
tepat pukul 21:00 raya sampai di rumah tak lupa raya mengucapkan terima kasih kepada supir kantor yang sudah bersedia mengantarkannya pulang bahkan jarak dari kantor ke rumah raya cukup jauh belum lagi pak supir yang harus pulang ke rumahnya
tanpa raya duga nenek sukma sudah memperhatikan raya sejak mobil yang di tumpangi raya berhenti di depan rumah, nenek sukma langsung berdiri di depan teras rumah untuk menyambut kedatangan cucu menantunya
"bagus ya jam segini baru pulang, habis keluyuran dari mana kamu hah? suami kerja banting tulang kamu malah enak-enakan pergi dengan pria lain" sentak nenek sukma saat raya baru sampai teras rumah
"aku baru pulang kerja nek bukan habis keluyuran kelamaan nunggu eza jemput makanya pulang sampai malam begini jadi terpaksa di anter pulang sama supir kantor" sahut raya jujur
"jangan bohong kamu raya sejak kapan karyawan kayak kamu di beri fasilitas sopir oleh kantor itu pasti mobil selingkuhan kamu kan?"
"itu memang beneran supir kantor nek buat apa raya bohong" ucap raya dengan suara lirih
"ada apa ini kenapa masih diem di luar malam-malam begini?" tanya eza yang baru sampai rumah
"ini istri kamu za jam segini baru pulang alasannya habis kerja,pasti dia bohong kan tidak mungkin bekerja sampai larut malam begini" jawab nenek sukma memprovokasi eza
"raya memang habis bekerja nek" jawab eza mencoba membela raya
"jangan terus membela istri kamu lama-lama dia jadi ngelunjak buktinya tadi dia antar pulang pakai mobil mewah apa pantas seorang istri di antar oleh pria lain disaat suaminya sedang sibuk bekerja"
"bener kamu di anter pakai mobil?" tanya eza kepada raya
"ya, supir kantor" jawab raya
"aku masuk dulu nek, capek" pamit raya kepada nenek sukma
raya masih merasa kesal kepada eza karena dengan sengaja membiarkan raya menunggu eza sampai beberapa jam lamanya tanpa memberi kabar apapun pada raya
niatnya ingin segera mengistirahatkan tubuhnya malah di sambut dengan omelan nenek sukma yang membuat kepala raya semakin pusing apalagi ketika melihat eza yang datang dengan rambut basahnya seperti baru saja selesai mandi bertambah kekesalan raya malam ini
__ADS_1
pikiran buruk kembali menghantui pikiran raya bagaimana bisa eza dalam keadaan seperti itu disaat dirinya belum sempat pulang ke rumah tidak akan masuk di akal jika eza mandi di kantor malam-malam begini bukan
"kamu bener pulang di antar supir kantor bukan di anter cowok lain?" tanya eza penuh selidik
"ya" jawab raya singkat
"awas ya kalau macam-macam baru kerja segitu aja udah berani pulang di anter orang lain gak bisa apa nunggu aku dulu buat jemput kamu"
"harus nunggu berapa jam lagi nungguin kamu buat jemput aku? nunggu sampai aku membeku karena kehujanan atau sampai aku mati baru kamu puas?" sarkas raya menatap nyalang ke arah eza
"buat apa kamu pegang handphone kalau gak di pergunakan dengan baik za? kamu ngapain aja sih sebenernya sampai pesan aku gak di bales puluhan kali aku nelfon kamu sama sekali gak kamu jawab? kalau kamu keberatan buat jemput aku bilang dari awal gak usah janji mau jemput tapi kenyataannya kamu yang ingkar" lanjut raya
"emm aa...aaku minta maaf yank" ucap eza
"udah lah aku capek mau istirahat"
tak di sangka sesuatu yang membuat dadanya sesak raya rasakan kembali malam ini, aroma parfum lain menyeruak masuk ke dalam indra penciuamannya aroma parfum yang sama saat eza pulang kantor ketika lembur malam itu dan yang lebih membuat hatinya semakin teriris raya melihat tanda merah di dada suaminya karena kancing kemeja terbuka bagian atasnya
semakin sesak seperti di hantam batu yang begitu besar tepat di ulu hatinya
raya terisak tak mampu lagi menahan airmatanya untuk tidak menetes
"tega kamu za" lirih raya semakin terisak
eza kaget karena mendengar raya menangis langsung menangkup wajah raya agar berhadapan dengan wajahnya
hati raya semakin sakit ketika melihat wakah suami yang selama ini dia cintai dan dia pertahankan mati-matian ternyata bermain gila dengan wanita lain di belakangnya, sakit benar-benar sakit yang di rasakan raya saat ini
"kamu kenapa nangis?" tanya eza
__ADS_1
"apa yang kamu sembunyikan dari aku za?" bukannya menjawab raya malah bertanya balik kepada eza
"maksud kamu apa? aku gak nyembunyiin apa-apa lho" eza berkilah
"jujur atau aku akan cari tahu sendiri" ucap raya dingin
"apa sih aku gak ngerti" eza terus berpura-pura
"oke, aku akan akan cari tahu sendiri" raya mengentakan tangan eza yang memegang erat pundaknya
tanpa memperdulikan eza, raya langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi membelakangi eza, badan raya terasa lemas seperti tak bertenaga badannya yang merasa sangat lelah karena sejarian bekerja di tambah dengan lelah hati yang semakin membuatnya tak berdaya sudah cukup malam ini raya merasakan kesakitan yang luar biasa raya ingin segera mengistirahatkan hati dan tubuhnya berharap esok akan kembali baik-baik saja
eza yang belum menyadari alasan kenapa raya sampai semarah ini padanya menatap punggung raya dengan banyak pertanyaan, eza tidak menyadari jika parfum dini melekat kiat di kemeja yang dia pakai sampai kissmark yang sengaja dini buat eza pun tak menyadarinya
eza membaringkan tubuhnya di samping raya memeluk tubuh ramping raya dari belakang namun secepat kilat raya menepis tangan eza membuat eza semakin bertanya-tanya
"kamu itu kenapa sih?" bentak eza bingung dengan sikap raya
"kalau ada apa-apa itu ngomong bukannya diem terus nangis, jangan buat aku bingung dengan sikap kamu yang kayak gini" lanjut eza namun raya tetap diam
"aku tahu kamu belum tidur ngomong ada apa jangan diem aja" lagi-lagi eza membentak raya
tanpa eza duga raya kembali duduk dan membuka kemeja eza dengan kasar lalu melempar kemeja itu ke wajah eza tak peduli dengan respon yang akan eza berikan
"cium bau parfum kemeja kamu za dan itu tanda menjijikan yang ada di dada kamu tutupi dengan benar kalau gak mau ketahuan sama aku" ucap raya membuat eza terdiam
eza langsung mencium aroma parfum di kemejanya dan melihat tanda apa yang di maksud raya yang ada di dada nya mata eza melotot ketika melihat ada beberapa kissmark yang di tinggalkan dini di dada nya dan aroma parfum yang melekat di krmejanya sudah pasti itu aroma parfum milik dini sekarang eza mengerti kenapa raya tiba-tiba menangis saat berada di dalam pelukannya
"sudah tahu alasan kenapa aku marah sampai nangis?"
__ADS_1