
"jangan ngadi-ngadi deh, bara udah nikah gue juga. buat apa kita ketemu" ucap raya
"gue serius ray" sahut raffael
"gue juga serius raff, gue gak mau ketemu sama abang lo..."
"kalau abang gue yang mau ketemu sama lo gimana?"
"kita mau kerja atau mau ngebahas abang lo sih? mood gue lagi buruk banget lho hari ini jangan nambah-nambahin bisa kan"
"sorry, lo kenapa lagi? ribut lagi sama laki lo?"
"hhmm"
"ya udah kalau gak mau cerita, gue gak akan maksa"
eza yang kembali lagi ke apartemen milik dini langsung masuk begitu saja tanpa menekan bel terlebih dahulu, eza langsung masuk ke kamar dini memeluk wanita itu dari belakang menge cup leher dini penuh has rat apalagi saat ini dini hanya menggunakan tang top dan hot pants saja membuat gai rah eza semakin memuncak
"layani aku sekarang please din" ucap eza dengan suara seraknya
"nikahin aku dulu baru kita melakukannya" sahut dini
"apa bedanya sih" kesal eza
"aku gak mau ngasih sesuatu yang paling berharga tanpa ada ikatan yang sah di antara kita, emangnya aku istri kamu yang mau di jamah sebelum di halalin" celetuk dini
"jangan bahas dia kalau kita lagi berdua"
"oke jadi kamu mau gimana sekarang?"
"puasin aku apapun caranya"
"just petting oke?"
eza dan dini asyik bercu*mbu meskipun tidak sampai melakukan penyatuan tapi membuat eza cukup puas dengan permainan mulut dini yang mampu menenangkan adik kecilnya yang sudah on fire entah apa yang eza cari dari seorang dini bahkan raya bisa melayani nya di atas ranjang tanpa membuat dosa, dini hanya bisa di sentuh tanpa harus melakukan hubungan ba*dan padahal dengan raya, Eza bisa terpuaskan berulang kali karena raya memang istrinya
eza sudah berulang kali menepis semua bayang-bayang raya dan bara dulu tapi tetap saja ketika eza ingin menja mah tubuh raya sekelebat bayangan bara yang tengah menggagahi tubuh raya dulu muncul dalam pikirannya itulah yang membuat eza belum bisa menerima sepenuhnya sang istri yang sudah lebih dulu di jamah pria lain sebelum menikah dengannya padahal sudah jelas raya melakukannya dengan bara sebelum raya menjalin hubungan dengan eza tidak ada unsur pengkhianatan di antara mereka tapi kenapa seolah-olah eza yang tekhianati jika eza berpikir realistis masih banyak wanita di luar sana yang sudah di jamah banyak pria sebelum menikah tapi tetap mendapatkan perlakuan baik dari suaminya tapi kenapa raya tidak? bahkan raya bukan seorang wanita malam yang menjajakan tubuhnya pada setiap pria hidung belang hanya dengan bara saja raya melakukan itu tapi kenapa eza memandang raya seperti seorang pe la cur yang tak pantas di sayangi dan di cintai olehnya
sementara di kediaman ayah burhan dan bunda lena rara sedang melamun memikirkan kejadian dimana eza baru pulang subuh dan langsung pergi lagi dengan wajah yang terlihat marah
__ADS_1
rara semakin berpikir buruk akan pernikahan yang di jalani oleh adik bungsunya
"sebenarnya apa yang terjadi dengan pernikahan kamu ray, kenapa kamu tidak terbuka sama kakak" gumam rara sendu
"kamu kenapa? seperti sedang memikirkan sesuatu?" tanya seno suami rara
"aku memikirkan raya mas"
"kenapa dengan adikmu?"
