
"pagi bun, yah..." sapa raffael saat sudah sampai di rumah raya dan menyalami punggung tangan ayah burhan dan bunda lena
"lho nak raffael" sahut bunda lena sedikit kaget melihat kedatangan raffael
"raya belum berangkat kan? itu aku lihat motornya masih ada" tanya raffael
"raya udah berangkat tadi pagi-pagi sekali pakai taksi nak, bukannya di kantor kalian hari ini ada acara gathering ke surabaya?"
"gathering? ke surabaya?" ulang raffael mengernyitkan keningnya
"iya, semalam raya cerita katanya hari ini ada acara gathering ke surabaya selama empat hari, katanya nak raffael nanti nyusul karena masih ada pekerjaan di kantor orang tua nak raffael" ucap bunda lena
"ya Tuhan raya niat banget mau hindarin aku sampai bunda sama ayah kamu bohongin juga" batin raffael menggeram kesal
"ya sudah bun, yah tadinya aku kesini mau berangkat bareng sama raya... aku pamit ya yah, bun mau nyusul raya" pamit raffael
"hati-hati nak" ucap ayah burhan merasa ada yang janggal dengan sikap raffael
semalam saat raffael mendapatkan kabar dari orang suruhannya bahwa raya sudah pulang ke rumahnya, pagi ini raffael langsung pergi ke rumah raya berniat untuk mengajak raya berangkat kerja bersama namun sayang raffael kalah cepat dengan raya
raya benar-benar ingin menghindari raffael untuk saat ini, bukan karena sikap raffael saja tapi raya ingin lebih memantapkan lagi hatinya untuk hubungannya dengan raffael
flashback on
"raya tumben lo kesini" kaget sashi melihat raya tiba-tiba berkunjung ke rumahnya
"emangnya gue udah gak boleh maen lagi kesini?" tanya raya lesu
"sensi banget sih lo, gue cuma kaget ray ayo masuk" sashi merangkul pundak raya dan membawa raya masuk ke dalam rumah
"bokap, nyokap lo kemana kok sepi?" tanya raya lagi
"mereka lagi perjalanan bisnis ke luar kota, makanya gue cuman sendirian di rumah... mau minum apa biar gue buatin?"
"apa aja terserah lo asal jangan racun"
sashi segera membuatkan minuman untuk raya tanpa menyuruh bibik di rumahnya, sashi merasa saat ini raya sedang dalam masalah terlihat dari raut wajahnya yang lesu dan matanya sembab seperti habis menangis
sashi mengajak raya untuk masuk ke dalam kamarnya setelah membuatkan jus alpukat kesukaan raya, sashi menatap raya dengan serius membuat raya balik menatapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca
__ADS_1
"ceritain aja ray, lo ada masalah apa" ucap sashi yang sudah sangat mengerti kondisi raya saat ini
"gue ribut sama raffael sash, dia bentak-bentak gue sampai numpahin masakan yang sengaja gue masak buat dia dan....." raya menggantung ucapannya
"dan apa?" tanya sashi
"tadi siang eza nemuin gue di kantor"
"buat apa dia nemuin lo?"
"dia minta maaf dan minta gue buat balik lagi sama dia"
"sinting, terus lo mau?"
"engga lah, lo kan tahu sendiri gue udah terima lamaran raffael meskipun belum resmi"
"jadi, kenapa lo ribut sama raffael?"
raya menghela nafas sepenuh dada, raya menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup-tutupi sama sekali kepada sashi termasuk saat malam itu raya dan raffael bertemu dengan teman-teman raffael di cafe, raya menceritakan semuanya dengan deraian airmata yang membasahi pipinya entahlah jika menyangkut soal statusnya yang kini adalah seorang janda membuat raya menjadi sangat sensitif
"jadi rencana lo sekarang apa?" tanya sashi menggenggam erat tangan raya
"gue mau tenangin diri gue dulu sash, gue gak mau ketemu dulu sama raffael sekarang... lo mau kan bantuin gue?"
