Broken Wedding

Broken Wedding
27


__ADS_3

"itukan raya, ngapain pagi-pagi udah nongkrong disitu bukannya jam kerja masih lama ya" gumam raffael melihat raya sedang duduk di bangku sendirian depan kantornya


raffael yang kebetulan baru pulang olahraga melihat raya yang sedang duduk sendirian di depan kantor tempat mereka bekerja


raffael menepikan mobilnya berniat ingin menghampiri raya yang sedang melamun sendirian


"raya" seru raffael


"raffael... lo disini?" tanya raya melongo


"seperti yang lo liat"


"lo beneran raffael?"


"lo pikir gue jin hah?"


"ya ampun raffael gue kangen banget sama lo" refleks raya memeluk raffael saking senangnya


"ya ampun raya lo jangan peluk gue bisa gak sih, bisa serangan jantung gue"


raya tidak tahu bahwa aksinya memeluk raffael tiba-tiba itu membuat jantung raffael jedag jedug


raffael juga merasakan rindu seperti yang raya rasakan bahkan rasa rindu yang raffael rasakan lebih besar dari apapun namun raffaael cukup sadar diri disini dia tidak mungkin sembarangan memeluk raya yang statusnya sudah menjadi istri orang meskipun dia berniat untuk merebut raya dari eza tapi setidaknya raffael tidak ingin terkesan menjadi pria murahan saat pertama kali bertemu kembali dengan raya setelah tiga tahun lamanya


"ya Tuhan raya dada gue sesek tau" bohong raffael untuk menutupi rasa bahagianya


"sorry...." ucap raya menyengir kuda


"kabar lo baik kan ray? sorry gue gak sempet hubungin lo selama disana"


"gue gak baik-baik aja sejak lo pergi, lo sih sombong mentang-mentang kuliah di luar negri jadi lupain gue, pasti cewek-cewek bule lebih menarik dari gue kan"


"sembarangan aja lo kalo ngomong, gue masih suka produk lokal kali"


"masa"


"serius gue, eh lo ngapain pagi-pagi udah nongkrong disini? kerajinan banget"


"gue kerja di kantor depan situ tapi kayaknya gue dateng kepagian deh"


"mau carmuk sama bos lu ya subuh-subuh begini udah dateng buat kerja orang satpamnya aja belum dateng"


"kalo bos nya kayak lo pasti gue carmuk tiap hati raf"


"ganjen lo udah punya laki juga"

__ADS_1


"ishhh"


"udah gak usah manyun gitu, kapan-kapan kita ketemu lagi gue harus cabut nih"


"kok cabut sih baru ketemu bentaran doang juga"


"gue harus kerja dodol, gue janji lain kali kita ketemu lagi"


"harus, gue mau minta oleh-oleh sama lo"


"iya.. apapun yang lo mau gue kasih"


"beneran ya, eh ngomon-ngomong lo kerja dimana? masih di jakarta juga kan?"


"nanti juga lo tahu sendiri, gue cabut ya"


"iya hati-hati raf"


raya sangat bahagia karena raffael sudah kembali, sahabat yang selalu ada untuknya setelah tere dan sashi


raffael selalu menjadi tempat dimana dia mencurahkan semua isi hatinya termasuk untuk melampiaskan rasa kekesalannya bagi orang-orang yang belum mengetahui persahabatan keduanya pasti mengira mereka berdua adalah sepasang kekasih, entah kenapa raya seperti menemukan mood boosternya kembali setelah bertemu raffael semua permasalahannya denga eza seakan meluap begitu saja


ddrrttt.... ddrrttttt


"sayang kamu masuk kerja hari ini? kok gak pamit dulu?"


"sayang masih marah? aku minta maaf ya"


"nanti pulang aku jemput ya aku janji gak akan bohong lagi"


lagi-lagi eza mengirimkan pesan untuk raya namun tetap saja raya masih enggan untuk membalas pesan dari eza,


raya memilih untuk segera masuk ke dalam kantor karena jam kerja akan segera di mulai


"kak ray tumben pagi-pagi udah nangkring disini" seru tari yang baru saja datang


"belajar jadi karyawan yang teladan tar" sahut rata terkekeh


"bisa, bisa.... eh kak pagi ini owner baru kita nyuruh semua karyawan buat ngumpuldi aula" ucap tari antusias


"masa? kok aku gak tahu ya" sahut raya


"kakak mh kurang update"


"emangnya mau ada pengumuman apaan?"

__ADS_1


"katanya sih ada beberapa perubahan sistem kerja dan sekalian perkenalan owner kita yang baru itu"


"wah seneng dong kamu"


"ish aku penasaran aja gimana sih tampang owner kita yang katanya masih muda dan tampan itu"


"semoga sesuai ekspektasi kamu ya"


"semoga" tari terkikik


sementara itu eza yang gelisah karena pesannya di abaikan oleh raya dia menjadi tidak fokus untuk bekerja sampai beberapa kali di tegur oleh atasannya karena berulang kali eza melakukan kesalahan, eza sudah sangat tahu jika raya sedang marah tidak akan bisa di bujuk dengan apapun bahkan raya bisa menahan untuk mendiamkannya selama satu minggu


"woy kenapa lo gelisah bener" andi menepuk pundak eza yang mondar mandi tidak jelas


"raya ngambek sama gue" sahut eza


"ngambek kenapa? gak di kasih jatah?" tanya andi tertawa


"dia udah mulai curiga sama gue ndi dari semalem gue di cuekin sampai dia berangkat kerja aja gak pamit"


"hahaha.... baru gitu doang udah merana katanya gak cinta tapi kok resah" andi semakin tertawa puas melihat wajah eza yang semakin di tekuk


eza semakin kesal karena andi yang pergi begitu saja setelah puas meledeknya memang dari semua sahabat-sahabat eza tidak ada satupun yang mendukung eza karena berselingkuh dari raya, semuanya terkesan mendukung jika eza melepaskan raya jika memang eza tidak benar-benar mencintai raya namun eza tetaplah eza yang egois dan keras kepala


"sial kenapa gak ada satupun yang dukung gue sih" umpat eza


*


*


*


"kak gak nyangka ya kita yang baru kerja tiga bulan udah di angkat jadi staf, aku seneng deh" ucap tari


"mungkin ini udah rezeki kita tar, aku juga seneng akhirnya kita bisa kerja tiap hari bukan pas weekend aja" sahut raya tertawa


"iya bener kak, itu kaki kak raya masih sakit ya? jalannya masih pincang-pincang gitu"


"sedikit sih masih agak sakit kalau di bawa jalan tar, ayo kita ke aula sekarang" ajak raya


"ayok jalannya pelan-pelan aja kak nanti kaki kak raya nambah sakit lagi"


raya tersenyum merasa senang dengan perhatian kecil yang di berikan tari kepadanya, raua bersyukur masih berada di tengah orang-oranh yang sangat menyayanginya selain keluarganya sendiri


tak butuh lama akhirnya raya dan tari sampai di aula mereka langsung duduk di kursi yang masih kosong hingga tak lama kemudian munculah sosok pria tinggi tegap, tampan dan tentunya masih sangat muda

__ADS_1


pria itu itu berdiri di atas podium bersiap untuk menyampaikan kata sambutan bagi para karyawannya sekian lama raya memperhatikan sosok lelaki itu semakin lama semakin dia yakin bahwa sosok owner muda dan tampan itu sungguh tak asing lagi bagi dirinya


"raffael......."


__ADS_2