Broken Wedding

Broken Wedding
71


__ADS_3

beberapa hari berlalu dan hari ini tepat eza dan dini akan melangsungkan pernikahan mereka di sebuah hotel yang terbilang cukup mewah, tanpa rasa bersalah sedikitpun kepada raya yang saat ini masih sah berstatus sebagai istrinya eza malah tampak sangat bahagia menyambut pernikahan keduanya yang hanya di hadiri oleh nenek sukma dari pihak keluarganya


mama yeni merasa sangat kecewa dengan keputusan eza yang nekat menikahi dini tanpa restu darinya, mama yeni merasa gagal mendidik sang putra untuk menjadi pria yang setia hanya pada satu pasangan saja


mama yeni tidak menyangka jika sifat sang mantan suami sangat menurun kepada eza bahkan lebih parah


SAH.......


kata itu menggema di sebuah ballroom hotel yang sudah di hias begitu sempurna dan megah


semua yang menjadi saksi pernikahan eza dan dini turut berbahagia terutama kedua orang tua dini yang tak kalah bahagia menyaksikan anak perempuannya akhirnya menikah di usia yang sudah menginjak 28 tahun


tap.... tap..... tap......


perhatian semua orang tiba-tiba teralihkan dengan kedatangan seorang wanita dengan balutan dress muslim kekinian berwarna hitam yang melekat di tubuh rampingnya tak lupa juga dengan jilbab yang dia kenakan untuk menyempurnakan penampilannya layaknya seorang wanita muslim yang taat


eza dan dini menoleh penasaran ingin melihat siapa sosok wanita yang tiba-tiba datang dan mengundang perhatian banyak orang


seketika bola mata eza membola melihat siapa wanita yang sama sekali tidak dia harapkan untuk hadir di pernikahan keduanya itu berbeda dengan dini dan nenek sukma yang terlihat biasa saja ketika melihat wanita itu kian mendekat ke arah mereka


"sepertinya saya terlambat" ucap wanita itu kepada pak penghulu dan duduk tepat di samping eza


"akadnya baru selesai mbak, oh ya kalau boleh tahu mba kerabat dari pihak pria atau wanita kenapa bisa datang terlambat?" tanya pak penghulu


"perkenalkan" raya mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan pak penghulu itu membuat degup jantung eza berdetak semakin kencang dan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya


"nama saya NARAYA ANASTASIA istri sah dari EZA ALFARIZKI yang baru saja mengucapkan ijab kabul untuk pernikahan keduanya"


deg.....

__ADS_1


semua tercengang mendengar pengakuan raya yang begitu lantang, wajah eza merah padam menahan malu karena mengaku sebagai seorang perjaka di hadapan semua orang yang menyaksikan pernikahannya apalagi di hadapan kedua orang tua dini yang sejak awal percaya begitu saja jika status eza adalah seorang bujangan


raya memang sudah mengetahui rencana pernikahan eza dan dini karena anita yang memberitahunya beberapa hari sebelum pernikahan itu berlangsung


kecewa iya, terluka itu sudah pasti mendengar pria yang berstatus sebagai suaminya akan menikah lagi


anita sengaja memberitahu raya agar raya bisa mencegah pernikahan eza dan dini agar tidak terlaksana tapi raya memiliki rencana lain dan disinilah raya berada saat ini tepat di hadapan suami dan madunya


"mba bercanda ya? jelas-jelas mas eza ini statusnya masih perjaka belum pernah menikah" ucap pak penghulu tak percaya


"memang suami saya tidak memberitahu kalian kalau ini adalah pernikahan keduanya? padahal dia sudah ijin lho sama saya mau menikah lagi dengan atasannya sendiri"


"buktinya mana kalau kamu istri sah dari eza?" ucap seorang pria dengan tegas tak lain adalah ayah dari dini sendiri


"coba anda lihat saja sendiri buktinya, untuk apa saya berbohong tidak ada gunanya" sahut raya menahan kuat rasa sakit hatinya agar terlihat biasa saja


ayah dini melihat buku nikah antara raya dan eza dan beberapa foto pernikahan yang sempat raya cetak dari ponselnya setelah mengetahui rencana eza yang akan menikah lagi


