
raya duduk di hadapan bunda lena dan ayah burhan dengan tubuh bergetar menahan tangis, raya meremat kedua tangannya berharap akan mengurangi rasa gugup yang dia rasakan
bunda lena dan ayah burhan menatap raya dengan tatapan mengintimidasi karena raya semakin terlihat gugup dan semakin menundukan kepalanya
rasa bersalah semakin menyeruak di relung hati raya karena tidak bisa mempertahankan rumah tangganya dengan eza dan sudah pasti keputusan raya untuk bercerai akan membuat ayah burhan dan bunda lena sedih
"ada apa nak? bicara saja" ucap ayah burhan
"aku... aku....." sahut raya terbata
"bicara saja jangan takut" titah bunda lena
"aa...aku sudah mengajukan gugatan cerai kepada eza bun, yah" ucap raya dengan suara bergetar menahan tangis
"apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu nak?" tanya ayah burhan
"insyaAllah yakin yah, aku sudah lelah akan lebih baik jika aku melepaskan semuanya" jawab raya mulai terisak membuat bunda lena beringsut memeluk tubuh raya
"jika memang pernikahan ini hanya membuat kamu terluka memang lebih baik akhiri saja, memang sebuah perceraian akan meninggalkan luka yang sangat dalam tapi lebih baik melepaskan dari sekarang, dari pada bertahan tapi akan terluka lebih dalam lagi, bunda mendukung apapun keputusan yang buat kamu bahagia nak" ucap bunda lena mengelus pundak raya yang bergetar karena menangis
"bunda sama ayah tidak marah?" tanya raya menatap ayah dan bundanya bergantian
"tidak nak, ayah tidak akan memaksakan jika memang kamu merasa tersiksa dengan pernikahan kamu, ada ayah dan bunda yang masih sanggup menghidupi kamu.
ayah dan bunda sayang sama kamu melebihi apapun di dunia ini nak
jangan terlalu larut dalam kesedihan, kamu harus tetap melanjutkan hidup kamu anggaplah semua ini sebagai ujian untuk membuat kamu menjadi wanita yang lebih kuat lagi, yang sabar ya ayah dan bunda akan selalu ada buat kamu nak"
raya yang semula takut akan kemarahan ayah burhan sekarang merasa lega karena ayah burhan maupun bunda lena sama sekali tidak marah dengan keputusannya
raya beruntung masih mempunyai kedua orang tua lengkap yang menyanyanginya begitu besar dan di kelilingi banyak orang yang begitu menyayanginya dengan tulus
__ADS_1
raya berjanji kepada dirinya sendiri hari ini adalah hari terakhir dimana dia menumpahkan airmata kesedihannya, raya bertekad akan menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih sabar dan lebih ikhlas menerima takdir yang sudah Allah gariskan di dalam hidupnya
raya percaya di balik semua luka dan kesedihan yang dia rasakan pasti akan datang kebahagiaan yang tidak pernah raya bayangkan sebelumnya
*
*
*
*
beberapa bulan berlalu
raya dan eza pun sudah resmi bercerai dan kini raya sudah berstatus sebagai janda muda yang cantik dan sek si dan tentu saja banyak di gilai para kaum adam membuat raffael ketar ketir karena mendapat banyak saingan untuk meluluhkan hati raya yang seakan mati rasa semenjak pengkhianatan yang eza berikan untuknya namun raya tetap menjalani hari-harinya dengan semangat
raya menghabiskan waktunya dengan bekerja dan kuliah sehingga waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya sedikit berkurang, terkadang raya menghabiskan waktunya dengan berolahraga untuk membentuk tubuhnya agar lebih sehat dan membuat otot-otot dalam tubuhnya menjadi kembali kencang seperti anak gadis
"sorry guys... gue lagi menata hidup gue agar lebih baik aja, gue pengen bikin ayah dan bunda bangga sama gue"
"gue salut sama semangat lo tapi jangan terlalu di porsir juga kali, tubuh lo juga butuh buat di manjain jangan di bawa mikir sama kerja terus semaput baru tahu rasa lo" sahut tere
"iya, iya.... bawel banget sih
kesepian banget ya kalian tanpa gue?" goda raya
"nah lo tahu makanya seminggu sekali kek gitu luangin waktu buat healing sama kita, raffael juga uring-uringan terus karena jarang ketemu sama lo"
"raffael sekarang lagi sibuk bantuin di perusahaan om hendro makanya kita jarang ketemu bukan karena gue yang sengaja hindarin dia"
"buat apa juga lo hindarin dia, kasian tahu dia udah nunggu lo bertahun-tahun masa sekarang mau patah hati lagi"
__ADS_1
"gue sedang berusaha membuka hati guys, semuanya gak gampang butuh proses"
"masa iya sama raffael lo susah buka hati sama eza yang tampangnya gak seberapa aja lo cinta mati"
"itu dulu, beda sama sekarang"
"jadi lo udah bales perasaan raffael buat lo?"
"ya gak gitu juga"
"kebanyakan mikir lo"
sementara di tempat lain tepatnya di sebuah rumah mewah yang sekarang menjadi tempat tinggal eza dan dini sedang terjadi keributan yang cukup hebat
eza merasa sangat kecewa terhadap dini yang mengatakan jika dini masih perawan tulen sebelum menikah dengannya namun kenyataannya dini malah lebih parah dari raya
setelah eza dan raya resmi bercerai beberapa hari lalu eza dan dini sudah di ijinkan tinggal bersama oleh ayah dini namun tidak seperti yang eza harapkan sebelumnya ternyata masih banyak yang dini rahasiakan darinya termasuk jati diri dini sendiri
eza merasa jadi pria bodoh yang sudah di tipu mentah-mentah oleh dini yang eza pikir dini adalah gadis sholehah yang mampu menjaga kehormatannya sebelum menikah tapi kenyataan yang eza terima membuat eza benar-benar kecewa
"yank aku minta maaf, aku gak niat buat bohongin kamu aku cuma belum jujur aja dari kemaren-kemaren" kilah dini agar eza merasa iba kepadanya
"bullshit andini, seharusnya kamu jujur sejak awal tentang kondisi kamu bukan menutupinya seakan kamu wanita yang masih suci, aku kecewa sama kamu bahkan kamu tidak lebih baik dari raya"
"maksud kamu apa bandingin aku sama mantan istri kamu yang mu ra han itu hah? jelas aja aku sama dia beda, dia miskin sedangkan aku kaya dan bisa kasih apapun yang kamu mau"
"kamu gak sadar lebih mu ra han siapa kamu sama raya? sudah berapa pria yang berhasil men ja mah tubuh kamu sebelum nikah sama aku hah? bahkan aku tidak merasakan kenik matan apapun saat kita ber cin ta dan kamu tahu hal itu membuat aku sangat kecewa"
"jadi kamu menganggap pernikahan itu hanya sebatas ber cin ta saja hah? apa pentingnya sih sebuah keperawanan kalau aku bisa kasih apapun yang kamu mau"
"sudahlah aku sudah muak dengan semua kebohongan kamu" bentak eza melepaskan cengkraman tangan dini dan pergi dengan keadaan emosi yang masih meluap-luap
__ADS_1
"kamu mau kemana? kita belum selesai bicara eza" teriak dini frustasi namun eza tidah mengindahkan teriakan dini sama sekali