Broken Wedding

Broken Wedding
96


__ADS_3

setelah di permalukan di depan umum oleh raffael, angel langsung pergi begitu saja awalnya angel berharap raffael akan terpengaruh jika angel mengatakan sesuatu yang akan menyudutkan raya tapi nyatanya rasa cinta yang raffael rasakan untuk raya begitu kuat tidak mudah untuk membuat pertahanan yang di bangun raffael roboh begitu saja


sebelum benar-benar masuk ke dalam mobilnya raffael teringat dengan ponsel milik raya yang raya hancurkan di area parkiran, raffael mencoba mencarinya bukan untuk mengambil ponselnya melainkan untuk mengambil simcard milik raya beruntung ponsel yang sudah hancur tak berbentuk itu masih ada belum ada petugas kebersihan yang memebersihkannya


raffael langsung melajukan mobilnya menuju kontrakan milik tere karena setahu raffael jika raya sedang dalam masalah pasti akan bersembunyi disana


dua puluh menit berlalu raffael sampai di kontrakan tere, berulang kali raffael mengetuk pintu namun tak ada jawaban juga


"maaf nyari siapa nak?" tanya seorang ibu-ibu yang kebetulan lewat


"nyari tere bu, tere nya ada?"


"oh tere udah seminggu ini pulang ke semarang, kamu siapanya tere?"


"semarang?" ulang raffael


"iya semarang nak"


"saya temennya bu, saya mau tanya apa selama tere gak ada, ada temennya juga yang datang kesini?" tanya raffael lagi


"tidak ada hanya kamu saja yang datang kesini"


"oh... ya sudah kalau gitu saya permisi ya bu terima kasih untuk informasinya"


"iya sama-sama nak"


raffael berjalan menuju mobilnya dengan beberapa pertanyaan bersarang di otaknya, apa mungkin raya pergi menyusul tere ke semarang dan sengaja pamit kepada kedua orang tuanya dengan alasan acara gathering kantor ke surabaya agar raffael tidak mengetahui kemana raya pergi, jalan satu-satunya raffael harus bertemu dengan sashi karena selain tere, sashi pasti tahu dimana keberadaan raya saat ini


raffael mencoba menghubungi sashi namun tak ada jawaban sama sekali, raffael semakin yakin jika sashi tahu sesuatu tentang raya

__ADS_1


raffael langsung menancapkkan gas mobilnya menuju ke rumah sashi berharap di sana menemukan jawaban dimana raya berada saat ini


"eh den raffael... tumben kesini den ada apa?" tanya sang bibi yang bekerja di rumah sashi


"sashi ada bi?"


"lho non sashi kan kemaren pergi katanya ada acara kampus ke luar kota"


"ke luar kota?" ulang raffael


"iya den"


"kalau boleh tahu acara kampusnya ke kota mana ya bi?" tanya raffael


"wah kalau itu saya kurang tahu den, non sashi cuman ijin mau pergi beberapa hari ke luar kota untuk urusan kampus"


"ya sudah bi kalau gitu saya langsung pergi lagi ya"


"lain kali aja kalau sashi nya ada di rumah, saya permisi ya bi"


"kamu dimana sih yank? kamu buat semua orang khawatir tahu gak" batin raffael langsung melajukan kembali mobilnya dengan tanpa arah tujuan


sedangkan di kediaman ayah burhan dan bunda lena di kejutkan dengan kedatangan eza yang tiba-tiba, ayah burhan yang kebetulan hari ini tidak berangkat bekerja merasa cukup kaget dengan kedatangan pria yang pernah menjadi menantunya itu


sudah satu tahun perceraian antara raya dan eza tapi kenapa baru sekarang eza datang ke rumah ayah burhan dan bunda lena


bunda lena yang sangat benci melihat muka eza ingin rasanya menampar wajah pria yang sudah berani menorehkan luka terdalam bagi putri kesayangannya namun ayah burhan mencoba menenangkan sang istri agar tidak mengandalkan emosi, ayah burhan ingin tahu apa yang sebenarnya eza inginkan saat ini


"sore yah, bun" sapa eza mencoba untuk sopan

__ADS_1


"sore" jawab ayah burhan datar


"ayah, bunda maaf kalau eza baru datang kesini setelah setahun eza dan raya berpisah" ucap eza menundukan kepalanya


"kenapa baru datang sekarang? kamu lupa kalau putri ayah masih mempunyai kedua orang tua yang lengkap? ayah sudah pernah katakan sejak awal pernikahan kalian jika kamu sudah tidak mencintai putri ayah lagi pulangkan raya kepada kami secara baik-baik bukan membuangnya seperti sampah" ayah burhan mengeluarkan semua amarahnya yang sudah dia tahan selama satu tahun ini


"maaf ayah eza terlanjur malu, eza seperti tidak punya muka untuk menemui ayah dan bunda"


"lalu untuk apa kamu sekarang kesini?


mau nyakitin putri bunda lagi iya? bunda kecewa sekali sama kamu eza, jika memang dari awal kamu tidak benar-benar mencintai putri bunda dengan tulus untuk apa kamu repot-repot mengajak raya menikah?"