"aku tidak sengaja melihat eza pulang tadi subuh dan tidak lama setelah itu eza pergi lagi dengan wajah kesal sepertinya mereka ribut"
"wajar kalau setiap rumah tangga itu ada ribut-ribut kecil, jangan terlalu dipikirkan mereka pasti bisa mengatasi masalah mereka sendiri sayang, ayok siap-siap sarapan" ajak seno
saat rara sampai di ruang makan dia tidak melihat raya hanya ada bunda lena, ayah burhan dan sang anak satria
"pagi anak ibu yang guantengnya pooollll" sapa rara kepada satria yang sedang duduk manis menikmati segelas susu coklat kesukaannya
"bun raya kok gak kelihatan, kemana?" tanya rara
"tadi ijin pagi-pagi banget berangkat katanya ada kerjaan"
"hari minggu kok kerja"
rara manggut-manggut mendengar penjelasan bunda lena tanoa bertanya lebih jauh karena cacing di dalam perutnya sudah berdemo meminta di isi
*
*
*
"raff sebenernya kita mau kemana sih? kok lewat hutan-hutan serem amat" tanya raya melihat sekelilingnya hanya ada pepohonan
"bentar lagi sampe nanti lo juga tahu sendiri" jawab raffael
"lo gak lagi ngerjain gue kan?"
"ngapain ngerjain lo gak ada kerjaan banget"
__ADS_1
"awas lo kalau sampe boongin gue, abis lo"
"iya bawel"
tak lama mobil yang di kendarai Raffael memasuki sebuah villa yang cukup mewah dan sangat luas, terlihat juga beberapa penjaga yang berdiri tepat di depan gerbang villa itu
"pagi mas raffa, silahkan masuk sudah di tunggu" sapa salah satu penjaga
"oke pak, bukain gerbangnya dong"
"waw.... keren banget" seru raya takjub
"ayok masuk" raffael menarik tangan raya untuk masuk ke dalam villa
"ini villa siapa raff? keren banget, betah gue tinggal di villa segede ini"
raya berdecak kagum melihat desain villa milik keluarga raffael yang cukup menarik, interior yang di dominasi oleh banyak kaca membuat suasana villa seperti berada di alam terbuka apalagi terdapat kolam renang yang cukup luas dan ada taman bunga yang cukup luas di belakang villa, ada juga gazebo yang di buat khusus di atas kolam ikam untuk sekedar berkumpul bersama keluarga, benar-benar membuat raya betah apalagi suasana nya yang begiti tentang dan damai jauh dari keramaian
"punya keluarga gue" jawab raffael sontak membuat raya melepaskan genggaman tangan raffael
"maksud lo? punya bokap nyokap lo?" pekik raya
"ayok masuk dulu nanti gue jelasin" raffael kembali menarik tangan raya untuk masuk ke dalam kamar bara
"raffael lo ngerjain gue hah?" bentak raya
"ray please marahnya nanti aja, gue terpaksa bohong sama lo karena kalau gue jujur lo pasti gak akan mau gue ajak kesini" bujuk raffael
"breng sek, gue mau pulang"
"ray please...."
"untuk kali ini gue bener-bener marah sama lo raff"
"terserah lo mau marah, benci atau ngamuk sekalipun tapi gue mohon kali ini aja ikut gue sebentar, gue janji gak akan lama"
"lo lupa gimana gak sukanya bokap nyokap lo sama gue hah? lo gak bakalan ngerasain gimana sakit hatinya gue di pandang sebelah mata karena status sosial gue yang berasal dari kalangan rakyat jelata bahkan sampai sekarang rasa sakit itu masih terasa raff"
"gue ngerti tapi selama ini lo salah paham ray keluarga gue gak seburuk yang lo bayangin"
__ADS_1
"salah paham lo bilang? seandainya lo ada di posisi gue waktu itu gimana? gue berharap orang tua dari cowok yang gue cintai bisa nerima gue sebagai calon menantu tapi buktinya mereka terang-terangan nolak gue karena gue MISKIN beda dengan keluarga lo yang seorang KONGLOMERAT"
"ray please,, bang bara sakit dia kritis sekarang"