Broken Wedding

Broken Wedding
68


__ADS_3

inez membawa raya keluar dari cafe fahmi dan ingin membawanya pulamg ke rumahnya namun tiba-tiba raffael datang dan menghalangi jalan inez


"biar raya sama gue" ucap raffael membuat inez menatap raffael mencoba mengingat-ingat siapa sosok raffael


"lo raffael kan?" tanya inez


"iya, lo bisa percaya kalau raya bakalan aman sama gue" raffael meyakinkan inez


"oke, gue titip raya tolong obatin luka di wajahnya juga" pinta inez


saat inez akan melepaskan tubuh raya dari rangkulannya tiba-tiba raya memeluk inez begitu erat


"thanks nez lo sama fahmi udah mau bantuin gue" ucap raya sambil menangis


"lo sahabat gue, udah seharusnya gue bantuin lo ray udah jangan nangis lagi ya luka lo tambah perih nanti" sahut inez mengelus pucuk kepala raya dengan lembut


"mungkin gue udah mati kalau gak ada lo sama fahmi"


"udah jangan di bahas lagi, gue pastiin eza bakal dapet balasan setimpal karena berani nyakitin lo sampai kayak gini, lo balik sama raffael dulu ya gue yakin lo pasti aman sama dia"


"iya, sekali lagi thanks nez"


raffael memggendong tubuh raya tak peduli dengan tatapan aneh semua orang yang melihat mereka


raffael menududukan raya di kursi penumpang tanpa bicara sepatah katapun raffael langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi seolah melampiaskan kemarahannya kepada eza karena sudah membuat raya terluka untuk yang kesekian kalinya


raffael membawa raya pulang ke apartemenya untuk mengobati luka di wajah raya terlebih dahulu


raffael kembali menggendong tubuh raya saat mereka sudah sampai di basement apartement


lagi-lagi raffael hanya diam tidak berbicara apapun kepada raya


raffael merebahkan raya di atas sofa, setelah raya merasa nyaman raffael berdiri hendak mengambil air untuk mengompres wajah raya dan membawa plaster untuk menutupi luka di pelipis raya


raffael belum berbicara sepatah katapun saat dia mulai mengompres luka di wajah raya


"kok diem aja? lo marah sama gue?" tanya raya

__ADS_1


"raff jangan diemin gue dong, masa gue diem di rumah lo tapi gue di cuekin mending gue pulang aja" lanjut raya karena raffael tetap saja diam


"bisa diem gak sih? kalau lagi di obatin itu diem dulu jangan kebanyakan ngoceh" seru raffael dengan wajah dinginnya


"lo marah sama gue?" tanya raya lagi


"ngapain gue marah sama lo" ketus raffael


"kalau bukan marah apa dong namanya? muka lo asem banget tahu" ledek raya


"lebih ancur muka lo, gak enak di pandang menyedihkan" celetuk raffael


"raffael kok jahat sih ngomongnya" lirih raya


"lo yakin masih mau bertahan ray? lo rela tersiksa seumur hidup cuman gara cinta lo yang bertepuk sebelah tangan itu hah? be go lo"


"gu....gue....."


"apa? lo mau bilang kalau lo cinta mati sama dia, lo gak bisa hidup tanpa dia gitu kan? tapi sebaliknya kayak gimana dia ngerasain hal yang sama gak kayak yang lo rasain ke dia? lo mau tekanan batin seumur hidup lo? lama-lama lo mati muda karena tersiksa ray, bangun raya bangun... sadar coba"


"tapi dia bersikap kayak gini juga karena kesalahan gue raff"


dengan ragu-ragu raya menceritakan awal mula masalah yang terjadi di dalam rumah tangganya, raya menceritakan semuanya secara detail tanpa ada yang di kurangi sedikitpun


raffael sangat geram mendengar setiap cerita yang keluar dari mulut raya, membuat kemarahannya mencapai ubun-ubun


"bang sat....."