"maaf bun" eza semakin menundukan kepalanya tak berani menatap ayah burhan dan bunda lena


"hati bunda sakit za melihat putri kesayangan bunda kamu sakiti sampai begitu dalam bahkan bukan hanya luka batin yang kamu berikan tapi juga luka fisik beruntung raya tidak menjebloskan kamu ke dalam pen jara, bunda menyesal sudah memberikan restu jika akhirnya putri bunda yang tersiksa" ucap bunda lena yang sudah tidak dapat membendung lagi airmatanya


"kamu datang kesini untuk meminta maaf bukan? kami semua sudah memaafkan kamu tapi tolong jika niat kamu tidak baik jangan dekati putri kami lagi sudah cukup raya menderita selama menjadi istri kamu, yang sudah terjadi biarlah terjadi sekarang kamu dan raya sudah punya kehidupan masing-masing biarkan raya mencari kebahagiaan nya sendiri... kami tidak membenci kamu, kami hanya kecewa dengan sikap kamu za, berubahlah menjadi lebih baik untuk istri kamu yang sekarang jangan sampai dia merasakan apa yang raya rasakan selama menjadi istri kamu" timpal ayah burhan membuat dada eza seperti di hantam bongkahan batu yang begitu yang besar, sesak


"eza menyesal ayah, eza sangat menyesal jika bisa waktu di ulang lagi eza akan memperbaiki semuanya... eza menyesal sudah menyia-nyiakan raya, eza menyesal sudah menyakiti raya sampai sedalam ini... ampuni eza ayah, bunda" eza bersimpuh memohon ampun kepada ayah burhan dan bunda lena


"jadikan semua yang terjadi sebagai pelajaran berharga buat kamu za, tidak ada gunanya menyesali semua yang sudah terjadi.


biarkan waktu yang menyembuhkan luka di hati raya, ayah hanya minta satu hal sama kamu jangan melakukan hal yang sama kepada wanita lain za kamu harus ingat kamu masih mempunyai anita bagaimana jika adik kamu yang di perlakukan seperti itu oleh suaminya kelak apa kamu akan terima? tidak bukan? itulah yang kami rasakan sekarang sebagai orang tua raya, rasa kecewa kami sudah terlampau besar tapi kami mencoba untuk lapang dan memaafkan semua kesalahan kamu"


"jika boleh eza meminta eza ingin di berikan kesempatan sekali saja untuk memperbaiki kembali hubungan eza dengan raya" ucap eza tanpa tahu malu membuat bunda lena tersenyum sinis


"apa nya yang harus di perbaiki? hubungan yang sudah hancur sekalipun ingin kembali bersama rasanya tidak akan sama seperti dulu, kamu lupa kalau raya juga mempunyai hati? di siksa lahir batin dan poligami apa itu kesalahan yang pantas untuk di ulang kembali? jangan pikir bunda tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan terhadap putri bunda meskipun raya tidak pernah bercerita kepada kami tapi masih banyak orang-orang baik yang membuka semua kelakuan kamu, sudah cukup za sudah cukup raya terluka jangan kamu berikan luka lebih dalam lagi untuk raya, cerita di antara kalian benar-benar sudah selesai dan tidak akan pernah ada season kedua dan selanjutnya, bunda orang pertama yang akan menentang jika semua itu sampai terjadi"


eza semakin kalah telak mendengar ungkapan rasa kecewa dan sakit hati dari ayah burhan dan bunda lena, eza sudah benar-benar tidak mempunyai kesempatan lagi untuk memulai kembali hubungannya dengan raya yang sudah hancur sekalipun raya bisa menerima kembali tapi jika orang tuanya tidak memberikan restu eza bisa apa

__ADS_1


inilah hasil yang sudah eza tuai selama ini, penyesalan yang begitu dalam dan tanpa ujung


__ADS_2