"kurang ajar" geram ayah dini menatap eza dengan tatapan membunuh


raya sama sekali tidak berniat untuk mempermalukan eza ataupun keluarga dini di acara pernikahan mereka namun raya ingin semua orang tahu jika ada seorang wanita yang sangat terluka dengan pernikahan antara eza dan dini


raya mencoba meredam emosinya, menahan kuat rasa sakit di hatinya untuk tidak berontak luka yang sebelumnya eza berikan belum cukup kering dan sekarang eza memberi luka lebih dalam lagi untuk raya


raya berusaha untuk tidak mengeluarkan airmatanya di hadapan semua orang, raya ingin eza tahu jika pengkhianatan yang eza lakukan tidak berarti apa-apa meskipun sebenarnya kenyataan ini membuat raya sangat hancur


"seperti urusan saya sudah selesai" ucap raya bangkit dan menoleh ke arah nenek sukma yang sejak menataonya tidak suka


"selamat ya nek akhirnya nenek mendapatkan menantu yang selama ini nenek inginkan, tapi jika nenek sadar kalau hanya berhijab aku juga sangat mampu tapi percuma saja berhijab tapi tingkah lakunya tidak lebih dari seorang ib lis" lanjut raya membuat nenek sukma marah dan berniat menampar wajah raya namun eza menahannya

__ADS_1


"ya sudah saya permisi, sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian dan semoga karma itu tidak cepat datang menghampiri kalian terutama kamu Andini Prameswari" tunjuk raya kepada dini yang selalu memasang wajah angkuh sejak kehadiran raya


kedua orang tua raya sudah tidak bisa menahan rasa malunya


rasa percaya kedua orang tua kepada eza runtuh begitu saja belum lagi dengan cuitan para tamu yang seakan memojokan dini yang telah merebut eza dari istri pertamanya dan tidak sedikit pula yang mencibir eza karena mau menikahi dini di usia yang sudah terbilang cukup matang


"*pasti di sogok sama duit tuh makanya si cowoknya mau nikah sama si dini"


"kalian lihat sendiri kan istri pertamanya jauh lebih cantik dari dini"


"the power of money guys, tak apa tamoang pas-pasan yang penting kantong tebal"


"cowok kok matre.... malu-maluin aja*"


seperti itulah cuitan para-para ibu-ibu julid yang hadir di acara pernikahan eza dan dini


eza yang sudah sangat geram mendengar cibiran itu segera bangkit dan berlari mengejar raya yang berjalan meninggalkan hotel


eza mencari ke sekeliling hotel berharap raya masih belum jauh meninggalkan hotel


mata eza memicing kala melihat raya yang sedang duduk melamun tepat di sebuah taman yang berada di sebrang hotel yang menjadi tempat pernikahan antara eza dan dini berlangsung


dengan sedikit berlari eza mengahmpiri raya dan duduk segera di samping raya yang terlihat dingin tanpa ekspresi apapun di wajah cantiknya


"puas za?" tanya raya tanpa menoleh ke arah eza


"maaf" ucap eza lirih


"maaf untuk apa? maaf untuk kesalahan yang mana?" tanya raya memandang eza dengan tatapan dinginnya

__ADS_1


"udah terlalu banyak luka yang kamu berikan buat aku za, apa sebegitu buruknya aku sampai aku gak layak jadi istri kamu? apa sebegitu fatalnya kesalahan aku sampai kamu tega mengkhianati aku? bahkan seorang pe la cur sekalipun pantas untuk mendapatkan kebahagiaan dari pasangannya kenapa aku tidak berhak sama sekali? untuk apa pernikahan kita terjadi jika akhirnya kamu juga menikahi wanita lain disaat aku berstatus sebagai istri sah kamu? salah aku apa? apa aku pernah berkhianat ketika menjadi istri kamu?"


__ADS_2