"tere masih di semarang kan?"
"masih kenapa emang?"
"gue mau nyusul dia kesana sekalian pengen nenangin diri gue dulu, gue pinjem handphone lo dong"
raya menghubungi tere menggunakan ponsel sashi, Tere langsung mengiyakan keinginan raya yang ingin menyusulnya ke semarang dengan alasan ingin liburan, tanpa berpikir lagi malam itu tere langsung memesankan tiket pesawat dengan penerbangan pagi-pagi sekali untuk raya dan sashi
sashi yang awalnya tidak berniat ikut akhirnya tidak tega membiarkan raya pergi sendirian di saat kondisi hatinya sedang tidak baik-baik saja
malam itu setelah selesai berbincang dengan tere lewat sambungan telefon raya langsung pamit pulang dan meminta sashi untuk merahasiakan dulu niat mereka kepada siapapun terutama raffael
untuk mendapatkan ijin dari kedua orang tua raya biarlah jadi urusan raya nantinya yang pasti raya ingin segera menghindari raffael untuk saat ini
flashback off
__ADS_1
raffael mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, raffael ingin memastikan jika raya masih ada di kantor dan belum berangkat ke surabaya seperti yang di katakan oleh bunda lena dan ayah burhan
raffael memarkirkan mobilnya dengan sembarang dan segera memasuki gedung kantor miliknya dengan tergesa-gesa sampai semua karyawan yang menyapanya tidak dia perdulikan sama sekali
"tar raya udah dateng?" tanya raffael kepada tari
"belum pak, kak ra....." belum sempat tari menyelesaikan ucapannya raffael sudah berlari menuju ruangan haris
"ris raya gak ngajuin surat pengunduran diri kan?" tanya raffael saat sudah berada di ruangan haris
"santai kali raff masih pagi ini jangan terlalu tegang" sahut haris membuat raffael semakin kesal
"jawab pertanyaan gue" ucap raffael dengan tatapan membunuhnya
"raya cuman ngajuin cuti selama satu minggu raff bukan ngundurin diri" sahut haris jujur
"aaargghhhh si al.... kenapa lo kasih ijin hah?" bentak raffael
"dia bilangnya ada urusan keluarga masa iya gak gue kasih ijin"
"dia sengaja pergi buat ngehindarin gue ris, gue takut raya bener-bener pergi ninggalin gue" lirih raffael dengan meremat kuat rambutnya
"kalian kenapa lagi sih, perasaan ribut mulu"
"semuanya salah gue ris, salah gue"
"lo omongin baik-baik dong sama raya bukan kayak gini, sampai raya minta cuti aja lo gak tahu kan aneh bukannya lo calon suaminya"
"raya gak bisa di hubungi dari kemarin dan sampai sekarang pun nomornya masih di luar jangkauan, gue harus gimana sekarang ris gue harus gimana" teriak raffael frustasi
"lo udah datengin ke rumahnya?" tanya haris
"udah, dan lo tahu orang tuanya bilang apa?"
"apa?"
"raya bilang hari ini kantor kita ngadain gathering ke surabaya selama empat hari makanya pagi-pagi raya udah berangkat pakai taksi sampai bawa koper kecil sengaja"
"niat banget raya buat hindarin lo sampai ngarang cerita kayak gitu tapi kayaknya raya bener-bener kecewa sama lo sampai dia nekad bohong kayak gitu"
__ADS_1
raffael terdiam mendengar ucapan haris, rasa bersalah semakin menjalar ke seluruh relung hatinya raffael menyesal karena kebodohannya sendiri raya pergi meninggalkannya tanpa kabar apapun, tubuh raffael terasa sangat lemas seakan tak bertulang, raffael akan benar-benar gila jika raya sampai meninggalkannya dirinya
"sayang jangan tinggalin aku, aku minta maaf aku nyesel" lirih raffael dengan buliran bening keluar dari sudut matanya membuat haris menatap iba kepadanya