jam 11 kak"
akhirnya raya dan anita melakukan tugas masing-masing sebelum memulai masak raya masuk ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci muka dan menggosok gigi setelah wajahnya terasa lebih segar raya bergegas masak karena tidak ingin membuat nenek sukma marah-marah lagi
raya memasak beberapa menu masakan dan menghidangkannya di atas meja makan, anita yang sudah lebih dulu selesai bersih-bersih rumah membantu raya menyiapkan hasil masakan raya
tepat pukul 10:00 semua masakan yang raya buat sudah terhidang di atas meja makan bertepatan dengan nenek sukma yang keluar dari kamar dengan muka sangarnya
__ADS_1