"breng...sek...." umpat raffael memukul dinding apartemennya untuk melampiaskan amarahnya


"itu tandanya dia gak bener-bener tulus sama lo raya, kenapa lo jadi be go gini sih hah? gue gak ngerti lagi harus ngomong apa lagi sama lo ray"


"tapi gue cinta sama dia raff..." ucap raya sekan memancing kembali amarah raffael


"bullshit.... rasa cinta lo sama sekali gak di anggep sama dia kapan sih lo sadar kalau di luar sana masih banyak cowok yang mau sama lo yang bisa nerima lo apa adanya dengan tulus"


"siapa yang mau sama gue raff siapa? gue bukan cewek baik-baik, keluarga gue berantakan abang gue masuk pen jara, siapa yang mau nerima cewek penuh kekurangan kayak gue raff siapa?"

__ADS_1


"andjing... siapa sih yang bilang gitu sama lo hah?" lagi-lagi raffael memukul dinding sampai tangannya mengeluarkan darah segar membuat raya semakin menangis histeris


"liat gue, tatap mata gue baik-baik ray" raffael memegang bahu raya agar menatap ke arahnya


"gue cowok itu ray, gue cowok yang mau nerima lo apa adanya, gue cowok yang tulus sayang dan cinta sama lo


gue gak peduli seburuk apapun kelakuan lo bahkan lo jadi pe la cur sekalipun gue tetep cinta sama lo


mau seberantakan apapun keluarga lo, gue bodo amat yang gue mau cuma lo naraya anastasia


di dunia ini gak ada manusia yang sempurna termasuk lo, gue juga sama ray masih banyak keburukan dalam diri gue yang lo belom tahu, please tinggalin si curut itu dan liat ketulusan gue" lanjut raffael membuat raya tidak percaya dengan ucapan sahabatnya itu


"lo bohong kan raff? lo ngomong kayak gini cuman mau nyenengin hati gue doang kan? lo cuman pura-pura kan bilang cinta sama gue?"


"lo mau bukti apa lagi raya? apa perhatian gue selama ini belum cukup bikin lo peka sama perasaan gue? apa kejombloan gue selama bertahun-tahun gak cukup jadi bukti kalau gue bener-bener cuma mau lo di hidup gue? demi Allah dan semua isinya gue cinta dan sayang sama lo ray bahkan melebihi rasa sayang gue sama diri gue sendiri"


"sumpah lawakan lo gak lucu"


"gue gak lagi ngelawak, gue cuma jujur sama perasaan gue doang"


"lo masih gak percaya sama ucapan gue?" tanya raffael membuat raya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban


"ikut gue"


raffael menarik tangan raya untuk ikut bersamanya masuk ke dalam sebuah ruangan di balik kamar tidur milik raffael


mulut raua menganga tak percaya melihat apa yang ada di hadapannya saat ini


banyak foto saat raya masih duduk di bangku SMA bahkan saat masa orientasi pun banyak foto raya yang di tempel rapi di dinding ruangan itu dan tentu saja foto itu di ambil tanpa sepengetahuan raya


raya semakin tak percaya ketika melihat sebuah kalimat yang benar-benar membuat dirinya speechles


"my first love"


bukan hanya foto raya saja bahkan foto berdua raffael dan raya banyak terpampang disana dengan berbagai macam fose


bahkan raffael merayakan setiap ulang tahun raya dan menyiapkan kado spesial untuk raya meskipun tak pernah dia berikan kepada raya, raffael menyimpannya dalam sebuah kotak besar dengan harapan suatu hari raffael akan mempunyai keberanian untuk mengutarakan perasaannya kepada raya, dan tepat di hari ini adalah hari dimana raffael mengungkapkan semua isi hatinya kepada raya sahabat sekaligus mantan kekasih dari abangnya sendiri dan kini berstatus sebagai istri orang

__ADS_1


raya menatap setiap foto dan melihat satu persatu kado yang raffael simpan untuk dirinya dengan netra yang sudah berembun, entah harus bahagia atau bersedih raya benar-benar dilema dengan perasaannya sendiri


"sekarang udah percaya kan kalau gue gak lagi ngelawak ataupun bercanda? karena perasaan gue sama lo gak bisa sebercanda yang lo pikirin ray"


__ADS_2